Lain-lain

Bayi Kuning | Ciri – Ciri, Penyebab dan Cara Mengatasi

Ulasan lengkap bayi kuning atau jaundice tanda dan gejala, penyebab, komplikasi, faktor resiko, diagnosis, pengobatan dan pencegahan.

Pengertian

Bayi kuning atau newborn jaundice adalah kondisi ketika kulit dan mata bayi berwarna kuning. Biasanya jaundice pada bayi baru lahir tidak membahayakan, kondisi ini terjadi akibat kelebihan kadar bilirubin di dalam darah.

 

Kapan Bayi Kuning Terjadi

Bayi kuning merupakan kondisi yang sering ditemukan pada bayi baru lahir, terutama pada bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 38 minggu (bayi prematur), dan pada beberapa bayi yang mendapatkan air susu ibu (ASI). Kebanyakan bayi yang lahir antara usia kehamilan 35 minggu hingga lahir cukup bulan tidak memerlukan perawatan untuk penyakit kuning yang dialami.

 

Tanda dan Gejala

  • Tanda utama dari bayi kuning adalah warna kulit dan bagian putih pada mata berwarna kuning. Biasanya tanda ini muncul sekitar 2 hingga 4 hari setelah kelahiran.

  • Mommy dapat mengecek bayi kuning dengan menekan secara perlahan dahi atau hidung bayi Mommy. Jika kulit nampak kuning di bagian yang ditekan, maka kemungkinan bayi Mommy mengalami penyakit kuning atau jaundice.

  • Jika bayi tidak mengalami penyakit kuning, maka untuk sesaat warna kulit akan terlihat sedikit lebih terang dari warna asli kulit bayi. Pastikan Mommy memeriksa bayi dalam kondisi pencahayaan yang baik dan sebaiknya dilakukan pada siang hari.

 

Kapan harus ke dokter

Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan bayi kuning terlebih dahulu sebelum Mommy keluar dari rumah sakit. The American Academy of Pediatrics merekomendasikan untuk mengecek bayi kuning setidaknya setiap 8 hingga 12 jam saat masih di rumah sakit.

 

Tanda atau Ciri-Ciri Bayi Kuning

Jika bayi menunjukkan tanda dan gejala jaundice parah atau mengalami komplikasi akibat kelebihan kadar bilirubin maka bayi harus segera di bawa ke dokter. Tanda dan gejala yang harus Mommy waspadai, antara lain:

  • Warna kulit bayi semakin kuning

  • Kulit bagian perut, lengan atau kaki nampak kuning

  • Bagian putih mata berwarna kuning

  • Bayi nampak lesu atau sakit atau sulit untuk dibangunkan

  • Bayi tidak mengalami kenaikan berat badan atau tidak mau minum susu

  • Bayi menangis dengan nada tinggi

  • Bayi menunjukkan tanda dan gejala yang mengkhawatirkan

 

Komplikasi

Kadar bilirubin tinggi yang menyebabkan jaundice parah dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak diobati.

  • Ensefalopati

Bilirubin merupakan zat yang toksik bagi sel otak dan dapat menyebabkan ensefalopati. Tanda dan gejala yang nampak ketika bayi mengalami ensefalopati, yaitu:

  • Lesu

  • Kesulitan untuk bangun

  • Tangisan bernada tinggi

  • Kemampuan menyusu atau mengisap buruk

  • Leher dan tubuh melengkung ke belakang

  • Demam

  • Kernicterus

Kernicterus adalah sindrom yang terjadi jika terjadi ensefalopati akut akibat kadar bilirubin yang berlebih. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan menetap pada otak, seperti:

  • Gerakan yang tidak terkontrol

  • Pandangan ke atas yang menetap

  • Kehilangan pendengaran

  • Gangguan perkembangan gigi

 

Penyebab

  • Penyebab utama dari bayi kuning atau jaundice adalah kelebihan kadar bilirubin di dalam darah bayi atau dikenal dengan istilah hiperbilirubinemia. Bilirubin adalah pigmen yang dilepaskan dari pemecahan sel darah merah.

  • Produksi bilirubin pada bayi baru lahir lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Selain karena produksi yang lebih besar, pemecahan sel darah merah terjadi lebih cepat dalam beberapa hari pertama sejak kelahiran.

  • Umumnya, hati akan menyaring bilirubin dari aliran darah dan melepaskannya ke usus. Namun, fungsi hati bayi baru lahir masih belum sempurna, sehingga tidak dapat mengeluarkan bilirubin dengan kecepatan yang cukup dan menyebabkan kondisi bilirubin di dalam darah melebihi nilai normal. Bayi kuning saat kelahiran bayi disebut juga dengan ikterus fisiologis, biasanya nampak pada hari kedua atau ketiga setelah kelahiran.

 

Penyebab Lain

Selain karena fungsi hati yang belum sempurna, kondisi kuning pada bayi juga dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

  • Pendarahan internal

  • Infeksi atau sepsis pada bayi

  • Ketidakcocokan antara darah ibu dan bayi

  • Kerusakan hati

  • Saluran empedu bayi tersumbat

  • Infeksi virus atau bakteri lainnya

  • Kekurangan enzim tertentu

 

Faktor Risiko

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan bayi mengalami jaundice, terutama untuk penyakit kuning parah yang dapat menyebabkan komplikasi, seperti:

  • Kelahiran prematur

Bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 38 minggu mungkin tidak dapat memproses bilirubin seperti pada bayi yang lahir cukup bulan. Bayi prematur juga biasanya minum susu dan buang air besar lebih sedikit, sehingga bilirubin yang dikeluarkan melalui tinja juga lebih sedikit.

  • Tipe darah

Jika golongan darah Mommy berbeda dengan bayi, maka mungkin bayi telah menerima antibodi melalui plasenta yang menyebabkan kerusakan sel darah merah yang  tidak normal.

  • Menyusui

Bayi yang diberi ASI, namun mengalami kesulitan menyusui berisiko lebih tinggi mengalami penyakit kuning. Dehidrasi atau asupan kalori yang rendah dapat menyebabkan penyakit kuning. Namun, bukan berarti Mommy tidak boleh memberikan ASI untuk bayi. ASI tetap direkomendasikan untuk bayi, namun pastikan bayi mendapatkan asupan yang cukup.

  • Ras

Penelitian menunjukkan bahwa bayi dengan keturunan Asia Timur memiliki riisko yang lebih tinggi mengalami penyakit kuning.

 

Diagnosis

Dokter akan mendiagnosis bayi kuning dengan melakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium. Bayi kuning ditandai dengan warna kulit dan bagian putih mata berwarna kuning. Pemeriksaan darah juga diperlukan untuk mengecek kadar bilirubin di dalam darah.

 

Pencegahan

Cara terbaik untuk mencegah bayi Mommy mengalami kuning atau jaundice adalah dengan memberikan asupan yang baik. Bayi harus diberikan ASI 8 hingga 12 kali dalam sehari selama beberapa hari setelah lahir. Bayi yang menggunakan susu formula biasanya harus mengonsumsi sekitar 30 hingga 60 ml setiap 2 hingga 3 jam untuk minggu pertama setelah kelahiran.

 

Pengobatan

Bayi kuning atau jaundice ringan biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam 2 atau 3 minggu. Namun, untuk jaundice sedang atau parah, bayi membutuhkan perawatan lebih lanjut, seperti:

  • Meningkatkan nutrisi

Berikan bayi Mommy asupan nutrisi yang cukup untuk mencegah penurunan berat badan. Dokter akan menyarankan Mommy untuk menyusui lebih sering.

  • Terapi sinar atau phototherapy

Terapi sinar menggunakan cahaya dengan spektrum biru-hijau. Cahaya tersebut mengubah bentuk dan struktur bilirubin sehingga dapat dikeluarkan melalui urin atau tinja.

  • Immunoglobulin intravena (IVIg)

Bayi kuning dapat disebabkan oleh perbedaan tipe darah Mommy dan bayi. Konidis ini menyebabkan bayi membawa antibodi yang menyebabkan pemecahan sel darah merah yang cepat. IVIg merupakan protein darah yang dapat mengurangi kadar antibodi, sehingga mengurangi jaundice.

  • Transfusi darah

Meski jarang dilakukan, pengobatan ini dapat dipilih ketika jaundice parah dan tidak merespon pengobatan lainnya. Transfusi darah ditujukan untuk mengganti darah bayi dengan darah donor.

 

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apakah bayi kuning berbahaya?

Pada umumnya bayi kuning merupakan kondisi yang tidak membahayakan, biasanya disebabkan karena fungsi hati yang masih belum sempurna untuk menghancurkan bilirubin. Biasanya bayi dapat sembuh dengan sendirinya dalam 2 hingga 3 minggu. Namun, jika bayi menunjukkan gejala jaundice parah, maka harus segera mendapatkan pengobatan untuk mencegah komplikasi, seperti kerusakan otak akibat kadar bilirubin yang terlalu tinggi.

 

Apakah penyebab bayi kuning?

Penyebab paling sering bayi kuning adalah karena fungsi hati yang masih belum sempurna untuk mengeluarkan bilirubin, sehingga terjadi penumpukan bilirubin di dalam darah dan menyebabkan kulit dan mata bayi berwarna kuning.

Selain itu, beberapa kondisi dan penyakit tertentu juga dapat menyebabkan bayi kuning, seperti pendarahan, infeksi, ketidakcocokan antara darah Mommy dan bayi, kerusakan hati atau penyumbatan pada saluran empedu bayi.

 

Apakah kuning pada bayi bisa hilang sendiri?

Ya, pada bayi kuning atau jaundice ringan biasanya dapat hilang dengan sendiri dalam 2 atau 3 minggu, namun untuk jaundice sedang atau parah, bayi membutuhkan perawatan lebih lanjut, seperti peningkatan asupan nutrisi, terapi sinar atau photoherapy, pemberian immunoglobulin intravena (IVIg) atau melakukan transfusi darah untuk mengganti darah bayi dengan darah donor.

 

Bagaimana cara menghilangkan bayi kuning?

Cara pertama yang dapat dilakukan untuk menghilangkan bayi kuning adalah dengan memberikan asupan nutrisi yang cukup untuk menghindari bayi mengalami dehidrasi atau penurunan berat badan. Pemberian terapi sinar dengan menggunakan cahaya dengan spektrum biru-hijau untuk mengubah struktur bilirubin agar dapat dikeluarkan melalui urin atau tinja.

Bayi kuning atau jaundice merupakan kondisi yang umum ditemukan pada bayi baru lahir, terutama pada bayi dengan kelahiran prematur. Jika bayi Mommy mengalami tanda dan gejala bayi kuning, maka sebaiknya Mommy berkonsultasi dengan dokter.

 

Ditulis oleh : apt. Novita, S.Farm., M.Farm.

Sumber

  1. Mayo Clinic. Infant Jaundice [Internet]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infant-jaundice/symptoms-causes/syc-20373865
  2. Newborn Jaundice [Internet]. Available from: https://www.nhs.uk/conditions/jaundice-newborn/

 

Komentar

Instagram Mommy.101

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa