Penyakit Menular, Perut & Pencernaan

Hepatitis A | Gejala, Penyebab, Penularan, Vaksin dan Pengobatan

Ulasan lengkap Hepatitis A : gejala, penyebab, komplikasi, cara penularan, faktor resiko, diagnosis, pencegahan dan pengobatan.

Hepatitis merupakan suatu kondisi peradangan pada hati yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti bakteri, virus, obat-obatan, atau alkohol.

Terdapat beberapa virus yang bisa menyebabkan hepatitis, salah satunya adalah virus hepatitis A dan dikenal sebagai penyakit Hepatitis A.

Hati (liver) merupakan organ yang terletak di bawah tulang rusak sebelah kanan perut manusia. Memiliki peran yang sangat penting, berfungsi untuk mencerna makanan dan membersihkan racun dari tubuh. Fungsi hati akan terganggu ketika mengalami peradangan.

 

Gejala Hepatitis A

  • Demam

  • Kelelahan

  • Nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut, khususnya di area hati

  • Mual

  • Muntah

  • Tidak nafsu makan

  • Tinja berwarna pucat

  • Air seni berwarna coklat seperti teh

  • Nyeri sendi

  • Kulit dan mata menjadi kuning (ikterus)

  • Gatal

Tidak semua penderita mengalami gejala di atas. Gejala lebih sering muncul pada orang dewasa dibandingkan anak-anak. Bahkan pada anak usia di bawah 6 tahun, hanya 10% yang dilaporkan mengalami gejala ikterus. Ikterus merupakan kondisi ketika kadar bilirubin di dalam darah meningkat akibat gangguan fungsi hati, ditandai dengan mata dan kulit penderita menjadi kuning.

 

Komplikasi Hepatitis A

Pada dasarnya, penyakit hepatitis A dapat sembuh dan tidak menyebabkan kerusakan hati yang menetap. Namun, pada kasus yang jarang terjadi, hepatitis A dapat menyebabkan fungsi hati hilang secara mendadak disebut dengan gagal hati akut, terutama pada pasien dengan usia yang lebih tua (di atas 50 tahun) atau penderita penyakit hati kronis, seperti hepatitis B atau C.

 

Gagal hati Hepatitis A

Membutuhkan perawatan dan pemantauan ketat di rumah sakit. Beberapa penderita mungkin memerlukan transplantasi hati. Sekitar 10-15% penderita yang telah sembuh dapat mengalami kekambuhan penyakit sampai 6 bulan setelah penyakitnya sembuh, namun ini tidak menunjukkan adanya perkembangan hepatitis kronis.

 

Penyebab Hepatitis A

Virus hepatitis A termasuk dalam famili picornaviridae, bersifat stabil pada suhu panas, tahan asam dan tahan terhadap cairan empedu. Virus hepatitis A diketahui dapat bertahan selama lebih dari 1 bulan di suhu ruang.

 

Cara Penularan Hepatitis A

Seseorang dapat terinfeksi virus hepatitis A ketika mengonsumsi makanan atau minuman yang telah tercemar oleh tinja penderita hepatitis A (fecal-oral). Penyakit ini tidak menular melalui bersin atau batuk.

Beberapa cara spesifik penularan hepatitis A, antara lain:

  • Mengonsumsi makanan yang ditangani oleh penderita hepatitis A yang tidak mencuci tangan setelah menggunakan kamar kecil

  • Minum air yang terkontaminasi

  • Mengonsumsi kerang mentah dari air yang tercemar limbah

  • Kontak erat dengan penderita yang terinfeksi, meskipun penderita tidak menunjukkan gejala sakit

  • Melakukan hubungan badan dengan penderita

 

Faktor Risiko Hepatitis A

Seseorang memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terinfeksi virus hepatitis A, jika :

  • Bepergian ke daerah atau negara endemis hepatitis A

  • Tinggal di kondisi lingkungan yang buruk, seperti tidak tersedianya air bersih

  • Tidak menerapkan kebersihan diri

  • Bekerja di tempat penitipan anak

  • Tinggal dengan penderita hepatitis A

  • Berhubungan badan dengan penderita

  • Melakukan hubungan badan sesama jenis, khususnya pria

  • Menderita HIV

  • Menderita gangguan pembekuan darah, seperti hemofilia

  • Menggunakan obat-obat terlarang

 

Diagnosis Hepatitis A

Selain melalui pemeriksaan fisik dan gejala yang dirasakan, dokter juga akan melakukan pemeriksaan laboratorium. Diagnosis spesifik dibuat dengan melakukan pemeriksaan Immunoglobulin (IgM) anti HAV, yaitu pemeriksaan antibodi terhadap virus hepatitis A.

Selain itu, peradangan pada hati menyebabkan fungsi hati terganggu, ditandai dengan peningkatan nilai enzim hati, melalui pemeriksaan SGOT dan SGPT.

 

Pencegahan  Hepatitis A

1. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan

Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, sebelum makan, sebelum mengolah dan menghidangkan makanan, setelah dari toilet, setelah mengganti popok bayi dan sebelum menyusui bayi.

Penyakit ini ditularkan oleh tinja yang mengandung virus hepatitis A, oleh karena itu juga perlu diperhatikan dalam membuang tinja. Pastikan Mommy membuang tinja di jamban.

2. Mengelola makanan dengan benar

  • Hindari mengonsumsi makanan mentah. Memanaskan makanan dan minuman sampai suhu 85°C minimal selama 1 menit dapat membunuh virus hepatitis A.

  • Hindari membeli makanan di pinggir jalan

  • Mencuci peralatan masak dan makan

  • Menjaga kebersihan dapur

  • Memisahkan antara bahan makanan matang dan mentah

  • Menggunakan air bersih baik untuk minum dan kebutuhan sehari-hari

3. Melakukan Imunisasi

Imunisasi hepatitis A terdiri dari 2 jenis, yaitu:

  • Imunisasi pasif

Menggunakan immunoglobulin, dapat memberikan efek perlindungan dengan cepat, namun hanya bersifat sementara. Imunisasi pasif diberikan pada seseorang yang kontak dengan penderita atau pencegahan sebelum kontak dengan penderita hepatitis A.

  • Imunisasi aktif

Imunisasi aktif dengan pemberian vaksin hepatitis A dapat memberikan perlindungan yang efektif terhadap penyakit ini. Vaksin dibuat dari virus yang telah diinaktivasi (inactivated vaccine). Vaksin dapat diberikan mulai usia 24 bulan sebanyak 2 dosis dengan selang pemberian 6-12 bulan.

Vaksin hepatitis A mulai memberikan perlindungan setelah 4 minggu sejak Mommy menerima suntikan pertama. Dosis kedua diperlukan untuk memberikan perlindungan jangka panjang.

 

Pengobatan Hepatitis A

Tidak ada pengobatan spesifik untuk mengobati penyakit hepatitis A. Hepatitis A ringan tidak membutuhkan pengobatan. Kebanyakan penderita yang terinfeksi dapat sembuh sepenuhnya dalam 6 bulan tanpa kerusakan hati permanen.

Tujuan pengobatan hepatitis A adalah mengontrol gejala yang menyebabkan penderita merasa tidak nyaman. Penggunaan antivirus atau antibiotik tidak direkomendasikan.

 

Untuk mengurangi gejala, penderita harus melakukan:

  • Bed rest atau istirahat total, kebanyakan penderita hepatitis A akan merasakan lemas dan tidak berenergi

  • Makan dengan porsi kecil tapi sering

  • Pilihlah makanan yang berkalori tinggi, seperti jus buah atau susu, agar dapat memenuhi kebutuhan tubuh

  • Hindari makanan dan minuman yang dapat memperparah mual, misalnya makanan asam, berlemak dan pedas

  • Minum air dalam jumlah cukup untuk menghindari dehidrasi, khususnya bagi penderita dengan keluhan muntah

  • Hindari minuman beralkohol

  • Hindari penggunaan obat-obatan

Sebelum mengonsumsi obat-obatan, pastikan Mommy telah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Peradangan pada hati menyebabkan hati kesulitan untuk memproses obat-obatan dan minuman beralkohol, sehingga berisiko menyebabkan gangguan dan kerusakan hati.

Selain mengobati gejala, penderita hepatitis A juga harus mencegah penularan penyakit ke orang lain, dengan cara:

  • Hindari berhubungan badan

  • Cuci tangan setidaknya selama 20 detik menggunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah dari toilet dan mengganti popok anak

  • Jangan menyiapkan makanan untuk orang lain

 

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apakah perbedaan hepatitis A dan B?

Hepatitis A dan B disebabkan oleh virus yang berbeda. Hepatitis B disebabkan oleh hepatitis B virus (HBV) sedangkan hepatitis A virus (HAV) menyebabkan penyakit hepatitis A.

Kedua penyakit ini menyerang organ hati, namun hepatitis A bersifat akut dan dapat disembuhkan tanpa kerusakan hati menetap, sedangkan hepatitis B bersifat kronis. Umumnya, pasien harus menjalani pengobatan rutin seumur hidup untuk mencegah komplikasi.

 

Jika telah sembuh dari hepatitis A, apakah perlu mendapatkan vaksinasi lagi?

Penderita yang telah sembuh memiliki kekebalan tubuh seumur hidup terhadap virus hepatitis A, sehingga tidak perlu melakukan vaksinasi lagi. Meski tidak membutuhkan pengobatan khusus, penderita harus mendapatkan perawatan yang baik, serta harus menjaga kebersihan agar tidak menyebarkan infeksi ke orang lain, khususnya anggota keluarga.

 

Apakah ada rentang waktu munculnya gejala hepatitis A?

Kebanyakan penyakit tidak langsung menunjukkan gejala setelah seseorang terpapar oleh virus atau bakteri penyebab penyakit. Begitu juga pada penyakit hepatitis A, berdasarkan World Health Organization, masa inkubasi hepatitis A adalah 14-28 hari. Masa inkubasi adalah waktu ketika seseorang terpapar virus hingga muncul gejala awal.

 

Jika hendak bepergian apakah ada waktu minimal pemberian vaksin?

Vaksin hepatitis A diberikan sebanyak 2 dosis dan mulai memberikan perlindungan setelah 4 minggu sejak Mommy menerima suntikan pertama. Agar dapat memberikan perlindungan jangka panjang, vaksin hepatitis A perlu diulang dengan jarak pemberian 6-12 bulan dari dosis pertama. Meski telah mendapatkan vaksin, jangan lupa untuk selalu menerapkan pola hidup sehat dan bersih juga Mommy.

 

Berapa lama perlindungan vaksin hepatitis A?

Belum ada data pasti mengenai durasi perlindungan terhadap penyakit hepatitis A setelah mendapatkan vaksinasi. Namun, pada kebanyakan orang yang telah mendapatkan dosis lengkap vaksin hepatitis A, antibodi terhadap virus hepatitis A (anti-HAV) dapat bertahan setidaknya selama 20 tahun.

Penyakit hepatitis A sangat mudah menular, bahkan penderita sudah bisa menularkan virus ke orang lain sebelum merasakan gejala sakit. Oleh karena itu, penting bagi Mommy dan keluarga untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta mengelola makanan dengan benar.

 

Ditulis oleh : apt. Novita, S.Farm., M.Farm.

Sumber

  1. Mayo Clinic. Hepatitis A [Internet]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hepatitis-a/symptoms-causes/syc-20367007
  2. Center for Disease Control and Prevention. Hepatitis A [Internet]. Available from: https://www.cdc.gov/hepatitis/hav/index.htm
  3. World Health Organization. Hepatitis A [Internet]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-a
  4. Medline Plus. Preventing hepatitis A [Internet]. Available from: https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000422.htm
  5. American Family Physician. Hepatitis A [Internet]. Available from: https://www.aafp.org/afp/2012/1201/p1027.html
  6. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Pengendalian Hepatitis Virus. Jakarta; 2012.
  7. Mayo Clinic. Hepatitis B [Internet]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hepatitis-b/symptoms-causes/syc-20366802
  8. Centers for Disease Control and Prevention. Viral Hepatitis [Internet]. Available from: https://www.cdc.gov/hepatitis/hav/havfaq.htm

Komentar

Instagram Mommy.101

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa