Lain-lain

Mastitis | Pengertian, Penyebab dan Cara Mengatasi

Ulasan lengkap mastitis, pengertian, gejala, komplikasi, penyebab, faktor risiko, diagnosis , pencegahan, pengobatan dan tips menyusui.

Pengertian

Mastitis adalah inflamasi atau peradangan pada jaringan payudara, kadang berkaitan dengan infeksi.

Mastitis lebih umum ditemukan pada Mommy yang sedang menyusui, namun juga bisa terjadi pada pria atau wanita yang tidak menyusui.

 

Kapan Terjadi

Infeksi pada payudara atau mastitis paling sering terjadi selama 6 bulan pertama menyusui dan menjadi tantangan tersendiri bagi Mommy baru. Meski terasa menyakitkan, namun penyakit ini dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat.

 

Gejala

Tanda dan gejala mastitis dapat muncul tiba-tiba, meliputi:

  • Payudara terasa nyeri atau terasa hangat saat disentuh

  • Jaringan payudara terasa tebal atau terdapat benjolan

  • Nyeri atau rasa terbakar yang berlangsung terus menerus atau ketika menyusui

  • Kulit payudara nampak kemerahan

  • Merasa tidak enak badan atau sakit

  • Bengkak

  • Demam ≥38,3°C

 

Komplikasi

Mastitis yang tidak mendapatkan pengobatan memadai atau berhubungan dengan saluran air susu yang tersumbat dapat menyebabkan nanah di payudara. Nanah atau abses biasanya membutuhkan prosedur pembedahan.

 

Penyebab

Air susu (ASI) yang menumpuk di dalam payudara merupakan penyebab utama terjadinya mastitis.

Namun, ada beberapa penyebab lain, yaitu:

  • Saluran air susu (milk duct) yang tersumbat

Jika payudara Mommy tidak benar-benar kosong ketika menyusui, maka saluran ASI dapat tersumbat, menyebabkan penumpukan dan infeksi payudara.

  • Infeksi bakteri

Bakteri yang berada di permukaan kulit Mommy dan di dalam mulut bayi dapat masuk ke dalam saluran ASI melalui celah kulit atau saluran ASI yang terbuka ketika Mommy sedang menyusui. ASI yang tidak dikosongkan menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri.

 

Faktor Risiko

Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan Mommy mengalami mastitis, yaitu:

  • Riwayat mengalami mastitis

  • Sering melewatkan waktu menyusui, menyebabkan payudara membengkak

  • Puting payudara sakit atau pecah-pecah

  • Mengenakan bra yang ketat

  • Membawa tas yang berat dan menekan payudara

  • Teknik menyusui yang tidak tepat

  • Perlekatan bayi yang kurang baik ketika menyusui

  • Terlalu lelah atau stres

  • Nutrisi yang buruk

  • Merokok

 

Diagnosis

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan tanda dan gejala yang Mommy alami. Pada kasus infeksi yang parah, kultur ASI dapat membantu dokter untuk menentukan pemilihan antibiotik yang tepat sesuai dengan bakteri penyebab infeksi.

Dokter juga dapat menyarankan untuk melakukan tes pencitraan dengan mamografi, USG payudara atau keduanya untuk menghilangkan kecurigaan terhadap kemungkinan mengalami kanker payudara.

Jika gejala tidak membaik dengan pengobatan yang diberikan, dokter mungkin akan melakukan biopsi untuk memastikan Mommy tidak mengalami kanker payudara.  

 

Pencegahan

Mommy dapat mengurangi risiko mengalami mastitis dengan mengikuti beberapa tips berikut ini:

  • Kosongkan ASI di dalam payudara ketika Mommy sedang menyusui untuk mencegah penumpukan dan penyumbatan saluran ASI. Mommy juga dapat menggunakan pompa ASI untuk membantu mengosongkan ASI.

  • Gunakan posisi yang berbeda ketika menyusui

  • Usahakan untuk mengosongkan payudara sebelum beralih ke payudara lainnya

  • Pastikan bayi memiliki perlekatan yang baik ketika menyusui

  • Berhenti merokok

 

Pengobatan

Karena mastitis disebabkan oleh infeksi bakteri, maka pengobatan utamanya adalah menggunakan antibiotik. Pada umumnya, antibiotik diberikan selama 10 hari.

Pastikan Mommy menggunakan antibiotik sesuai dengan anjuran dokter dan jangan menghentikan pengobatan meskipun gejala telah membaik. Penggunaan antibiotik yang tidak tuntas dapat menyebabkan bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik atau dikenal dengan istilah resistensi antibiotik.

Selain antibiotik, dokter juga akan memberikan obat anti nyeri, seperti Paracetamol atau Ibuprofen untuk membantu menghilangkan nyeri dan peradangan pada payudara.

 

Pengobatan di rumah

Selain obat-obatan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada payudara, yaitu:

  • Kompres dingin menggunakan handuk atau ice pack pada payudara yang meradang setelah menyusui. Hindari penggunaan sebelum menyusui, karena dapat menghambat aliran ASI.

  • Minum air dalam jumlah cukup. Dehidrasi dan nutrisi yang buruk dapat menurunkan produksi ASI dan membuat kondisi Mommy semakin buruk

  • Gunakan bra yang nyaman

  • Istirahat yang cukup

 

Tips Menyusui Saat Mengalami Mastitis

Meskipun sedang mengalami infeksi pada payudara atau mastitis, Mommy tetap dapat menyusui. Selain dapat membantu menghilangkan infeksi, menyapih bayi secara tiba-tiba, justru dapat memperburuk gejala mastitis.

Mengonsumsi ASI ketika mengalami mastitis tidak akan membahayakan bayi, karena bakteri umumnya penyebab infeksi berasal dari mulut bayi. Akan tetapi, jika payudara telah mengeluarkan nanah, maka hentikan menyusui melalui payudara tersebut.

Saat menyusui Mommy dapat menggunakan teknik berikut ini:

  • Hindari membiarkan payudara terisi terlalu penuh sebelum menyusui. Usahakan untuk menyusui tiap 2 jam atau lebih sering untuk menjaga aliran ASI dan mencegah payudara Mommy terisi terlalu penuh.

  • Pastikan bayi memiliki perlekatan yang baik ketika menyusui

  • Pijat payudara ketika menyusui atau saat memompa dari daerah yang sakit ke arah puting payudara

  • Kompres payudara dengan handuk hangat sebelum menyusui atau memompa ASI dapat membantu memperlancar aliran dan mempermudah pengosongan ASI

  • Usahakan untuk mengosongkan ASI selama menyusui. Namun, jika bayi sudah kenyang sebelum mengosongkan ASI, maka Mommy dapat dibantu dengan pompa ASI

  • Susui bayi pada payudara yang mengalami mastitis terlebih dahulu. Bayi yang lapar memiliki hisapan yang lebih kuat. Namun, jika sangat nyeri, Mommy dapat memulai menyusui dari payudara yang tidak mengalami peradangan

  • Usahakan untuk menggunakan posisi yang bervariasi ketika menyusui

 

Frequently Asked Questions (FAQ)

Berapa lama mastitis dapat sembuh?

Dengan pengobatan yang baik, biasanya gejala mastitis sudah dapat membaik dalam 1 sampai 2 hari. Namun, perlu Mommy ingat, meski gejala telah membaik, pengobatan yang diberikan oleh dokter, khususnya antibiotik harus digunakan sampai habis.

Penggunaan antibiotik yang tidak tuntas dapat meningkatkan risiko Mommy mengalami mastitis di kemudian hari, serta meningkatkan risiko terjadinya resistensi antibiotik.

 

Apakah mastitis dapat menyebabkan kanker?

Mastitis merupakan peradangan pada payudara, biasanya disebabkan oleh infeksi. Meski terkadang diagnosa mastitis sangat mirip dengan peradangan kanker payudara, namun mengalami mastitis tidak akan meningkatkan risiko Mommy mengalami kanker payudara di kemudian hari.

Jika Mommy mengalami mastitis dan tidak mengalami perbaikan dengan pengobatan, dokter akan menyarankan untuk melakukan biopsi untuk memastikan bahwa Mommy tidak mengalami kanker payudara.

 

Apakah aman menyusui ketika sedang mengonsumsi antibiotik?

Ya, meskipun mengalami mastitis Mommy tetap dianjurkan untuk menyusui. Menyusui dapat membantu menghilangkan dan mencegah penyebaran infeksi.

Banyak Mommy yang berhenti menyusui, karena khawatir antibiotik dapat masuk ke dalam ASI dan membahayakan ketika diminum oleh bayi. Namun, jangan khawatir, karena dokter akan memilihkan antibiotik yang aman diberikan pada ibu menyusui.

 

Apakah harus dilakukan tindakan operasi jika Mommy mengalami mastitis?

Tidak. Pengobatan utama pada mastitis adalah menggunakan antibiotik yang sesuai dengan penyebab infeksi.

Namun, pada kasus yang parah atau telah mengalami komplikasi abses atau nanah pada payudara, maka perlu dilakukan tindakan untuk mengeluarkan nanah dengan aspirasi menggunakan jarum suntik dan jika abses berada jauh di dalam payudara, maka mungkin perlu dilakukan tindakan operasi.

Mastitis merupakan penyakit yang sering terjadi pada Mommy yang sedang menyusui. Segera periksakan diri ke dokter jika Mommy mengalami tanda dan gejala mastitis, agar mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Ditulis oleh : apt. Novita, S.Farm., M.Farm.

Komentar

Instagram Mommy.101

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa