Puting Lecet saat Menyusui
Penyebab
Pada minggu pertama menyusui, sering kali Mommy mengalami nyeri, lecet, atau rasa tidak nyaman pada puting.
Nyeri biasanya terjadi pada 15 – 20 detik pertama saat bayi menarik puting masuk ke dalam mulut, biasanya ringan dan dapat membaik dengan cepat.1
Lecet atau nyeri pada puting dapat disebabkan oleh faktor berikut ini.
Posisi menyusui salah
Posisi dan pelekatan bayi pada payudara yang kurang tepat menjadi penyebab puting lecet yang paling umum.1
Posisi menyusui yang tepat memenuhi syarat berikut.1
- Posisi muka bayi menghadap payudara
- Perut atau dada bayi menempel pada perut atau dada Mommy
- Seluruh badan bayi menghadap badan Mommy hingga telinga bayi, lengan bayi, dan leher bayi membentuk garis lurus
- Seluruh punggung bayi, dan bukan kepala, tersangga dengan baik
Pelekatan bayi ke payudara tepat jika memenuhi syarat berikut.1
- Tampak lebih banyak areola, atau bagian berwarna lebih gelap di sekitar puting, di atas bibir bayi daripada di bawahnya
- Mulut bayi terbuka lebar
- Bibir bawah bayi terputar ke arah luar
- Dagu bayi menempel pada payudara
Lama penyembuhan
Nyeri puting tanpa lecet akibat posisi dan pelekatan yang tidak tepat biasanya akan sembuh dalam 10 hari setelah Mommy dan bayi belajar mengenai posisi dan pelekatan yang tepat.
Penyebab lain
Bila tidak kunjung membaik, mungkin lecet atau nyeri puting terjadi karena penyebab lain.
1. Infeksi
Infeksi pada puting dapat disebabkan oleh hal berikut.
- Bakteri. Infeksi bakteri pada payudara atau putting menyebabkan kondisi mastitis
- Jamur. Infeksi jamur pada puting ditandai dengan puting berwarna merah, gatal, terasa panas, nyeri saat atau setelah menyusui, dan terdapat bercak putih pada mulut bayi
- Virus. Meskipun jarang terjadi, infeksi virus berupa Herpes juga dapat menyebabkan nyeri pada puting
2. Tongue tie
Tongue tie merupakan kelainan kongenital pada bayi ketika frenulum atau jaringan tipis di bawah lidah bagian tengah terlalu pendek sehingga lidah bayi tidak leluasa bergerak.2
Kondisi ini menyebabkan abnormalitas pada mekanisme mengisap puting payudara. Akibatnya, puting mengalami nyeri, lecet, atau pecah-pecah.
3. Trauma puting
Trauma dapat muncul akibat penggunaan pompa ASI yang tidak benar.
4. Dermatosis
Dermatosis pada payudara terjadi karena adanya kelainan kulit pada payudara atau puting yang disebabkan oleh iritan kulit dan biasanya dipicu oleh faktor alergi.
5. Sumbatan payudara
Sumbatan payudara menyebabkan ASI keluar tidak lancar atau jumlahnya terlalu sedikit. Hal ini akan memicu bayi untuk mengisap lebih kuat, sehingga puting menjadi lecet dan nyeri.2
Cara mencegah
Pencegahan puting lecet dapat dilakukan dengan cara berikut.3
- Mengetahui posisi menyusui dan pelekatan payudara yang benar
- Mengetahui cara melepaskan bayi dari payudara, yaitu dengan menghentikan isapan secara perlahan
- Jangan membersihkan puting dengan sabun atau alkohol
- Sering-seringlah menyusui dan memperhatikan tanda-tanda bayi lapar untuk mencegah bayi mengisap terlalu kuat
Cara mengatasi
Lecet pada puting dapat diatasi dengan cara berikut.3
- Memperbaiki posisi menyusui
- Menyusui dari payudara yang tidak sakit
- Tetap mengeluarkan ASI dari payudara yang putingnya lecet dengan cara dipompa
- Mengeluarkan sedikit ASI dan mengoleskannya pada puting yang lecet dan biarkan mengering
- Menggunakan bra menyusui yang nyaman dan berbahan katun
- Bila terasa sangat sakit, Mommy dapat mengonsumsi obat pereda nyeri seperti Paracetamol
Tips memakai krim pada puting
Pemakaian obat oles seperti krim pada puting sebaiknya didasarkan atas rekomendasi dokter.
Kandungan. Penggunaan krim tentunya harus memperhatikan kandungannnya dan disesuaikan dengan penyebab lecet dan nyeri puting. Misalnya kandungan antijamur untuk infeksi jamur, antibiotik untuk infeksi bakteri, atau pelembab.
Menjaga kelembaban puting juga dapat dilakukan dengan mengoleskan beberapa tetes ASI perah pada puting. Hingga saat ini, tidak ada bukti bahwa pengobatan lain, sepeti lanolin atau vaselin, lebih efektif.4
Jika menggunakan krim, sebaiknya Mommy mengoleskannya setelah menyusui. Sebagian besar krim tidak perlu dibilas sebelum pemberian ASI berikutnya.
Konsultasi dengan dokter
Mommy sebaiknya segera ke dokter ketika mengalami tanda-tanda infeksi berikut.4
- Pembengkakan payudara yang abnormal
- Peradangan
- Puting mengeluarkan nanah
- Demam atau menggigil
- Lecet tak kunjung sembuh setelah beberapa minggu walaupun sudah memperbaiki posisi menyusui dan pelekatan
Pastikan posisi menyusui dan pelekatan bayi dengan payudara yang benar untuk mencegah puting lecet.
Penulis :Â apt. Silvia Dwi Puspa Susanti, S.Farm. Tim Penulis Mommy 101 disadur dari berbagai sumber
Sumber
- Eveline, 2017, Nyeri Saat Menyusui: Bagaimana Mengatasinya, https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/nyeri-saat-menyusui-bagaimana-mengatasinya diakses tanggal 1 Mei 2021.
- Kent, J. et al. 2015, Nipple Pain in Breastfeeding Mothers: Incidence, Causes and Treatments, Int J Environ Res Public Health 12 (10): 12247 – 12263.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2013, Putting Susu Nyeri/Lecet, https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/puting-susu-nyeri-lecet diakes tanggal 1 Mei 2021.
- Leger, A., 2019, Cracked Nipples and Moist Wound Healing, https://www.breastfeedingnetwork.org.uk/moist-wound-healing/ diakses tanggal 1 Mei 2021.

