Bintik Merah pada Bayi
Pengertian
Bintik merah pada bayi dikenal juga dengan istilah ruam. Bintik merah dapat muncul pada berbagai bagian tubuh, seperti wajah, leher, kaki, tangan, dan area popok.
Pada umumnya, kondisi ini tidak menular, tidak berbahaya, dan dapat hilang dengan sendirinya. Meskipun begitu, bayi dapat merasa tidak nyaman sehingga harus segera ditangani.
Penyebab
Kulit bayi sangat sensitif dan rentan mengalami iritasi dan masalah kulit lain bila terpapar benda atau bahan penyebab iritasi. Berikut adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan bintik merah pada bayi.
- Alergi
- Cuaca panas
- Gesekan
- Udara lembap
- Bahan kimia
- Parfum
- Bahan pakaian atau perlengkapan bayi
- Tinja dan urine bayi
- Air liur
Penanganan dan pengobatan
Penanganan bintik merah pada kulit bayi bergantung penyebabnya. Oleh karena itu, Mommy harus memastikan terlebih dulu bahan atau benda apa yang terpapar pada bayi sebelum bintik merah muncul.
1. Ruam popok
Penyembuhan. Mommy dapat mencoba cara berikut jika bayi mengalami ruam popok.
- Sering mengganti popok dan seka kulit bayi dengan kain lembut dan basah. Hindari penggunaan tisu kemasan yang mengandung alkohol dan bahan kimia
- Gunakan popok dengan ukuran yang pas. Popok yang terlalu ketat dapat terus-menerus bergesekan dengan kulit bayi
- Pastikan tubuh bayi sudah benar-benar kering sebelum memakaikannya popok
- Pastikan Mommy mencuci tangan sebelum mengganti popok agar ruam tidak terinfeksi
- Gunakan krim untuk menjaga agar kulit bayi tetap lembap, seperti krim yang mengandung zinc oxide
- Kurangi makanan asam, seperti jeruk dan tomat, baik bagi Mommy yang menyusui maupun bayi yang sudah MPASI
2. Eksim
Eksim cukup sering ditemui pada bayi. Alergi kulit akibat makanan, deterjen pakaian, kain, atau bahan iritan lainnya dapat menjadi penyebab eksim.
Penyembuhan. Berikut cara mengobatinya.
- Menjaga kebersihan bagian tubuh yang mengalami eksim
- Menggunakan krim dan salep khusus bayi yang dijual bebas
- Menghentikan penggunaan atau konsumsi bahan iritan yang menyebabkan eksim
3. Ruam pada wajah
Air liur, dot, sisa makanan, dan kebiasaan bayi mengusap wajah juga dapat menimbulkan bintik merah pada kulit wajah bayi. Ruam akibat air liur biasanya dapat hilang dengan sendirinya.
Penyembuhan. Berikut beberapa cara yang dapat mempercepat penyembuhannya.
- Hindari menggosok wajah bayi saat membersihkannya dari sisa makanan. Cukup tepuk perlahan
- Hindari penggunaan losion yang mengandung parfum pada wajah bayi karena dapat menyebabkan iritasi
- Minimalkan penggunaan empeng
Pengobatan alami
Beberapa bahan alami dipercaya dapat membantu mengatasi bintik merah pada kulit bayi.
1. Air susu ibu (ASI)
Manfaat. ASI mengandung imunoglobulin yang dapat membantu mengatasi infeksi.
Cara penggunaan. Teteskan ASI pada bagian kulit yang mengalami bintik merah.
2. Minyak zaitun
Manfaat. Minyak zaitun dipercaya memiliki efek antiradang dan antimikroba sehingga dapat membantu menyembuhkan bintik merah dan meregenerasi kulit.
Cara penggunaan. Oleskan minyak zaitun pada bintik merah di kulit bayi.
3. Minyak Kelapa
Manfaat. Minyak kelapa dapat melembapkan, meredakan ruam, dan melindungi kulit bayi. Minyak kelapa murni lebih direkomendasikan karena masih memiliki sifat antiseptik dan antiradang.
Cara penggunaan. Oleskan minyak kelapa pada bintik merah di kulit bayi.
4. Oatmeals
Manfaat. Oatmeal dapat menenangkan kulit dan memiliki sifat antiradang.
Cara penggunaan. Larutkan secangkir oatmeal yang telah dihaluskan ke dalam air hangat. Biarkan bayi berendam sekitar 30 menit kemudian bilas dengan air hangat. Mommy juga dapat menambahkan yoghurt dan madu ke dalam campuran oatmeal.
Food and Drug Administration (FDA) sepakat bahwa mandi dengan oatmeal dapat melindungi kulit.
Pencegahan
Mommy dapat melakukan beberapa cara berikut untuk mencegah timbulnya bintik merah pada bayi.
- Sering mengganti popok bayi
- Menjaga kulit bayi tetap bersih dan kering dari keringat
- Gunakan detergen yang diformulasikan khusus untuk bayi
- Pilih pakaian bayi dengan bahan yang nyaman dan lembut
- Hindari makanan yang dapat memunculkan bintik merah pada bayi
- Hindari bahan yang bersifat iritan, seperti parfum atau bahan kimia lainnya
Tanda bahaya
Meskipun jarang, bintik merah pada bayi juga dapat mengindikasikan penyakit tertentu yang diakibatkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Oleh karena itu, segera bawa ke dokter jika bayi mengalami tanda dan gejala berikut.
- Demam, yang dapat menjadi pertanda bayi mengalami infeksi
- Bintik merah menetap selama lebih dari 1 minggu dan tidak membaik dengan pengobatan di rumah
- Bintik merah bertambah buruk dan meluas, terutama di sekitar mulut
- Muncul gatal-gatal yang disertai batuk, muntah, mengi, atau gangguan pernapasan lainnya. Hal ini mungkin pertanda bayi mengalami alergi yang serius
- Kaku pada leher, sensitif terhadap cahaya, dan kejang yang dapat mengindikasikan penyakit serius
Tidak semua bintik merah dapat diobati sendiri. Beberapa bintik merah merupakan pertanda dari penyakit infeksi yang membutuhkan perawatan medis oleh dokter.
FREQUENTLY ASKED QUESTION
Berapa lama bintik merah pada bayi akan hilang?
Pada umumnya, bintik merah akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, jika bintik merah tak kunjung hilang, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut. Ini bisa menjadi pertanda alergi atau infeksi.
Mengapa muncul bintik merah pada bayi?
Bintik merah pada bayi dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti alergi makanan atau kandungan perlengkapan bayi, cuaca panas, parfum, serta infeksi bakteri, virus, atau jamur.
Selain itu, tinja, urine, dan air liur juga dapat menyebabkan iritasi bagi kulit bayi yang sensitif.
Penulis : apt. Novita, S. Farm., M.Farm
Sumber
- Dix M. How to Spot and Take Care of Your Baby’s Rash. https://www.healthline.com/health/how-to-spot-and-take-care-of-your-babys-rash (diakses tanggal 21 Mei 2021)
- How Can I Treat My Baby’s Rashes Naturally?. https://www.medicinenet.com/how_can_i_treat_my_babys_rashes_naturally/article.htm (diakses tanggal 21 Mei 2021)

