Obat Diare untuk Ibu Menyusui
Gejala diare
Diare atau mencret adaalah buang air besar dengan feses yang tidak berbentuk atau cair dan frekuensi lebih dari 3 kali dalam 24 jam.
Gejala penyerta diare dapat berupa mual, muntah, nyeri perut, demam, dan dehidrasi.1
Penyebab diare
Penyebab diare antara lain virus, bakteri, amoeba, atau cacing.
Diare dapat diatasi dengan obat atau cara alami dengan prioritas berupa penggantian cairan dan elektrolit tubuh yang hilang. Berikut ulasan pengobatan diare pada ibu menyusui.
Obat diare yang aman
Sebelum mengonsumsi obat diare, pastikan terlebih dahulu keamanannya bagi ibu menyusui.
1. Loperamide
Cara kerja. Loperamide bekerja dengan cara mengurangi volume feses, meningkatkan kepadatan feses, serta meminimalkan hilangnya cairan dan elektrolit.
Dampak kepada ASI. Meskipun Loperamide dapat keluar melalui ASI, jumlahnya sangat sedikit dan tidak akan berpengaruh terhadap bayi.
Penggunaan. Sebaiknya Loperamide tidak dikonsumsi lebih dari dua hari.1,2
2. Arang aktif
Cara kerja. Arang aktif bekerja dengan cara menyerap racun penyebab diare sekaligus mencegah saluran cerna menyerap racun tersebut.
Dampak kepada ASI. Obat ini tidak diserap oleh tubuh sehingga bayi tidak akan terpapar arang aktif bila Mommy mengonsumsinya selama masa menyusui.2
3. Attapulgite
Cara kerja. Sama dengan arang aktif, Attapulgite juga bekerja dengan cara menyerap racun penyebab diare.
Dampak kepada ASI. Obat ini pun tidak diserap oleh tubuh sehingga aman dikonsumsi ibu menyusui.2
4. Kaolin-Pectin
Cara kerja. Kaolin-Pectin juga merupakan obat golongan adsorben yang bekerja dengan cara menyerap racun.
Cara kerja. Obat ini aman dikonsumsi ibu menyusui karena tidak diserap oleh tubuh.2
5. Oralit
Cara kerja. Oralit berperan mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh selama diare.
Kandungan. Oralit mengandung Natrium klorida, Natrium bikarbonat, Kalium klorida, dan Glukosa.1
Penggunaan. Oralit tersedia dalam bentuk kemasan komersial yang mudah disiapkan dengan cara dilarutkan ke dalam air.
Pembuatan. Namun, Mommy juga dapat membuat oralit sendiri.
Cairan pengganti oral ini dapat dibuat dengan mencampurkan 1/2 sendok teh garam, 1/2 sendok teh baking soda, dan 2-4 sendok makan gula ke dalam satu liter air.
Sebagai pengganti kalium, Mommy bisa mengonsumsi dua buah pisang atau secangkir jus jeruk.1
Kandungan obat diare yang sebaiknya diwaspadai
1. Bismuth subsalicylate
Risiko. Secara teori, paparan salicylate dalam dosis besar dan jangka panjang pada bayi berisiko menyebabkan sindrom Reye’s yang berbahaya.2
Kontra . Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa Bismuth subsalicylate aman dan efektif digunakan pada anak-anak, sehingga juga dapat digunakan pada ibu menyusui.
Hingga kini, dampak Bismuth subsalicylate masih menjadi perdebatan. Oleh karena itu, sebaiknya dihindari selama menyusui.2
2. Antibiotik
Penggunaan. Tidak semua diare perlu diobati dengan antibiotik. Antibiotik akan diberikan oleh dokter bila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa penyebab diare adalah infeksi bakteri. 1
Sebaiknya informasikan bahwa Mommy sedang menyusui agar dokter meresepkan antibiotik yang aman.
Pengobatan diare dengan probiotik
Bakteri baik
Probiotik yang juga dikenal sebagai bakteri baik terdiri dari Lactobacillus dan Bifidobacteria atau Saccharomyces baulardii.
Manfaat
Peningkatan jumlah bakteri baik di saluran cerna memiliki efek postif karena dapat mendukung flora normal usus dan menekan pertumbuhan mikroorganisme penyebab diare.
Produk
Probiotik dapat ditemukan pada produk yoghurt, yakult, atau suplemen probiotik. Selain berperan mengatasi diare, probiotik juga dapat mencegah terjadinya diare.
Pada umumnya, diare tidak berbahaya. Namun, bila dibiarkan dan berlangsung secara berkepanjangan, diare dapat mengancam jiwa. Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila diare tak kunjung membaik.
FREQUENTLY ASKED QUESTION
Apakah Diapet aman untuk ibu menyusui?
Diapet memiliki kandungan daun jambu biji, kunyit, buah mojokeling, dan kulit buah delima. Meskipun menggunakan bahan-bahan alami, hasil penelitian yang memastikan keamanan penggunaan Diapet pada ibu menyusui masih sangat terbatas.
Apa obat mencret untuk ibu menyusui?
Ibu menyusui dapat minum obat mencret berupa Arang aktif, Attapulgite, Kaolin-Pectin, dan Loperamide.
Selain mengonsumsi obat, yang terpenting dalam pengobatan diare adalah mengonsumsi cairan pengganti berupa Oralit. Oralit berperan untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh serta mencegah dehidrasi.
Kapan ibu menyusui harus ke dokter saat mengalami diare?
Mommy sebaiknya ke dokter bila mengalami kondisi berikut.
- diare disertai demam >38⁰C
- diare tidak kunjung membaik dalam waktu 2 hari
- frekuensi BAB >6 kali sehari
- feses berwarna hitam atau mengandung darah
- mengalami tanda-tanda dehidrasi, seperti bibir dan kulit kering serta buang air kecil semakin jarang
Penulis : apt. Silvia Dwi Puspa Susanti, S. Farm. Tim Penulis Mommy 101 disadur dari berbagai sumber
Sumber
- Amin, L.Z., 2015, Tatalaksana Diare Akut, CDK-230, Volume 42 No. 47.
- Nice, F. J., 2000, Breastfeeding and Over the Counter Medications, Jurnal of Human Lactation, 16 ($): 319-331.

