Obat Sariawan untuk Ibu Menyusui
Penyebab
Penyebab sariawan antara lain kekurangan vitamin C, kekurangan vitamin B12, tergigit, atau infeksi akibat bakteri, jamur, dan virus.
Lama penyembuhan
Luka sariawan menimbulkan rasa perih, dan kebanyakan akan sembuh dengan sendirinya dalam 7-14 hari.
Mommy dapat mengobati sariawan dengan menggunakan zat pemati rasa, antiseptik, atau bahan-bahan alami tertentu. Simak tips penanganan sariawan pada ibu menyusui berikut ini.
Obat sariawan yang aman
Obat sariawan umumnya berbentuk sediaan topikal, yaitu digunakan dengan cara dioleskan atau diaplikasikan pada permukaan mukosa mulut.
Berikut obat sariawan yang aman digunakan ibu menyusui.
1. Lidocaine2,3
Manfaat. Obat ini berperan mengurangi nyeri hebat, terutama bila sariawan berukuran besar.
Dampak pada ASI. Pengunaan Lidocaine topikal saat menyusui masih cukup aman karena pemberian di area mukosa hanya memberikan efek secara lokal dan tidak diserap oleh tubuh dalam jumlah yang banyak, sehingga tidak akan keluar melalui ASI.Â
Pengunaan. Lidocaine tersedia dalam bentuk sediaan topikal berupa salep, obat semprot, dan obat kumur. Mommy dapat menggunakan obat ini 2-3 kali sehari.
2. Povidone Iodine (Betadine)2,3
Manfaat. Povidone Iodine atau yang dikenal dengan betadine adalah antiseptik yang umum digunakan untuk mengatasi sariawan.
Penggunaan. Obat ini tersedia dalam bentuk obat kumur yang dapat digunakan hingga 4 kali sehari.
Dampak pada ASI. Meskipun penggunaan Iodine secara topikal dapat terdeteksi pada ASI, obat kumur ini aman bagi ibu menyusui.
3. Chlorhexidine gluconate2,3
Manfaat. Obat ini berperan sebagai antiseptik yang dapat membunuh bakteri maupun jamur.
Penggunaan. Chlorhexidine gluconate tersedia dalam bentuk obat kumur.
Dampak pada ASI. Masih belum diketahui secara pasti apakah penggunaan Chlorhexidine gluconate dapat dikeluarkan melalui ASI, namun World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa Chlorhexidine gluconate aman bagi ibu menyusui.
4. Kortikosteroid3
Penggunaan. Triamcinolone merupakan salah satu obat kortikosteroid dengan bentuk sediaan pasta yang dioleskan pada permukaan mukosa mulut.
Dampak pada ASI. Penggunaan kortikosteroid topikal ini aman untuk ibu menyusui.
Kandungan obat sariawan yang perlu dihindari
Meskipun sebagian besar obat sariawan topikal dianggap aman bagi ibu menyusui, beberapa obat berikut ini sebaiknya dihindari karena data keamanannya pada ibu menyusui masih terbatas.
1. Larutan hidrogen peroksida2,3
Penggunaan. Larutan hidrogen peroxida berperan sebagai antiseptik yang tersedia dalam bentuk sediaan obat kumur.
Dampak pada ASI. Obat kumur yang mengandung hidrogen peroxida terhadap bayi bila digunakan oleh ibu menyusui belum diketahui secara pasti. Oleh karena itu, sebaiknya Mommy menghindari penggunaannya selama menyusui.
2. Dequalinium chloride2,3
Penggunaan. Dequalinium chloride merupakan tablet isap yang bekerja sebagai antiseptik sekaligus mengurangi peradangan pada mulut dan tenggorokan.
Dampak. Tidak diketahui secara pasti apakah Dequalinium chloride dapat masuk ke ASI. Oleh karena itu, sebaiknya Mommy menghindari penggunaannya selama menyusui, kecuali dengan pengawasan dokter.
Pengobatan sariawan secara alami
Selain menggunakan obat, berikut adalah cara alami untuk mengatasi nyeri dan mengobati sariawan.1
1. Es batu
Manfaat. Es batu merupakan cara paling aman dan efektif untuk meredakan nyeri atau perih pada sariawan. Mommy dapat mengisap es batu atau es krim.
2. Kumur air garam
Manfaat. Air garam memiliki sifat antiseptik sehingga dapat mengobati sariawan.
Cara. Mommy dapat melarutkan 1 sendok teh garam ke dalam secangkir air hangat, lalu gunakan untuk berkumur selama 10–15 detik. Ulangi sebanyak 3-5 kali dan bilas dengan air biasa.
3. Madu
Manfaat. Madu telah terbukti efektif dan aman dalam mengurangi rasa nyeri pada sariawan minor, mempercepat proses penyembuhan, dan tidak menimbulkan efek samping apa pun.
Cara. Mommy dapat mengoleskan madu pada luka sariawan sebanyak 4 kali sehari selama 5 hari berturut-turut.
4. Cuka sari apel
Manfaat. Cuka sari apel memiliki sifat antibakteri yang dapat membantu membunuh kuman penyebab luka sariawan serta mempercepat pemulihan.
Cara. Larutkan 1 sendok makan cuka sari apel ke dalam setengah cangkir air hangat, lalu gunakan untuk berkumur selama 15-30 detik. Ulangi dua atau tiga kali, dan bilas mulut menggunakan air putih.
Pengobatan ini dapat dilakukan 2 kali sehari.
5. Minyak kelapa murni
Manfaat. Minyak kelapa murni memiliki kandungan senyawa antiradang yang dapat membantu mengurangi pembengkakan pada sariawan.
Cara. Mommy dapat mengolesi luka sariawan dengan bola kapas yang telah diberi minyak kelapa. Ulangi setiap beberapa jam sekali.
6. Air jeruk
Manfaat. Jeruk adalah sumber vitamin C yang bisa membantu mempercepat proses penyembuhan sariawan dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Cara. Minum air atau jus jeruk sebanyak 2 gelas setiap hari baik untuk penyembuhan sariawan.
7. Jus jambu
Manfaat. Jambu merah maupun jambu biji memiliki kandungan vitamin C yang sangat tinggi.
Cara. Oleh karena itu, minum jus jambu sangat disarankan bagi Mommy saat mengalami sariawan.100 gram jambu biji bisa mengandung sekitar 273 mg vitamin C.Â
Banyak faktor penyebab sariawan. Bila sariawan tak kunjung membaik dengan pengobatan sendiri sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Penulis : apt. Silvia Dwi Puspa Susanti, S.Farm. Tim penulis Mommy101 disadur dari berbagai sumber
Sumber
- AloclairPlus. 2021. Apa Saja Obat Sariawan yang Manjur? https://aloclair.id/article/apa-saja-obat-sariawan-yang-manjur (diakses tanggal 7 Juni 2021).
- Rahardja, K. 2010. Obat-obat Sederhana Gangguan Sakit Sehari-hari. Elex Media Komputindo. Jakarta. Halaman 140.
- Wolters Kluwer, 2021, Aplikasi Lexicomp Mobile.

