Posisi Menyusui
Posisi menyusui yang benar sangat memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif karena dapat membuat bayi dan Mommy merasa nyaman selama proses menyusui.
Ciri posisi menyusui yang benar
Dalam mendapatkan posisi menyusui yang benar, Mommy perlu memperhatikan posisi badan Mommy, posisi badan Mommy dan bayi, serta posisi mulut bayi dan payudara Mommy atau pelekatan.
Berikut ciri-ciri posisi menyusui yang benar.
- Posisi kepala dan badan bayi berada dalam satu garis yang lurus
- Mommy mendekap tubuh bayi dekat dengan tubuhnya
- Mommy menopang seluruh tubuh bayi dan bukan hanya kepala dan bahunya saja
- Mommy membawa bayi mendekat ke payudara dan kepala bayi mendongak sehingga bisa menelan dengan efektif
Jenis-jenis posisi menyusui
Berikut adalah 6 posisi menyusui yang benar yang bisa Mommy coba.
1) Cradle hold atau posisi menimang
Pada posisi cradle hold, salah satu tangan Mommy akan menekuk guna menopang tubuh bayi sehingga bayi dapat berbaring dengan nyaman. Jika bayi disusui pada payudara sebelah kanan, tangan Mommy yang digunakan untuk menopang tubuh bayi juga yang sebelah kanan.
Berikut cara melakukan posisi menyusu cradle hold.
- Gendong bayi dengan salah satu tangan Mommy. Pastikan posisi kepalanya ada di lengan Mommy yang tertekuk, dan perutnya di tubuh Mommy
- Pastikan posisi kepala bayi dan lengan Mommy yang tertekuk berada di sisi yang sama dengan payudara yang akan digunakan
- Agar leher bayi tidak tegang, jaga agar posisi kepala bayi tetap sejajar dengan bagian tubuhnya yang lain
- Coba gunakan bantal menyusui atau alas empuk lainnya untuk lebih meringankan beban tangan Mommy saat menopang bayi
Biasanya, posisi cradle hold diterapkan pada bayi yang sudah terbiasa menyusu tapi belum terlalu besar. Sementara untuk menyusui bayi yang baru lahir atau ukuran tubuhnya sudah lebih besar, posisi ini mungkin kurang efektif.
2) Cross-cadle hold atau posisi menyilang
Posisi menyusui cross cradle hold mirip dengan cradle hold. Hanya, tangan yang digunakan untuk menopang bayi pada posisi cross cradle hold berlawanan dengan payudara di mana bayi menyusu. Posisi ini akan memudahkan Mommy untuk melihat dan mengontrol pelekatan puting susu yang diisap oleh bayi.
Berikut cara melakukan posisi menyusui cross cradle hold yang benar.
- Gendong bayi di depan tubuh Mommy dengan posisi punggung dan lehernya sejajar
- Angkat punggung bayi dengan tangan sebelah kiri. Posisikan kepala bayi berada di sebelah kanan Mommy agar bisa menyusu pada payudara di sisi kanan. Atau, sebaliknya
- Biarkan bagian bawah tubuh bayi ditopang oleh siku tangan Mommy yang tertekuk
Posisi menyusui ini biasanya nyaman diterapkan pada bayi yang baru lahir.
3) Side-lying position atau posisi tiduran menyamping
Bila Mommy sedang merasa lelah dan tidak ingin menyusui dalam posisi duduk, berbaring bisa menjadi satu pilihan. Selain itu, posisi berbaring juga merupakan solusi terbaik bagi Mommy yang baru melalui operasi caesar.
Berikut cara melakukan posisi menyusui berbaring yang benar.
- Berbaringlah menghadap bayi
- Posisikan tubuh bayi agar bibirnya berada dekat puting payudara Mommy
- Miringkan tubuh bayi dan berikan sedikit dorongan pada punggungnya agar lebih mudah mencapai puting payudara Mommy
Sebagian bayi biasanya merasa lebih mudah menyusu dari payudara di posisi atas. Sementara sebagian lain mungkin lebih mudah mencapai payudara yang di bawah. Apa pun itu, sesuaikan dengan kenyamanan bayi.
Selama memberikan ASI dengan posisi berbaring, sebaiknya singkirkan semua bantal maupun selimut yang ada di dekat bayi. Usahakan agar bayi tidak tertidur saat menyusu.
4) Football/clutch hold atau posisi mengempit
Posisi ini dilakukan dengan cara mengapit bayi di bawah lengan Mommy. Posisi ini tepat digunakan untuk Mommy dengan riwayat melahirkan caesar dan yang memiliki payudara besar. Selain itu, posisi ini juga sangat nyaman digunakan untuk menyusui bayi kembar secara bersamaan.
Berikut cara melakukan posisi menyusui football hold yang benar.
- Posisikan tubuh bayi di sisi payudara yang akan digunakan
- Gunakan tangan pada sisi yang sama untuk menopang tubuh bayi
- Tekuk lengan Mommy dengan telapak tangan menghadap ke atas seolah sedang memegang bola untuk menopang leher bayi
- Biarkan punggung dan tubuh bayi ditopang oleh tangan Mommy dan dekatkan di samping tubuh Mommy
- Pastikan kaki bayi terselip di bawah lengan Mommy
- Jika perlu, tangan satunya lagi yang bebas bisa digunakan untuk memegang payudara yang dipakai menyusui dari arah bawah
Supaya lebih nyaman, Mommy bisa meletakkan bantal menyusui maupun alas lainnya untuk menyangga lengan Mommy.
5) Laid-back position atau posisi semi duduk
Posisi semi duduk merupakan posisi alami yang biasanya dilakukan ketika Mommy menyusui bayi pertama kali. Kebanyakan Mommy menyukai posisi ini karena dirasa dapat membuat waktu menyusui lebih santai.
Berikut tahapan untuk melakukan posisi semi duduk.
- Sandarkan punggung pada sebuah bantal yang menempel ke dinding, kursi, atau sandaran tempat tidur
- Posisikan perut bayi di bawah payudara Mommy dan kepala bayi sejajar dengan payudara
- Pastikan hidung bayi tidak tertekan dan lehernya tidak menekuk
Posisi ini bisa dilakukan di mana saja, selama tersedia tempat yang nyaman untuk bersandar.
6) Sitting baby atau posisi bayi duduk
Posisi ini dilakukan ketika bayi berada dalam posisi duduk. Namun, sebelum mencoba posisi yang satu ini, pastikan bayi sudah cukup kuat untuk duduk sendiri.
Berikut tahapan menyusui dengan posisi bayi sambil duduk.
- Duduklah dalam posisi tegak dan posisikan bayi untuk duduk menghadap tubuh Mommy
- Bayi yang baru mahir duduk sendiri bisa dibantu dengan bersandar pada tangan Mommy yang melingkari tubuhnya
- Pastikan leher dan punggung bayi lurus sejajar
- Pastikan hidung bayi tidak tertekan dan dapat bernapas dengan lancar
Menyusui dengan posisi bayi sambil duduk biasanya tepat digunakan saat bepergian.
Demikian macam-macam posisi menyusui yang benar, yang dapat mencegah Mommy merasa kesakitan dan mengoptimalkan asupan ASI bayi.
Penulis : Dian Kusumawardani, S.Sos, Konselor Menyusui – Tim penulis Mommy101 disadur dari berbagai sumber
Sumber
- Prasetyono, Dwi. Sunar. 2012. Buku Pintar ASI Eksklusif. Yogyakarta : Diva Press.
- Roesli, Utami. dr. Sp.A, IBCLC, FABM. Panduan Praktis Menyusui. Jakarta : Sentra Laktasi Indonesi.
- Umar, Nia. S.Sos, MKM, IBCL. 2014. Multitasking Breastfeeding Mama. Jakarta : Pustaka Bunda.

