Flashcard untuk Bayi
Apa itu flashcard
Flashcard adalah set kartu yang biasa digunakan untuk pembelajaran bahasa.
Pada usia bayi dan balita, flashcard umumnya digunakan untuk pengenalan abjad, nama hewan, angka, dan lainnya dengan gambar yang menarik.
Pendapat pro pengunaan flashcard
Banyak orang yang beranggapan bahwa bermain flashcard memiliki banyak manfaat untuk bayi. Berikut beberapa di antaranya.
- Mempertajam memori
- Menambah kosakata
- Menstimulasi otak
- Melatih konsentrasi
- Merangsang kemampuan mendengar dan berbicara
- Melatih koordinasi mata dan otak
- Mempererat hubungan Mommy dan bayi
Pendapat kontra pengunaan flashcard
Meskipun dianggap memiliki banyak manfaat, sebagian pakar sepakat bahwa bermain flashcard tidak sesuai untuk usia bayi.
1. Flashcard tidak banyak menambah kosakata bayi
Para ahli menyebutkan bahwa bermain flashcard tidak membuat kemampuan linguistik bayi meningkat dengan cepat.
Stimulasi yang paling tepat untuk menambah kosakata bayi adalah dengan sering mengajak bayi bicara, menyanyi, dan mendengarkan cerita atau lagu.
2. Menghafal tidak cocok untuk bayi
Otak bayi dianggap belum siap untuk menghafal. Mengajak bayi bermain flaschcard termasuk dalam kategori memberikan stimulasi berlebih terhadap kognitif bayi yang justru bisa memberikan dampak negatif.
3. Bayi belajar dari lingkungan
Bayi justru dapat lebih banyak belajar dari lingkungan sekitarnya, bukan belajar dari flashcard.
Bayi akan belajar berkomunikasi dengan meniru cara orang tua berbicara dan berekspresi serta belajar mengenali benda dengan menyentuh dan memainkannya.
4. Tidak melatih sensomotorik
Di usia awal pertumbuhan, lebih penting untuk melatih kemampuan sensorik dan motorik bayi dibandingkan kemampuan memorinya. Sedangkan, ketika bermain flashcard, bayi dituntut untuk diam dan memperhatikan.
Panduan bermain flashcard dengan bayi
1. Mulai usia 6 bulan
Flashcard sebagai media belajar dapat digunakan ketika bayi memasuki usia 6 bulan. Di usia tersebut, perkembangan otak bayi sedang berada di fase yang sangat pesat.
2. Pilih waktu yang tepat
Lakukan permainan ini di tengah-tengah waktu bermain bayi. Hindari mengajak bayi bermain flashcard ketika ia sedang mengantuk, lapar, lelah, atau rewel.
3. Gunakan 10 kartu
Dalam setiap sesi bermain, cukup gunakan 10 kartu.
Tunjukkan gambar pada kartu satu per satu sambil menyebutkan namanya dan terus menjaga kontak mata dengan bayi. Ulangi beberapa kali.
Ingat, ketika menunjukkan kartu, tidak perlu terlalu lama. Cukup sedetik saja.
4. Tebak-tebakan
Setelah beberapa kali bermain 1 set kartu yang sama, ajak bayi untuk menunjuk kartu mana yang Mommy sebutkan.
Misalnya, ketika menyebut ‘kuda’, ajari bayi untuk menunjuk gambar kuda.
Lakukan berulang-ulang sampai bayi paham mana yang disebut gambar kuda.
5. Hentikan ketika bayi bosan
Mommy harus membangun suasana belajar yang ceria dan antusias agar bayi ikut bersemangat. Namun, jika bayi mulai tidak fokus dan mengalihkan perhatian, sebaiknya Mommy beralih ke permainan yang lain.
Memilih flash card
1. Memilih bahan
Flashcard untuk bayi umumnya terbuat dari bahan yang tidak mudah lentur dengan ukuran yang mudah digenggam.
2. Memilih design
Pilih flaschcard yang berlatar putih polos dengan tulisan serta gambar yang berukuran cukup besar dan jelas.
Menggunakan flashcard untuk bayi memang menimbulkan pro dan kontra, tetapi Mommy tetap bisa menggunakannya sebagai salah satu media bermain asal tidak berlebihan.
Ditulis oleh : Reffi Dhinar – Tim Penulis Mommy 101 disadur dari berbagai sumber
Sumber
- British Council. Using flash cards with young learners. https://www.teachingenglish.org.uk/article/using-flash-cards-young-learners (diakses tanggal 11 Mei 2021)
- Lew-Williams, Casey. 2016. Forget flash cards, play with sticks.An expert explains how children learn. https://www.weforum.org/agenda/2016/10/forget-flashcards-play-with-sticks-an-expert-explains-how-children-learn/ (diakses tanggal 11 Mei 2021)
- Emm. 2014. Baby and infant visual development. http://baby-brain.co.uk/baby-and-infant-visual-development/ (diakses tanggal 11 Mei 2021)

