Bayi Susah Makan
Penyebab
Bayi susah makan umumnya disebabkan oleh beberapa hal berikut :
- Bayi merasa bosan atau benar-benar tidak menyukai makanannya
- Bayi mungkin ingin naik tekstur makan
- Bayi lebih tertarik mengeksplorasi lingkungannya
- Bayi trauma dengan sendok atau aktivitas makan karena pernah dipaksa makan
- Bayi sedang tumbuh gigi atau sariawan
- Bayi sedang tidak enak badan seperti batuk atau pilek
- Adanya faktor psikologis, seperti pergantian pengasuh, ditinggal orang tua, atau marah.
Penanganan
Cara yang dapat Mommy lakukan untuk menangani bayi susah makan antara lain sebagai berikut:
1. Memberi contoh
Bayi cenderung meniru apa pun yang ia lihat, oleh karena itu berikan contoh secara langsung dengan makan bersama anggota keluarga.
2. Menetapkan jadwal makan
Patuhi jadwal makan untuk mengenalkan, mengingatkan, dan membiasakan bayi pada waktu makannya.
Selain itu, batasi waktu makan bayi maksimal 30 menit. Habis ataupun tidak habis, sudahi aktivitas makan bayi.
3. Menyiapkan makanan favorit bayi
Ulangi menu makanan favoritnya beberapa kali, namun jangan sampai bayi merasa bosan.
4. Ciptakan suasana makan yang menyenangkan
Saat memberi makan bayi, pastikan perhatian Mommy terfokus pada bayi.
Limpahkan kasih sayang pada bayi serta hindari memaksa atau memberikan ancaman.
5. Menyiapkan menu yang bervariasi
Selain mencegah rasa bosan, menyiapkan menu makanan yang bervariasi juga bermanfaat untuk memberikan bayi asupan zat gizi yang berbeda-beda sehingga kebutuhan gizi bayi tercukupi.
6. Menyesuaikan tekstur makanan
Naikkan atau turunkan tekstur MPASI sesuai keinginan bayi.
- Ketika sedang tidak enak badan, berikan bubur yang lebih lembek dan halus sehingga tidak perlu dikunyah lama.
- Ketika sedang tumbuh gigi, berikan buah potong yang dingin untuk meringankan rasa tak nyaman pada gusi.
Contoh menu MPASI
Mommy dapat mencoba berbagai kreasi makanan dan cara penyajiannya agar bayi merasa tertarik, seperti berikut ini:
1. Creamy chicken macaroni untuk usia 10 bulan +
Berikut adalah cara membuat menu creamy chicken macaroni:
Bahan
Bahan- bahan yang dibutuhkan adalah:
- 1 genggam makaroni elbow
- 3 – 5 potong dada ayam fillet, rebus lalu suwir halus
- 1 buah wortel baby, parut
- 1 cangkir susu formula yang sudah diseduh air
- 2 siung bawang merah, cincang
- 1 siung bawang putih, geprek lalu cincang
- 1 sdm margarin
- Keju parut secukupnya
- Air untuk merebus makaroni
Cara memasak
Berikut cara langkah- langkah memasak nya:
- Rebus makaroni hingga empuk
- Tuangkan 1 sdm minyak goreng pada air rebusan agar makaroni tidak lengket, lalu angkat dan tiriskan
- Panaskan margarin, lalu tumis bawang merah dan bawang putih hingga wangi
- Masukkan suwiran ayam rebus, aduk beberapa saat
- Tuang susu, aduk hingga susu mendidih
- Masukkan parutan wortel, aduk sebentar
- Bila susu sudah mulai mengental, masukkan keju parut lalu aduk hingga kuah susu mengental
- Campurkan makaroni ke dalam kuah susu, siap disajikan
2. Perkedel tahu sayur untuk usia 8 bulan +
Berikut ini adalah cara membuat menu perkedel tahu sayur
Bahan
Bahan- bahan yang dibutuhkan adalah:
- 5 buah tahu putih
- 1 buah wortel, parut
- 1 sdm bawang goreng
- 1 sdm daun bawang
- 2 siung bawang putih
- 1 sdm tepung terigu
- 1 butir telur ayam
Cara memasak
Berikut cara langkah- langkah memasak nya:
- Haluskan bawang putih dan tahu
- Potong tipis daun bawang, lalu campurkan pada adonan tahu yang sudah dihaluskan
- Tambahkan tepung terigu, telur, bawang goreng, dan wortel parut. Aduk rata
- Bentuk adonan seperti perkedel pada umumnya
- Siapkan wajan berisi minyak panas lalu goreng hingga keemasan
Rekomendasi suplemen
Vitamin dan suplemen bisa diberikan untuk mencukupi kebutuhan mikronutrien yang tidak terpenuhi dari asupan makanan sehari-hari.
Berikut jenis suplemen vitamin yang dapat diberikan pada bayi:
Vitamin A
Sesuai anjuran WHO, vitamin A diberikan satu kali pada bayi usia 6 – 11 bulan sebesar 100.000 IU dan satu kali pada anak usia 12-59 bulan sebesar 200.000 IU.
Program pemberian vitamin A Kementerian Kesehatan RI adalah setiap bulan Februari dan Agustus.
Vitamin D
IDAI merekomendasikan pemberian suplementasi vitamin D sebesar 400 IU per hari pada bayi usia 0-12 bulan, apa pun makanannya.
Zat besi
Sebaiknya diberikan secara rutin setiap hari selama 3 bulan berturut-turut setiap tahunnya, sejak bayi berusia 6 bulan.
Zink
Berikan secara rutin selama minimal 2 bulan berturut-turut setiap 6 bulan sekali, pada bayi usia 6-23 bulan.
Makan merupakan proses belajar bagi bayi. Bila bayi susah makan, hindari memaksanya makan agar proses makan tetap dirasakan menyenangkan dan positif untuk bayi.
FREQUENTLY ASKED QUESTION
Apa penyebab bayi susah makan?
Umumnya, bayi susah makan bila kehilangan selera makan, terlalu asik bermain, sedang mengalami tumbuh gigi, atau mengalami masalah kesehatan yang menyebabkan rasa tak nyaman.
Apakah tumbuh gigi membuat anak tidak mau makan?
Ya, proses tumbuh gigi, biasanya akan disertai dengan nyeri dan gatal pada gusi. Hal ini membuat bayi merasa tidak nyaman dan enggan untuk makan.
Penulis: Silvia – Tim penulis Mommy101, disadur dari berbagai sumber.
Sumber
- Sufa, F. F. 2014. Menu Sedap utuk Anak Susah Makan. Ajarmasak. Yogyakarta: halaman 11.
- Aning, I.P. 2020. Menu Sehat dan Antialergi MPASI. Genta Group Production. Sidoarjo: halaman 70-72.
- Wirahmadi, A. 2017. Pelukah Suplementasi Vitamin dan Mineral pada Bayi dan Anak? https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perlukah-suplementasi-vitamin-dan-mineral-pada-bayi-dan-anak (diakses tanggal 13 Juli 2021).

