Bolehkah Ibu Hamil Minum Obat
Konsumsi obat selama kehamilan memerlukan pengawasan dari dokter, apoteker, atau bidan untuk memastikan obat benar-benar aman bagi Mommy dan janin.
Meskipun begitu, sebisa mungkin hindari penggunaannya bila memungkinkan, misalnya bisa diatasi dengan pengobatan alami atau hanya berupa keluhan ringan.
Kondisi apa yang tidak boleh lepas obat?
Obat-obatan harus tetap diminum secara rutin saat hamil apabila Mommy mengidap kondisi berikut.
- Asma
- Epilepsi
- Diabetes melitus
- Hipertensi
- Depresi
Kondisi-kondisi tersebut dapat lebih berbahaya bila tidak diobati. Sehingga konsumsi obat diperlukan agar Mommy tetap sehat dan penyakit Mommy terkontrol selama kehamilan.
Meskipun begitu, tetap konsultasikan dulu dengan dokter mengenai obat yang biasa Mommy konsumsi. Dokter akan memutuskan apakah obat tersebut aman atau perlu diganti dengan obat-obatan lain.
Fakta tentang obat
#1: Obat flu
Fakta. Obat flu yang aman dikonsumsi selama kehamilan antara lain Diphenhydramine dan Pseudoefedrin.
#2: Obat batuk
Fakta. Selama kehamilan, Mommy bisa mengonsumsi Dextromethophan untuk mengatasi batuk kering. Sedangkan Guaifenesin, Gliseril Guaiakolat, atau Bromhexin aman dikonsumsi bila Mommy mengalami batuk berdahak.
#3: Obat alergi
Fakta. Obat alergi yang dapat dikonsumsi ibu hamil adalah Diphenhydramine, Loratadine, atau Cetirizine. Selain itu, gejala alergi berupa gatal pada kulit juga dapat diatasi menggunakan obat luar berbentuk salep, bedak, atau krim.
#4: Obat maag
Fakta. Beberapa obat maag yang aman dikonsumsi saat hamil adalah Antasida yang berupa Alumunium hidroksida atau Magnesium hidroksida, Famotidine, dan Ranitidine.
#5: Obat demam
Fakta. Mommy dapat mengonsumsi Parasetamol untuk meringankan demam.
#6: Obat sakit kepala
Fakta. Obat sakit kepala yang aman digunakan selama kehamilan adalah Parasetamol. Sementara itu, obat antiinflamasi nonsteroid (AINS) seperti Diklofenak atau Asam mefenamat sebaiknya dihindari karena berisiko menyebabkan keguguran.
#7: Obat sakit gigi
Fakta. Sama halnya dengan pengobatan sakit kepala, obat pereda nyeri yang aman digunakan pada sakit gigi adalah Parasetamol.
#8: Obat mual muntah
Fakta. Beberapa wanita dengan keluhan mual muntah memerlukan obat demi mencegah sekaligus mengatasi kondisi dehidrasi dan malnutrisi. Beberapa obat mual muntah yang aman dikonsumsi selama hamil antara lain Diphenhydramine, Ondansetron, dan Vitamin B6.
#9: Antibiotik
Fakta. Beberapa antibiotik yang aman digunakan adalah Amoxycillin, Ampicilin, dan Cephalosporin.
Bila Mommy mengalami gejala infeksi, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan meresepkan antibiotik yang sesuai dengan penyebab infeksi dan juga aman bagi ibu hamil.
#10: Obat cacing
Fakta. Obat cacing yang sering dijumpai di pasaran memiliki kandungan Pyrantel Pamoate yang diserap oleh tubuh hanya dalam jumlah kecil, sehingga tidak dapat menembus plasenta dan memengaruhi janin.
#11: Obat antimabuk perjalanan
Fakta. Obat antimabuk perjalanan umumnya mengandung Dimenhydrinate. Obat ini dapat masuk melalui plasenta, namun tidak meningkatkan risiko abnormalitas janin ketika digunakan selama kehamilan.
Dimenhydrinate kadang juga dipakai sebagai pengobatan untuk mengatasi mual muntah pada kehamilan.
FREQUENTLY ASKED QUESTION
Apakah ibu hamil boleh minum obat herbal?
Obat herbal sering kali dianggap memiliki efek samping yang lebih sedikit. Namun, tidak semua obat herbal mencantumkan seluruh kandungannya pada kemasan.
Selain itu, penelitian terkait keamanan penggunaan obat herbal pada wanita hamil juga masih sangat terbatas.4 Oleh karena itu, sebaiknya Mommy menghindari penggunaan obat herbal selama kehamilan.
Bila Mommy tetap ingin mengonsumsinya, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker.
Apakah semua vitamin aman diminum oleh ibu hamil?
Sebagian besar vitamin aman dikonsumsi karena dibutuhkan selama kehamilan.
Namun, konsumsi vitamin A secara berlebihan dapat menyebabkan cacat pada janin. Vitamin A dapat diperoleh dari makanan seperti wortel, bayam, atau pepaya. Mommy tidak disarankan untuk menambah asupan vitamin A dengan mengonsumsi multivitamin tanpa anjuran dari dokter.5
Apakah ibu hamil boleh minum obat untuk mengatasi gangguan tidur?
Salah satu obat yang dapat diminum untuk mengatasi gangguan tidur adalah Diphenhydramine. Namun, obat ini tidak disarankan untuk dikonsumsi terus-menerus.
Pahami penyebab gangguan tidur agar Mommy dapat mengatasinya dengan tuntas.
Bagaimana tips agar ibu hamil dapat mengonsumsi obat yang aman?
Berikut panduan untuk memastikan keamanan obat yang Mommy konsumsi.
- Konsultasikan dengan dokter atau apoteker
- Baca informasi pada kemasan atau brosur obat terkait keamanannya bagi ibu hamil
- Cermati komposisi obat. Pastikan semua bahan aktif yang terkandung dalam obat aman dikonsumsi ibu hamil
- Gunakan obat sesuai dosis dan aturan pakai yang dianjurkan
- Segera konsultasikan dengan dokter bila terlanjur mengonsumsi obat yang berisiko bagi ibu hamil. Dokter akan memonitor dan memberi penanganan sesuai kondisi tumbuh kembang janin
Bila sudah terlanjur minum obat tanpa mengetahui keamanannya, Mommy tidak perlu panik. Umumnya, obat hanya dapat memengaruhi janin bila dikonsumsi dalam dosis tinggi atau jangka panjang.
Tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegah obat masuk ke plasenta. Mommy cukup melakukan kontrol rutin untuk memastikan tumbuh kembang janin.
Ditulis oleh : Silvia – Tim Penulis Mommy 101 disadur dari berbagai sumber
Sumber
- https://www.cdc.gov/pregnancy/meds/treatingfortwo/facts.html
- https://www.just.edu.jo/DIC/Manuals/Evidence%20of%20drug%20safety%20in%20pregnancy.pdf
- https://my.clevelandclinic.org/health/drugs/4396-medicine-guidelines-during-pregnancy
- https://www.nhs.uk/pregnancy/keeping-well/medicines/
- https://www.nhs.uk/conditions/vitamins-and-minerals/vitamin-a/

