Susu Formula untuk Bayi Baru Lahir
Kondisi medis bayi baru lahir boleh minum susu formula
Bayi sebaiknya mendapatkan ASI eksklusif sejak dilahirkan hingga berusia 6 bulan, kecuali terdapat kondisi khusus seperti:
Bayi hanya dapat menerima susu dengan formula khusus
Bayi dapat memiliki kelainan metabolisme bawaan, yaitu tidak mempunyai enzim yang diperlukan untuk mencerna komponen dalam susu, seperti:
- Bayi dengan galaktosemia klasik, yaitu bayi tidak memiliki enzim galactose-L-phosphate uridyltransferase yang diperlukan untuk mencerna galaktosa, hasil penguraian laktosa, sehingga bayi memerlukan formula khusus bebas galaktosa
- Bayi dengan penyakit kemih beraroma sirup maple (maple syrup urine disease), yaitu tubuh bayi tidak dapat mencerna protein jenis leusin, isoleusin, dan valine sehingga memerlukan formula khusus bebas leusin, isoleusin, dan valin
- Bayi dengan fenilketonuria, yaitu bayi memerlukan formula khusus bebas fenilalanin. Dalam kondisi ini, ASI masih dapat diberikan dengan pengawasan dokter spesialis anak yang kompeten
Bayi membutuhkan makanan lain selain ASI
Beberapa bayi memerlukan asupan selain ASI dalam jangka waktu tertentu.
Kriterianya adalah sebagai berikut:
- Bayi lahir dengan berat badan kurang dari 1500 gram
- Bayi lahir pada usia kehamilan kurang dari 32 minggu
- Bayi baru lahir yang berisiko hipoglikemia, yaitu bayi yang memiliki Mommy pengidap diabetes dan gula darahnya gagal merespons pemberian ASI
Kondisi medis Mommy tidak memungkinkan pemberian ASI
Terkadang pemberian ASI tidak dimungkinkan karena Mommy mengidap penyakit tertentu, seperti berikut:
- Menderita Human Immunodeficiency Virus (HIV). ASI eksklusif hanya boleh diberikan bila bayi juga positif HIV. Selain itu, Mommy dan bayi juga harus mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) karena virus ini dapat ditularkan melalui ASI
- Menderita penyakit parah sehingga tidak mampu merawat bayi, seperti sepsis atau demam tinggi hingga tidak sadarkan diri
- Menderita infeksi Virus Herpes Simplex tipe 1 (HSV-1) dan HSV-2 di payudara
- Menjalankan pengobatan yang mengharuskan konsumsi obat penenang, obat opioid, atau obat antiepilepsi atau sedang menjalani kemoterapi atau radioterapi
- Menderita HbsAg (+), dan bayi belum mendapatkan vaksinasi hepatitis yang pasif dan aktif
- Menderita Virus Human T-lymphotropic Virus (HTLV) tipe 1 dan 2 yang juga menular melalui ASI
- Perokok, peminum alkohol, atau pengguna obat-obatan terlarang
- Kelenjar mammae Mommy tidak memadai sehingga produksi ASI minim
- Baru atau pernah menjalani operasi payudara yang merusak kelenjar atau saluran ASI
Mommy tidak ada atau terpisah dari bayi
Pemberian susu formula dibolehkan ketika Mommy terpisah dari bayi, seperti:
- Mommy meninggal dunia, sakit berat, atau menderita gangguan jiwa berat
- Mommy tidak diketahui keberadaannya
- Mommy terpisah dari bayi karena bencana atau kondisi lainnya
Aturan pemberian susu formula
Berikut adalah aturan pemberian susu formula untuk bayi:
Takaran pemberian
Takaran pemberian susu formula bagi bayi harus disesuaikan dengan umur dan kondisi bayi yang tertera pada kemasan.
Berikut panduan umumnya:
- Bayi baru lahir : 30 – 60 ml setiap menyusu
- Bayi 1-2 bulan. : 90 – 120 ml setiap menyusu
- Bayi 2-6 bulan : 120 – 180 ml setiap menyusu
- Bayi 6-12 bulan : > 240 ml setiap menyusu
Jadwal pemberian
Berikan susu formula setiap 2 hingga 3 jam sekali atau ketika bayi menunjukkan tanda-tanda lapar, seperti menggerakkan kepala dan mulutnya atau memasukkan jari-jarinya ke dalam mulut.
Risiko memberikan susu formula pada bayi baru lahir
Berikut adalah risiko yang dapat dialami dari pemberian susu formula bagi bayi:
- Meningkatkan risiko asma
- Meningkatkan risiko alergi
- Menghambat perkembangan kognitif
- Meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut
- Meningkatkan risiko oklusi pada gigi anak
- Meningkatkan risiko infeksi akibat susu formula atau botol terkontaminasi bakteri
- Meningkatkan risiko kanker pada anak-anak
- Meningkatkan risiko diabetes
- Meningkatkan risiko penyakit jantung
- Meningkatkan risiko obesitas
- Meningkatkan risiko infeksi saluran pencernaan
- Meningkatkan risiko infeksi telinga
Tips memilih susu formula
Berikut beberapa tips untuk memilih jenis susu formula yang tepat bagi bayi baru lahir:
- Pilih jenis susu formula sesuai usia dan kebutuhan dan kondisi medis bayi, misalnya susu formula bebas galaktosa untuk bayi dengan galaktosemia klasik
- Pilih susu formula berbahan dasar susu sapi sebagai permulaan
- Cermati apakah bayi memiliki reaksi alergi terhadap susu formulanya
- Berkonsultasilah dengan dokter spesialis anak untuk menentukan jenis susu formula yang tepat
Pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter, untuk melihat apakah bayi perlu direkomendasikan susu formula atau tidak.
FREQUENTLY ASKED QUESTION
Apakah bayi baru lahir boleh diberi susu formula?
Ya, susu formula dapat diberikan pada bayi baru lahir apabila terdapat indikasi medis tertentu baik dari Mommy maupun bayi, Mommy tidak ada, atau Mommy terpisah dari bayi.
Berapa jam sekali bayi harus minum susu formula?
Bayi dapat diberikan susu formula setiap 2 hingga 3 jam sekali, atau kapan pun bayi merasa lapar dan menginginkannya.
Penulis : apt. Silvia Dwi Puspa Susanti, S.Farm. Tim penulis Mommy101, disadur dari berbagai sumber.
Sumber
- Marnoto, B. W. 2013. Pemberian Susu Formula pada Bayi Baru Lahir. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pemberian-susu-formula-pada-bayi-baru-lahir (diakses tanggal 31 Juli 2021)
- Sears, W. dan Martha S. 2003. The Baby Book. New York. Littlem Brown, and Company: 282-283
- Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2013 tentang Susu Formula Bayi dan Produk Bayi Lainnya. https://aimi-asi.org/storage/app/media/pustaka/Dasar-Dasar%20Hukum/Permenkes%20No.%2039%20Th.%202013%20Tentang%20Formula%20Bayi%20dan%20Produk%20Lainnya.pdf (diakses tanggal 1 Agustus 2021)
- Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia. 2017. Alasan Medis untuk Tidak Menggunakan Pengganti ASI. https://aimi-asi.org/layanan/lihat/alasan-medis-pengganti-asi (diakses tanggal 1 Agustus 2021)

