Memerah ASI
Tips memerah ASI
Untuk memenuhi pasokan ASI bayi sehingga proses pemberian ASI eksklusif berjalan lancar, Mommy harus dapat memerah ASI secara teratur.
Berikut adalah tips yang bisa Mommy terapkan agar sukses memompa ASI:
- Cari informasi lengkap seputar memerah ASI. Mulai dari cara melakukannya, cara memilih pompa ASI yang tepat, cara menentukan jadwal memerah, dan sebagainya
- Lakukan secara rutin. Buat jadwal memerah yang rutin, misalnya memerah selama 10 menit pada masing-masing payudara setiap 2-3 jam sekali
- Pikirkan tentang bayi untuk membantu memicu LDR (let-down reflex). Mommy bisa memerah sambil melihat foto bayi
- Syukuri hasil ASIP yang didapatkan saat memerah, berapa pun banyaknya
Manfaat memerah ASI
Berikut beberapa manfaat memerah ASI yang bisa dirasakan oleh semua Mommy:
- Membantu menjaga produksi ASI
- Menghindari payudara bengkak dan mencegah mastitis
- Membantu bayi yang kesulitan menyusu secara langsung
- Menghasilkan ASIP yang bisa menjadi salah satu bahan dalam membuat MPASI
- Mempertahankan pasokan ASIP saat Mommy tidak bisa menyusui secara langsung
- Membantu bayi melekat pada payudara, karena umumnya bayi sulit melekat pada payudara yang bengkak
- Membantu penyediaan ASIP saat proses relaktasi
Teknik memerah ASI
Memerah ASI dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:
1. Memerah ASI dengan tangan
Memerah dengan tangan merupakan cara yang praktis, efisien, dan dapat dibarengi dengan memijat payudara sehingga pengosongan payudara akan lebih optimal.
Berikut cara memerah ASI dengan tangan yang dapat Mommy praktikkan.
- Pastikan tangan dalam keadaan bersih
- Siapkan cangkir, gelas, atau mangkuk yang bersih. Tuangkan air panas dan biarkan selama beberapa menit untuk mensterilkan wadah. Apabila sudah siap untuk memerah ASI, buang airnya
- Posisikan badan condong ke depan dan sangga payudara dengan tangan
- Bentuk huruf C dengan jari telunjuk dan jempol, tempelkan di payudara tepat di atas garis aerola atau di dalam lingkaran aerola, tergantung pada diameter aerola
- Posisikan jari yang membentuk huruf C di titik jam 12 dan 6, lalu ganti di titik jam 3 dan 9
- Tekan ke arah rongga dada (tekan ke dalam) lalu tarik sambil dorong ke arah puting
- Lakukan berulang, kemudian pindah posisi mengikuti posisi jam-jam di atas, atau ganti dengan tangan satunya. Setelah dirasa cukup, pindah payudara
- Pijat bagian payudara yang mengeras atau bergrenjel dari pangkal ke puting
- Usahakan memijat seluruh bagian payudara, karena biasanya bagian dekat ketiak tidak terpegang
- Setelah memijat, lanjutkan memerah dengan tehnik yang sama. Beberapa menit kemudian, pijat lagi lalu perah, dan seterusnya. Cara ini biasanya akan lebih bisa memaksimalkan keluarnya ASI
Hindari menekan atau menarik puting susu saat memerah ASI karena cara ini tidak membuat ASI keluar.
2. Memerah ASI dengan pompa manual
Ada berbagai tipe pompa ASI manual, hindari memilih pompa manual dengan model terompet karena karetnya sulit dibersihkan dan bisa menjadi tempat kuman.
Kelebihan. Pompa ASI manual lebih murah dan mudah digunakan di mana saja tanpa perlu mencari sumber listrik.
Kekurangan. Penggunaan pompa manual yang rutin dan intensif, akan membuat tangan Mommy terasa pegal.
3. Memerah ASI dengan Pompa Elektrik
Pompa ASI elektrik adalah pompa ASI yang menggunakan tenaga listrik, baik menggunakan baterai maupun sumber listrik lain.
Kelebihan. Menggunakan pompa ASI elektrik lebih nyaman daripada pompa manual dan ASIP juga lebih cepat terkumpul.
Kekurangan. Saat baterai habis atau Mommy tidak menemukan sumber listrik, pompa ini tidak bisa digunakan.
Tips memilih pompa ASI
Berikut adalah beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan saat memilih pompa ASI:
- Pelajari tipe alat pompa ASI
- Pilih pompa ASI yang sesuai kebutuhan Mommy
- Pilih pompa ASI dengan ukuran corong yang sesuai dengan payudara Mommy
Pompa ASI membutuhkan perawatan ekstra dan lebih mahal dibandingkan memerah dengan tangan.
Oleh karena itu, penting bagi Mommy untuk mempelajari kekurangan dan kelebihan berbagai cara memerah ASI sebelum memutuskan metode mana yang paling sesuai dengan kebutuhan Mommy.
FREQUENTLY ASKED QUESTION
Bagimana cara memompa ASI agar keluar banyak?
Agar ASI keluar banyak saat dipompa, pilih cara memompa yang paling nyaman dan sesuai dengan payudara Mommy. Selain itu, lakukan proses memompa secara rutin. Semakin sering dipompa, hasilnya akan semakin banyak.
Kapan waktu yang tepat untuk memompa ASI?
Ketika Mommy mengalami LDR (Let Down Reflect) adalah saat yang paling tepat untuk memompa ASI. Mommy juga bisa memompa ASI sebelum menyusui bayi.
Bahkan, jika menggunakan pompa elektrik, Mommy bisa memompa ASI bersamaan dengan menyusui bayi secara langsung. Payudara satu disusui bayi, sementara satunya dipompa. Cara ini terbukti bisa memberikan hasil perah ASI yang banyak.
Apakah memompa ASI bisa mengurangi produksi ASI?
Tidak, dengan memompa ASI secara rutin, justru bisa menambah produksi ASI.
Penulis : Dian Kusumawardani, Konselor Menyusui – Tim penulis Mommy101, disadur dari berbagai sumber.
Sumber
- Newman, Jack. Dr. 2008. The Ultimate Breastfeeding Book of Answers. Tangerang : Buah Hati.
- Pramono, Andini, S.K.M, MARS., IBCLC. 2018. Smart Mommy’s Guide to Breastfeeding. Yogyakarta : Stileto.
- Umar, Nia. SSos.MKM.IBCLC. 2014. Multitasking Breastfeeding Mama. Jakarta : Pustaka Bunda.

