Makanan

Susu Formula Soya

Susu formula soya dapat menjadi alternatif susu formula berbahan susu sapi. Berikut kandungan, risiko, dan tips memilih susu formula soya.

Kandungan

Berikut adalah kandungan nutrisi yang terdapat dalam susu formula soya:

Protein

Susu formula soya diperkaya dengan L-methionine, L-carnitine, dan taurine untuk menghasilkan protein dengan kadar 2,45 – 3,1 g/100 kcal atau 1,65 – 2,1 g/dl.

  • Penambahan L-methionine berperan dalam peningkatan berat badan, pengeluaran urea nitrogen, dan pembentukan albumin.
  • Penambahan L-carnitine bermanfaat untuk mengoptimalkan oksidasi asam lemak rantai panjang.
  • Penambahan Taurine berperan sebagai antioksidan.

Lemak

Kandungan lemak dalam susu formula soya berasal dari minyak nabati seperti kedelai, sawit, bunga matahari, dan kelapa.

Kandungan lemak dalam susu formula soya berkisar antara 5,3 – 5,5 g/100 kcal atau 3,6 – 3,8 g/dl.

Karbohidrat

Karbohidrat yang terkandung dalam susu formula soya bebas laktosa, yaitu menggunakan pati jagung, hidrolisat pati jagung, pati tapioka, atau sukrosa.

Kandungan karbohidrat dalam susu formula soya berkisar antara 10 – 10,2 g/100 kkal atau 6,7 – 6,9 g/dl.

Mineral

Susu soya juga mengandung berbagai macam mineral, seperti kalsium, fosfor, zat besi, dan zinc.

Perbedaan susu formula biasa dan soya

Selain perbedaan kandungan diatas, berikut adalah perbedaan umum antara susu formula biasa dengan soya:

  • Protein susu formula soya berbahan isolat kedelai, sedangkan susu formula biasa umumnya berasal dari protein susu sapi.
  • Susu formula soya tidak mengandung laktosa, sedangkan susu formula biasa mengandung laktosa sebagai sumber karbohidrat.
  • Susu formula soya mengandung kalsium dan fosfor yang lebih tinggi dibandingkan susu formula biasa.

Panduan konsumsi susu formula soya

Berikut adalah aturan pemberian susu soya untuk bayi:

European Society for Paediatric Gastroenterology, Hepatology, and Nutrition (ESPGHAN) dan American Academy of Pediatrics (AAP)

Susu formula soya tidak direkomendasikan untuk bayi berusia kuang dari 6 bulan dengan alergi makanan atau pada bayi prematur.

Setelah usia 6 bulan, susu formula soya dapat dipertimbangkan untuk diberikan pada bayi yang alergi terhadap protein susu sapi.

Ikatan Dokter Anak Indonsesia (IDAI)

Susu formula soya tidak dianjurkan untuk bayi di bawah 6 bulan, namun dapat dipertimbangkan untuk kondisi:

  • Bayi tidak dapat menoleransi susu formula jenis lain atau
  • Bayi dengan pola makan vegetarian

Pemberian susu formula soya pada bayi usia di bawah 6 bulan harus berdasarkan anjuran dokter spesialis anak.

Kondisi yang membolehkan bayi minum susu formula soya

Susu formula soya dapat dipertimbangkan pada bayi dengan kondisi berikut ini:

Galaktosemia

Adalah kondisi ketika bayi tidak memiliki enzim galactose – L -phosphate uridyltransferase yang diperlukan untuk mencerna galaktosa, hasil dari penguraian laktosa.

Intoleransi laktosa

Adalah gejala klinis akibat laktosa yang tidak terpecah secara optimal di usus halus karena kurangnya enzim laktase yang dibutuhkan untuk memecah laktosa.

Alergi susu sapi

Bayi dengan alergi susu formula berbahan susu sapi tidak bisa mengonsumsi protein susu sapi.

Bila susu pengganti seperti sufor terhidrolisat ekstensif dan sufor asam amino tidak tersedia, susu formula berbahan isolat protein kedelai dapat digunakan sebagai alternatif.

Pola makan vegetarian

Susu formula berbasis kedelai dapat digunakan jika orang tua ingin menerapkan gaya hidup vegetarian.

Aturan pemberian susu formula soya untuk bayi

Anjuran terkait aturan pemberian susu formula soya seperti jumlah sendok takar, volume air matang, frekuensi pemberian tertera pada setiap kemasan susu formula.

Ingat, berikan susu formula soya khusus bayi, bukan susu soya yang umum dikonsumsi orang dewasa.

Risiko memberikan susu formula soya pada bayi

Risiko dan dampak negatif pemberian susu formula soya pada bayi masih menjadi perdebatan.

Dalam susu formula soya terdapat fitoesterogen yang bekerja seperti hormon esterogen dalam tubuh, sehingga mungkin menimbulkan efek pada bayi yang sangat sensitif terhadap estrogen.

Tips memilih susu formula soya

Beberapa hal yang perlu Mommy perhatikan ketika memilih susu formula soya:

  1. Pastikan susu formula sesuai dengan usia bayi
  2. Pilih susu formula dengan jumlah kandungan vitamin, mineral, AHA dan DHA sesuai kebutuhan bayi
  3. Cermati reaksi alergi yang mungkin muncul setelah mengonsumsi susu formula soya
  4. Berkonsultasi dengan dokter spesialis anak sebelum memberikan susu formula soya.

Susu formula soya dapat diberikan pada bayi yang tidak dapat menerima susu sapi formula atas rekomendasi dokter.

Penulis :  apt. Silvia Dwi Puspa Susanti, S.Farm – Tim Penulis Mommy101, disadur dari berbagai sumber.

Sumber

  1. 2016. Susu Formula Alternatif untuk Alergi Susu Sapi. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/susu-formula-alternatif-untuk-alergi-susu-sapi (diakses tanggal 3 Agustus 2021).
  2. 2021. Soy Infant Formula. https://www.niehs.nih.gov/health/topics/agents/sya-soy-formula/index.cfm (diakses tanggal 3 Agustus 2021).

Komentar

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa