Mimisan Pada Anak Berbahayakah? Kenali Cirinya

Mimisan adalah perdarahan deras atau ringan yang keluar dari salah satu atau kedua lubang hidung dengan durasi yang berbeda-beda, mulai dari beberapa detik hingga 15 menit atau lebih.
Pada anak-anak, mimisan wajar dialami ketika mereka berusia 3 sampai 10 tahun. Meskipun tampak mengkhawatirkan, mimisan jarang menyebabkan hal yang serius. Menurut data IDAI, mimisan terjadi pada 60% masyarakat, dan hanya 6% di antaranya yang membutuhkan pertolongan medis.
Berbahayakah mimisan yang dialami pada anak? Tergantung dari jenis mimisan yang dialami. Mimisan dapat dibagi menjadi dua jenis yang memiliki penyebab yang berbeda, yaitu:
Mimisan di bagian depan (mimisan anterior).
Perdarahan yang terjadi di pembuluh darah bagian depan hidung, atau lebih tepatnya pada dinding yang memisahkan rongga hidung kiri dan kanan. Dinding pemisah ini memiliki cukup banyak pembuluh darah halus yang menerima pasokan darah dari pembuluh darah utama yang memasok darah ke kepala dan leher.
Ciri-ciri
Benturan yang ringan sekalipun bisa menyebabkan pembuluh-pembuluh darah ini pecah dan mengeluarkan darah. Mimisan anterior biasa terjadi pada anak-anak dan umumnya perdarahan yang terjadi mudah untuk dihentikan dan tidak berbahaya.
Mimisan di bagian belakang (mimisan posterior).
Perdarahan yang terjadi pada bagian belakang hidung, yaitu pada cabang arteri yang memasok darah ke hidung. Perdarahan arteri ini biasanya lebih berat dibandingkan mimisan anterior, dan darah yang keluar dapat mengalir ke tenggorokan.
Ciri-ciri
Jika mimisan berlangsung selama lebih dari 20 menit, atau terjadi setelah mengalami benturan pada bagian kepala atau wajah, kemungkinan besar itu adalah mimisan posterior. Mimisan posterior biasanya membutuhkan perawatan medis yang serius dan jarang terjadi pada anak-anak.
Apabila anak mengalami mimisan, sebaiknya Mommy tetap bersikap tenang agar anak juga dapat tenang dan lakukan langkah pertolongan pertama. Dudukkan anak dengan posisi kepala tertunduk sehingga darah tidak mengalir ke tenggorokannya karena ini dapat berbahaya.
Jika mimisan tak kunjung selesai dan Mommy ragu apakah mimisan yang dialami anak berbahaya atau tidak, kenali tanda-tanda harus berkonsultasi ke dokter saat mimisan.

