Kenali Bahaya Mimisan dan Tanda Daruratnya

Mimisan terjadi saat pembuluh darah pada hidung pecah dan akhirnya mengeluarkan darah melalui lubang hidung. Bahaya mimisan tergantung dari jenis mimisan dan penyebab mimisan yang dialami anak.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Jika perdarahan berhenti setelah mendapatkan pertolongan pertama, Mommy tidak perlu khawatir akan bahaya mimisan . Namun, dalam beberapa kasus, diperlukan penanganan lebih lanjut oleh dokter. Berikut hal-hal yang perlu Mommy waspadai:
- Perdarahan berlangsung selama lebih dari 20 menit walaupun telah dilakukan penekanan pada hidung.
- Darah mengalir deras dan anak kehilangan banyak darah.
- Anak mengalami kesulitan bernapas.
- Darah tertelan dalam jumlah yang cukup banyak sehingga anak muntah.
- Mimisan terjadi setelah anak mengalami cedera yang serius, misalnya terkena benturan saat mengalami kecelakaan mobil.
- Mimisan berulang.
- Mimisan pada bayi atau anak berusia di bawah 2 tahun.
- Mimisan disertai gejala anemia, seperti kulit tampak pucat, cepat lelah, dan jantung berdebar.
- Anak mengonsumsi obat pengencer darah atau memiliki kelainan pembekuan darah.
Penanganan Medis
Saat dibawa ke dokter, ia mungkin akan mendapatkan penanganan sebagai berikut:
- Rongga hidung disumbat dengan kain kasa atau spons hidung untuk memberikan tekanan pada area pembuluh darah.
- Jika pembuluh darah yang menjadi sumber perdarahan mudah dilihat, dokter akan menutup pembuluh darah dengan bahan kimia yang disebut perak nitrat.
- Jika perdarahan bersumber dari bagian hidung yang paling depan, dokter akan melakukan pembakaran pada jaringan yang luka untuk mengendalikan perdarahan berlebih (kauterisasi).
- Mengikat ujung pembuluh darah yang menyebabkan mimisan melalui tindakan pembedahan (litigasi). Biasanya dilakukan bila perdarahan bersumber dari pembuluh darah di bagian belakang.
- Pembedahan sekat hidung untuk meluruskan sekat hidung yang bengkok akibat trauma atau kelainan bawaan.
Tes Lanjutan
Jika mengalami mimisan berulang secara reguler atau yang disertai dengan gejala lain, dokter akan memeriksa hidung dengan lebih detail untuk mencari tahu penyebabnya atau kemungkinan masuknya benda asing yang dapat memicu mimisan. Bila belum juga dapat dipastikan penyebabnya, dokter akan melakukan tes lanjutan, seperti:
- Tes darah, untuk mendeteksi adanya kelainan pembekuan darah.
- Tes pencitraan, seperti foto Rontgen dan CT scan, untuk mendeteksi kelainan anatomi hidung.
- Endoskopi hidung, untuk memeriksa bagian dalam hidung.
Mimisan memang tampak sederhana dan seringnya tidak berbahaya. Waspadai mimisan apabila disertai gejala-gejala di atas dan segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

