Bayi, Menyusui, Teknik Menyusui

Tanda-tanda Lapar dan Kenyang pada Bayi

Banyak Mommy khawatir, apakah kebutuhan ASI bayinya cukup. Ketahui kebutuhuhan ASI bayi sesuai tahapan usianya.

Tanda bayi lapar

Bayi menangis bukan saat lapar saja. Namun, apabila bayi memang ingin makan atau menyusu, biasanya menangis merupakan pertanda ia sudah sangat lapar.

Tentunya, Mommy tidak ingin menunggu sampai bayi merasa sangat lapar, bukan? Oleh karena itu, penting bagi Mommy untuk mengetahui tanda-tanda bayi lapar. Berikut tanda-tanda bayi lapar yang dibagi menjadi tiga tahapan.

Tahap awal

Beberapa tanda bayi lapar pada tahap awal.

1. Menggerakkan mulut, bibir, dan lidah

Bayi akan menggerakkan mulut dan bibirnya terus-menerus saat ia mulai merasa lapar. Misalnya, membuat gerakan mengisap serta membuka dan menutup mulut. Terkadang, ia juga akan menjulurkan lidahnya.

2. Menengokkan kepala ke kanan dan ke kiri

Bayi menggerakkan kepalanya ke kanan dan kiri, seolah-olah sedang mencari sesuatu untuk diisap.

3. Bayi tampak gelisah

Ketika merasa lapar, bayi akan tampak lebih gelisah dari biasanya. Ia pun menjadi banyak bergerak. Bahkan, ia bisa terbangun dari tidurnya saat mulai merasa lapar.

4. Melihat makanan dengan antusias

Pada bayi yang sudah mulai diberi makanan padat atau MPASI, ia akan tampak bersemangat dan antusias melihat makanan yang ada di hadapannya saat lapar. Bayi mungkin juga akan menggerakkan tangan dan berusaha meraih makanan yang ada di dekatnya seraya membuka mulut.

Tahap aktif

Bila Mommy tidak segera memberikan ASI atau makanan saat bayi menunjukkan tanda-tanda lapar di tahap awal, bayi akan beralih ke tahap aktif.

1. Memasukkan tangan dan barang di sekitarnya ke mulut

Tak jarang, bayi akan memasukkan benda-benda yang ada di sekitarnya, seperti pakaian atau mainan, ke dalam mulut saat merasa lapar. Bayi mungkin juga akan mengepalkan tangan di depan dada atau perutnya.

2. Menggerakkan tangan dan kaki terus-menerus

Bayi akan menggerakkan tangan dan kaki terus-menerus dengan semakin kuat. Ia juga mulai tampak tidak nyaman dan semakin gelisah. Selain itu, bayi mungkin akan mencari dada atau puting susu Mommy, menarik-narik pakaian, atau memukul dada atau lengan Mommy saat digendong.

3. Mulai rewel dan merengek

Bayi akan mengeluarkan suara, seperti menggerutu atau merengek. Bayi juga akan terlihat rewel dan napasnya sangat cepat.

4. Melakukan gerakan mengisap

Bayi akan terus menunjukkan gerakan mengisap dengan mulut atau lidahnya. Bahkan, bayi bisa saja menunjukkan gerakan ini setelah disusui, yang berarti ia masih merasa lapar dan menginginkan asupan yang lebih banyak.

Pada bayi berusia lebih dari 4 bulan, ia akan tersenyum saat menyusu sebagai tanda bahwa bayi masih ingin melanjutkan proses menyusu.

Tanda bayi sudah sangat lapar

Jika Mommy mengabaikan tanda bayi lapar tahap awal dan aktif, bayi akan menjadi sangat lapar.

1. Menggerakkan kepala dan tubuh dengan cepat

Bayi akan menggerakkan kepala dan tubuh dengan cepat ke segala arah. Ini berarti Mommy harus segera menyusuinya.

2. Bayi tampak memerah

Apabila bayi terus-menerus menggerakkan tubuhnya dengan cepat, kulitnya pun menjadi memerah. Oleh sebab itu, jangan tunda lagi pemberian makan bayi.

3. Menangis

Tangisan bayi karena lapar biasanya akan bernada rendah, terdengar pendek, serta naik turun. Tangisan ini mungkin akan bertambah kencang dan nyaring apabila bayi tidak segera disusui.

Jika bayi sudah menangis, biasanya Mommy akan menjadi sulit untuk menyusuinya. Sebab, Mommy harus menenangkan tangisannya terlebih dahulu seraya mencoba memberikan ASI. Selain itu, menangis karena lapar bisa membuat bayi kelelahan sehingga ia malah tidak mau makan dan pelekatan saat menyusui menjadi sulit.

Tanda bayi lapar palsu

Lapar palsu kerap membingungkan karena Mommy bisa saja menganggap bayi masih kurang minum ASI, padahal tidak. Mommy juga menjadi kurang tidur akibat bayi ingin terus menyusu.

Sebenarnya, bayi sudah kenyang dan hanya ingin “ngempeng”.

Kondisi ini pada akhirnya kerap memicu pemberian susu formula dan menggagalkan program ASI eksklusif. Karena itu, penting bagi Mommy untuk mengenali gejala-gejala lapar palsu berikut ini.

  1. Bayi minum susu secara terburu-buru, tidak sabar
  2. Bayi sering minta menyusu, bahkan kurang dari 1,5 jam sekali
  3. Bayi sering mengempeng pada payudara Mommy
  4. Bayi menunjukkan refleks mengisap

Refleks mengisap

Yaitu bila pipinya disentuh, ia akan menoleh ke arah sentuhan dan membuka mulutnya seperti ingin mengisap.

Atau, bayi sering menjulurkan lidahnya, memasukkan tangan ke mulut, dan membuat gerakan mengecap pada mulutnya.

Gerakan-gerakan tersebut sebenarnya tidak berhubungan dengan rasa lapar, tetapi sebagian Mommy menganggapnya sebagai tanda bayi kurang minum.

Terbukti, setelah minum banyak, gerakan-gerakan tersebut masih kerap dilakukan bayi.

Tanda bayi sudah kenyang

Tidak hanya perlu mengetahui tanda-tanda bayi lapar, Mommy juga perlu mengetahui tanda-tanda bayi sudah kenyang.

1. Ritme menyusu melambat

Pada saat awal menyusu, ritmenya cenderung cepat karena bayi memang lapar. Namun, perlahan-lahan ritme isapannya melambat bahkan berhenti dengan sendirinya. Ini menjadi pertanda yang sangat jelas bahwa perut bayi sudah penuh.

2. Kelihatan puas

Perhatikan ekspresi wajah bayi. Jika bayi masih kelihatan lesu dan merengek, mungkin ia belum cukup mendapatkan susu. Namun, jika bayi kelihatan senang dan puas, artinya ia sudah mendapatkan cukup susu.

3. Posisi tubuh bayi lebih nyaman

ASI akan memberikan rasa nyaman bagi bayi. Jadi, jika ia sudah merasa kenyang, posisi tubuhnya pun akan terlihat lebih nyaman.

4. Melepaskan pegangan

Di awal menyusu, bayi akan meletakkan tangannya pada payudara Mommy. Kemudian, secara perlahan, ia akan melepaskan pegangannya saat sudah merasa kenyang.

5. Tidak menunjukkan tanda kelaparan

Bila bayi tidak lagi menunjukkan tanda-tanda lapar, artinya ia sudah cukup mendapatkan susu.

6. Menyusu minimal 15-20 menit pada masing-masing payudara

Bayi yang menyusu langsung akan menyusu setidaknya 15 hingga 20 menit pada masing-masing payudara. Hitung waktunya. Jika sudah selama itu, biasanya bayi sudah cukup kenyang.

7. Payudara terasa lebih lunak

Sebelum menyusui, biasanya payudara akan terasa penuh dan berat. Namun, jika ASI sudah banyak keluar dan bayi sudah kenyang, payudara akan terasa lebih lunak dan ringan.

Bila bayi kurang ASI

Bayi yang kekurangan ASI dapat mengalami dehidrasi dan gangguan kesehatan lainya. Seperti, tampak sangat lelah, urine berwarna pucat atau kuning tua, serta muncul bintik-bintik merah di popok.

Peka dengan kebutuhan

Mengetahui tanda bayi lapar dan tanda bayi kenyang juga memiliki banyak manfaat.

  • Memperkuat hubungan emosional antara Mommy dan bayi
  • Memastikan proses menyusui berjalan lancar
  • Menjaga produksi ASI
  • Memuaskan proses menyusu bayi

Jadi, jangan lupa untuk terus mengenali tanda-tandanya, ya, Mommy. Selamat menyusui.

FREQUENTLY ASKED QUESTION

Apa saja tanda bayi lapar

Berikut ini adalah tanda-tanda bayi lapar :

1. Menggerakkan mulut, bibir, dan lidah
2. Menengok kepala ke kanan dan ke kiri
3. Bayi tampak gelisah
4. Melihat makanan dengan antusias
5. Memasukkan tangan dan benda di sekitarnya ke dalam mulut
6. Menggerakkan tangan dan kaki terus-menerus
7. Mulai rewel dan merengek
8. Melakukan gerakkan mengisap
9. Menggoyangkan kepala dan tubuh dengan cepat
10. Bayi tampak memerah
11. Menangis

Apa saja tanda lapar palsu?

Berikut ini tanda-tanda bayi lapar palsu

  • Bayi minum susu secara terburu-buru, tidak sabar
  • Bayi sering minta menyusui, kurang dari 1,5 jam sekali
  • Bayi sering mengempeng pada payudara Mommy
  • Bayi menunjukkan gerakan dan tanda yang sebenarnya tidak berhubungan dengan rasa haus

Penulis :  Dian Kusumawardani, S.Sos, Konselor Menyusui – Tim penulis Mommy101 disadur dari berbagai sumber

Sumber

  1. Maternal & Child Nutrition. 2016. Communicating hunger and satiation in the first 2 years of life: a systematic review. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4991302/ (diakses pada 1 Juni 2021)
  2. Prasetyono, Dwi. Sunar. 2012. Buku Pintar ASI Eksklusif. Yogyakarta : Diva Press.
  3. Umar, Nia. S.Sos, MKM, IBCL. 2014. Multitasking Breastfeeding Mama. Jakarta : Pustaka Bunda.

Komentar

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa