Kesehatan Mental Saat Menanti Anak
Dampak tidak kunjung memiliki anak
Berikut adalah beberapa hal yang mungkin Mommy rasakan ketika menanti hadirnya anak:
1. Penyesuaian diri dengan lingkungan sekitar
Seringnya pertanyaan seperti “Sudah hamil belum?” dapat membuat minder dan perasaan tidak nyaman.
2. Mendefinisikan Harga diri
Pada masyarakat yang mengidentikkan laki-laki dengan kekuatan, kejantanan, dan kapasitas seksual, dampak infertilitas bisa melukai harga diri pasangan.
3. Berkurangnya frekuensi berhubungan intim
Pasangan dengan masalah infertilitas bisa jadi merasa segan melakukan aktivitas seksual dengan pasangan.
4. Ketidakpuasan pada pernikahan
Saat tujuan menghasilkan keturunan tidak tercapai, timbul ketidakpuasan terhadap pernikahan.
5. Gangguan emosional
Dampak infertilitas pada kondisi psikologis wanita cenderung lebih besar dibandingkan suami.
Tips memelihara kesehatan mental saat menanti anak
Kebahagiaan dalam pernikahan tidak sepenuhnya bergantung pada kehadiran anak.
Yuk lakukan yang kita bisa menggunakan apa yang kita punya untuk menjaga keharmonisan rumah tangga:
1. Prioritaskan pasangan
Memprioritaskan pasangan berarti memberikan perhatian penuh padanya, juga mengusahakan untuk selalu dapat terhubung secara mental, emosional, dan fisik.
2. Mengunjungi tempat-tempat baru bersama pasangan
Pasangan yang selalu mengusahakan untuk pergi ke tempat baru mendapatkan dampak positif, diantaranya:
- mengurangi stress
- menambah keceriaan
- memperkuat hubungan
- menjaga kesehatan mental
- meningkatkan kualitas hubungan
- dan memberikan kesempatan pada diri untuk bertumbuh
3. Berterima kasih pada pasangan dan memujinya setiap hari
Setidaknya sekali dalam sehari, coba beritahu pasangan sesuatu yang kita sukai darinya, misalnya “Aku suka kamu selalu ramah pada tetangga”.
4. Berpelukan
Berpelukan selama 20 detik setiap hari untuk meningkatkan kepercayaan padanya, serta mengurangi stres dan kecemasan.
5. Melihat Sisi Positif
Pasangan yang belum mempunyai anak dapat lebih bahagia dibandingkan pasangan yang mempunyai anak.
Hal ini karena lebih sedikitnya beban dan masalah terkait pengasuhan anak dalam pernikahan.
Ditulis oleh : Muna Fitria – Tim penulis Mommy 101 disadur dari berbagai sumber
Sumber
- Argyo D. 2008. Dampak Infertilitas Terhadap Perkawinan (Suatu Kajian Perspektif Gender) [Laporan Penelitian]. Surakarta (ID): Universitas Sebelas Maret.
- Jognn. The Effect of Infertility on Marriage and Self Concept. 1989. https://www.jognn.org/article/S0884-2175(15)32784- (diakses tanggal 18 Oktober 2021) 2/fulltext#:~:text=Infertile%20individuals%20experienced%20greater%20dissatisfaction,affected%20even%20more%20by%20infertility
- Apa. Does Marriage Makes Us Happy. 2010. https://www.apa.org/monitor/2010/10/marriage (diakses tanggal 18 Oktober 2021)

