Cara Mengobati Telinga Keluar Cairan Kuning pada Bayi
Keluarnya cairan kuning pada telinga bayi biasanya merupakan indikasi adanya infeksi pada telinga tengah atau yang disebut sebagai otitis media akut.
Penyebab
Cairan kuning yang keluar dari telinga disebabkan oleh infeksi seperti flu, pilek, atau alergi.
Infeksi ini membuat sinus memproduksi lendir secara berlebih yang menyebabkan penyumbatan dan pembengkakan pada saluran eustachius.
Eustachius adalah saluran yang menghubungkan telinga tengah, tenggorokan dan rongga belakang hidung.
Gejala
Saat mengalami infeksi telinga tengah, bayi cenderung menunjukkan tanda dan gejala berikut.
- Nyeri telinga, terutama saat berbaring
- Bayi menarik atau menyentuh telinga
- Rewel
- Kesulitan mendengar atau tidak merespons suara di sekitar
- Kehilangan keseimbangan
- Demam
- Telinga keluar cairan, biasanya berwarna kuning
- Sakit kepala
- Nafsu makan menurun
Faktor risiko
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan bayi Mommy lebih berisiko mengalami infeksi telinga tengah, yaitu:
1. Usia
Anak usia 6 – 24 bulan lebih rentan mengalami infeksi telinga tengah karena ukuran dan bentuk saluran eustachius lebih sempit dan lebih mendatar.
2. Alergi
Alergi dapat menyebabkan peradangan pada saluran hidung dan saluran pernapasan bagian atas.
Akibatnya, kelenjar adenoid membesar dan menyumbat saluran eustachius hingga terjadi penumpukan cairan di telinga tengah.
3. Berada di tempat penitipan anak
Anak-anak yang dirawat bersama dalam kelompok lebih berisiko mengalami penyakit, seperti pilek dan flu.
4. Cara bayi menyusu
Bayi yang menyusu dari botol sambil berbaring, rentan mengalami infeksi telinga tengah karena air susu dapat mengalir melalui rongga telinga.
5. Kualitas udara yang buruk
Asap rokok atau polusi udara yang tinggi dapat meningkatkan risiko bayi mengalami infeksi telinga tengah.
6. Cleft palate
Sumbing pada langit-langit mulut bayi seringkali menyebakan struktur saluran eustachius yang tidak normal.
Dampak
Kebanyakan infeksi telinga tengah tidak berbahaya.
Namun, jika infeksi terjadi berulang kali, bisa saja menyebabkan komplikasi serius, seperti berikut:
1. Gangguan pendengaran
Gangguan pendengaran dapat bersifat sementara, akan membaik setelah infeksi sembuh.
2. Gendang telinga robek
Sebagian besar kondisi ini dapat sembuh dalam 72 jam, namun pada beberapa kasus diperlukan perawatan dengan pembedahan.
4. Keterlambatan bicara
Bayi yang mengalami gangguan pendengaran, baik yang bersifat sementara atau menetap, lebih berisiko mengalami gangguan keterlambatan bicara dan rendahnya keterampilan sosial.
5. Penyebaran infeksi
Infeksi yang tidak diobati atau tidak kunjung membaik dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya dan menyebabkan penyakit lain.
Contohnya penyakit mastoiditis, yaitu infeksi pada tonjolan tulang di belakang telinga yang bisa berakibat kerusakan tulang dan pembentukan kista berisi nanah.
Pengobatan
Berikut adalah langkah yang dapat Mommy lakukan untuk mengobati infeksi telinga bagian tengah:
1. Lakukan pengamatan
Pada umumnya, infeksi telinga dapat sembuh tanpa pengobatan dalam 1 hingga 2 minggu dengan tanda berikut:
- Usia 6 hingga 23 bulan. Nyeri ringan pada salah satu telinga selama kurang dari 48 jam dan suhu tubuh di bawah 39°C.
- Usia 24 bulan atau lebih. Nyeri ringan pada salah satu atau kedua telinga selama kurang dari 48 jam dan suhu di bawah 39°C.
2. Obati nyeri
Dokter dapat obat tetes telinga atau obat minum, seperti paracetamol dan ibuprofen untuk mengurangi rasa nyeri.
3. Obati infeksi
Jika gejala tidak membaik, dokter dapat merekomendasikan penggunaan antibiotik sesuai dengan kriteria berikut.
- Usia 6 bulan atau lebih, nyeri telinga sedang hingga parah pada salah satu atau kedua telinga, setidaknya selama 48 jam atau suhu tubuh mencapai 39°C.
- Usia 24 bulan atau lebih, nyeri telinga sedang hingga parah di salah satu atau kedua telinga selama kurang dari 48 jam dan suhu tubuh mencapai 39°C.
Pada bayi usia di bawah 6 bulan, biasanya dokter akan langsung meresepkan antibiotik tanpa melakukan pengamatan awal.
4. Prosedur pembedahan
Bila bayi mengalami infeksi berulang, jangka panjang, atau penumpukan cairan terus-menerus, dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur bedah untuk mengeluarkan cairan dari telinga.
Pencegahan
Berikut adalah beberapa tips untuk mengurangi risiko bayi mengalami infeksi telinga tengah:
- Cegah pilek atau penyakit lainnya. Mommy memberikan asupan bergizi seimbang, menjaga kebersihan lingkungan, dan menghindari penularan dari orang lain.
- Hindari polusi, seperti asap rokok.
- Berikan ASI. Berikan ASI eksklusif, setidaknya selama 6 bulan. ASI memiliki kandungan antibodi yang melindungi bayi dari penyakit infeksi.
- Posisi menyusu. Jika bayi menggunakan susu botol, usahakan menyusu dalam posisi kepala lebih tinggi dari perut dan hindari posisi menyusu sambil berbaring.
- Lengkapi imunisasi, seperti vaksin influenza, pneumonia, atau vaksin lainnya untuk mencegah penyakit.
Kapan harus ke dokter
Gejala infeksi telinga ringan biasanya membaik dan akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 2 minggu.
Namun, jika bayi mengalami tanda dan gejala berikut, segeralah berkonsultasi dengan dokter.
- Gejala berlangsung lebih dari 1 hari
- Nyeri parah pada telinga
- Gejala muncul pada anak di bawah usia 6 bulan
- Bayi sulit tidur dan rewel setelah mengalami pilek atau infeksi saluran pernapasan
- Telinga keluar cairan, nanah, atau cairan dengan darah
FREQUENTLY ASKED QUESTION
Mengapa telinga bayi keluar cairan berwarna kuning?
Keluarnya cairan berwarna kuning dari telinga bayi dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus pada telinga tengah.
Infeksi telinga tengah ini biasanya merupakan dampak dari penyakit infeksi lain, seperti pilek, flu, atau alergi.
Apakah berbahaya jika telinga mengeluarkan cairan?
Biasanya, telinga mengeluarkan cairan akibat adanya infeksi telinga yang umumnya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya.
Ditulis oleh : apt. Novita Hendriyadi, S. Farm., M.Farm–Tim penulis The Mommy 101 disadur dari berbagai sumber.
Sumber
- Mayo Clinic. Ear infection (middle ear). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ear-infections/symptoms-causes/syc-20351616 (diakses tanggal 12 Juni 2021)
- Cleveland Clinic. Ear infection (otitis media). https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8613-ear-infection-otitis-media (diakses tanggal 12 Juni 2021)

