Eksim Susu pada Bayi
Apa yang dimaksud dengan eksim susu?
Eksim susu adalah istilah yang lebih dikenal untuk penyakit dermatitis atopik pada bayi. Kondisi ini merupakan gangguan kulit berupa peradangan kronik dan dapat kambuh di kemudian hari.1
Penyebab
Bayi dengan eksim susu memiliki pertahanan kulit yang tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga kulit menjadi kering, gatal, dan kemerahan.1
Dampak
Bila berlangsung lama, kulit dapat menjadi kering, bersisik, luka, bahkan menebal atau kehitaman.
Area tubuh
Dapat terjadi pada bagian tubuh mana pun, namun umumnya menyerang wajah, leher, kulit kepala, siku, dan lutut.2
Kapan muncul
Umumnya, muncul pada usia 3 hingga 6 bulan dan sebagian besar akan membaik pada usia antara 5 hingga 15 tahun.1,2Â
Apa saja gejalanya eksim susu?
Setiap bayi mungkin dapat mengalami gejala yang sedikit berbeda sebagai berikut.2
- Kulit kering dan bersisik
- Gatal
- Kulit kemerahan
- Kulit menebal
- Benjolan kecil yang menonjol dan berkerak, yang akan mengeluarkan cairan bila tergores
- Kulit kelopak mata atau sekitar mata menggelap
- Benjolan kasar di wajah, lengan, atau paha
Kapan hilang?
Gejala apat muncul lalu hilang dengan sendirinya, atau muncul sepanjang waktu.
Apa saja penyebab munculnya eksim susu?
Penyebab belum diketahui secara pasti. Berikut faktor pemicunya.2
- Genetik, berupa riwayat alergi atau dermatitis atopik di keluarga
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah sehingga mengganggu kemampuan perlindungan kulit
- Faktor lingkungan, seperti cuaca panas, kering, dingin, dan kurangnya pelembab kulit
Siapa yang berisiko mengalami eksim susu?
Risiko mengalami eksim susu meningkat pada bayi dengan kondisi berikut.
- Memiliki anggota keluarga yang mempunyai riwayat dermatitis atopik
- Memiliki riwayat alergi
Apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi eksim susu?
Eksim susu tidak bisa diobati.
Penanganan yang dilakukan adalah untuk mengontrol agar kondisi tidak semakin parah dengan cara mengurangi gatal dan peradangan di kulit, meningkatkan kelembaban kulit, serta mencegah terjadinya infeksi.2
- Menghindari iritan yang menjadi faktor pencetus, contohnya bahan kimia atau sabun
- Mandi secara teratur dengan air hangat suam-suam kuku
- Menjaga kuku anak tetap pendek dan menutup area eksim agar tidak tergores
- Tidak menggaruk karena dapat memperburuk gejala atau infeksi
- Menggunakan pelembab kulit yang direkomendasikan penyedia layanan kesehatan
- Menggunakan obat-obat yang diresepkan dokter secara teratur
Jenis obat yang mungkin diresepkan dokter.2
- Krim atau salep yang mengandung kortikosteroid untuk mengurangi gatal, peradangan, dan bengkak
- Antibiotik bila terjadi infeksi bakteri di kulit akibat eksim susu
- Antihistamin untuk mengurangi rasa gatal. Umumnya diminum pada malam hari
Bolehkan menggunakan pelembab kulit?
Mommy perlu memperhatikan produk pelembab kulit untuk bayi karena kulit bayi baru lahir umumnya sensitif. Berikut pertimbangan dalam memilihnya.Â
Komposisi
Produk pelembab yang baik untuk kulit bayi harus terbebas dari bahan Paraben, Pthalate, Propylene Gylcol, serta pewangi buatan.
Jenis kulit bayi
Pada kulit bayi sensitif, Mommy dapat memilih produk yang mencantumkan keterangan hypoallergenic untuk mengurangi risiko masalah alergi.
Bagaimana cara pencegahannya?
Kondisi kulit ini umumnya diturunkan dari orang tua kepada anak, sehingga tidak mungkin dicegah.
Namun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan minyak, krim, atau salep setiap hari secara rutin dapat mencegahnya berkembang.2
Kapan harus ke dokter?
Mommy perlu membawa bayi ke dokter dalam kondisi berikut.
- Gejala semakin parah
- Terdapat tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, rasa hangat,atau bengkak
Meskipun tidak dapat disembuhkan, eksim susu tetap dapat dikontrol agar tidak berkembang semakin parah.
Penulis : apt. Silvia Dwi Puspa Susanti, S.Farm – Tim penulis Mommy 101 disadur dari berbagi sumber
Sumber
- Boston Children’s Hospital, 2021, Atopic Dermatitis and Eczema Symptomps & Causes, https://www.childrenshospital.org/conditions-and-treatments/conditions/a/atopic-dermatitis-and-eczema/symptoms-and-cause (diakses tanggal 23 April 2021)
- Golisano Children’s Hospital, 2021 Eczema (Atopic Dermatitis), https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=90&ContentID=P01675 (diakses tanggal 23 April 2021)Â

