Hormon

Hipotiroidisme | Pengertian, Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan

Ulasan lengkap penyakit hipotiroidisme , pengertian, gejala, penyebab, komplikasi, faktor resiko, pengobatan, dan pencegahan.

Pengertian

Penyakit hipotiroidisme adalah kondisi ketika kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah yang cukup. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Mengenal Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak di bagian bawah leher. Meski berukuran kecil, namun kelenjar tiroid memiliki peran penting dalam metabolisme, pertumbuhan dan perkembangan tubuh manusia.

Kelenjar tiroid menghasilkan 3 hormon penting, yaitu:

  • Triiodothyronine atau T3
  • Tetraiodothyronine, disebut juga tiroksin atau T4
  • Kalsitonin

Namun, hanya 2 yang disebut dengan hormon tiroid, yaitu T3 dan T4. Kelenjar tiroid membutuhkan iodine dari makanan untuk menghasilkan kedua hormon tersebut. Hormon tiroid berfungsi untuk:

  • Meningkatkan suhu tubuh
  • Meningkatkan kecepatan dan kekuatan detak jantung
  • Membantu perkembangan otak anak
  • Mendukung perkembangan anak
  • Aktivasi sistem saraf untuk meningkatkan konsentrasi dan kecepatan refleks
  • Mengatur laju pembakaran kalori yang mempengaruhi penurunan atau penambahan berat badan

Gejala

Tanda dan gejala hipotiroidisme berbeda-beda bergantung pada tingkat keparahan dari defisiensi hormon.

Umumnya, pada tahap awal penderita akan merasakan gejala hipotiroidisme, seperti kelelahan dan peningkatan berat badan. Gejala berkembang cukup lambat, biasanya dalam hitungan tahun. Hal ini yang menyebabkan gejala tidak segera disadari.

Metabolisme yang melambat akibat kekurangan hormon tiroid juga dapat menimbulkan gejala berikut, antara lain:

  • Kelelahan
  • Sering merasa kedinginan
  • Konstipasi atau sembelit
  • Kulit kering
  • Peningkatan berat badan
  • Wajah membengkak (puffy face)
  • Suara parau
  • Kelemahan otot
  • Peningkatan kadar kolesterol
  • Nyeri otot dan kaku
  • Nyeri, kaku atau bengkak di persendian
  • Menstruasi lebih berat dari biasanya atau periode menstruasi menjadi tidak teratur
  • Rambut tipis
  • Detak jantung menurun
  • Depresi
  • Gangguan daya ingat
  • Pembesaran kelenjar tiroid

Hipotiroidisme pada Bayi Baru Lahir

Meski penyakit ini lebih sering ditemukan pada usia dewasa, namun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada bayi. Gejala yang dapat muncul, sebagai berikut:

  • Kulit dan mata berwarna kuning atau dikenal dengan jaundice. Pada kebanyakan kasus, kondisi ini terjadi ketika fungsi hati bayi masih belum sempurna, sehingga belum mampu memetabolisme zat bilirubin.
  • Kesulitan bernapas
  • Suara tangisan parau
  • Lidah membesar dan menjulur keluar
  • Hernia umbilikalis, yaitu kondisi ketika bagian usus menonjol keluar dari pusar bayi

Seiring berjalan waktu, bayi cenderung mengalami kesulitan makan dan gangguan pertumbuhan. Beberapa gejala yang dapat dialami, yaitu:

  • Konstipasi atau sembelit
  • Kelemahan otot
  • Lebih sering tidur

Penyakit hipotiroidisme harus segera diobati, gejala ringan sekali pun dapat menyebabkan bayi mengalami keterbelakangan fisik dan mental.

Kapan Harus ke Dokter

Jika Mommy atau keluarga mengalami kelelahan tanpa penyebab yang jelas atau memiliki tanda dan gejala hipotiroidisme, seperti kulit kering, pucat, wajah membengkak, sembelit atau suara parau, maka sebaiknya Mommy memeriksakan diri ke dokter.

Komplikasi

Jika tidak diobati, hipotiroidisme dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti:

  • Goiter
  • Gangguan jantung
  • Gangguan mental
  • Neuropati perifer atau kerusakan saraf
  • Koma miksedema (myxedema)
  • Gangguan kesuburan atau infertilitas
  • Kecacatan pada janin

Penyebab

Penyakit hipotiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid gagal untuk memproduksi hormon dalam jumlah yang cukup, sehingga berdampak pada fungsi tubuh. Ada beberapa penyebab penyakit hipotiroidisme, yaitu:

  • Penyakit autoimun

Penyakit autoimun merupakan penyebab paling umum, dikenal dengan penyakit Hasimoto. Gangguan autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi yang menyerang jaringan normal, termasuk kelenjar tiroid, sehingga mengganggu fungsinya untuk menghasilkan hormon.

  • Respon berlebihan tubuh terhadap pengobatan hipertiroidisme

Hipertiroidisme merupakan kebalikan dari penyakit hipotiroidisme. Kondisi ini terjadi ketika kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid dalam jumlah berlebih.

Pengobatan hipotiroidisme menggunakan radioaktif iodin atau obat anti tiroid yang bertujuan untuk mengembalikan fungsi normal dari kelenjar tiroid.

Namun, terkadang pengobatan tersebut dapat menurunkan produksi hormon tiroid terlalu banyak, sehingga menyebabkan hipotiroidisme yang menetap.

  • Operasi tiroid

Pengangkatan kelenjar tiroid dapat mempengaruhi produksi hormon. Pada kasus ini, penderita membutuhkan pengobatan dengan hormon tiroid seumur hidup.

  • Terapi radiasi

Pada penderita kanker kepala dan leher yang menjalani pengobatan radiasi dapat mempengaruhi kelenjar tiroid dan menyebabkan hipotiroidisme.

  • Pengobatan

Beberapa pengobatan dapat menyebabkan hipotiroidisme, seperti lithium yang biasa digunakan untuk mengobati gangguan kejiwaan.

Meski jarang, beberapa faktor di bawah ini juga dapat menyebabkan penyakit hipotiroidisme, antara lain:

  • Penyakit kongenital atau bawaan

Beberapa bayi dapat lahir tanpa kelenjar tiroid, kelenjar tiroid rusak atau tidak dapat berkembang dengan baik.

  • Gangguan pituitari

Kegagalan kelenjar pituitari untuk menghasilkan hormon TSH (Thyroid-stimulating hormone) yang berfungsi untuk merangsang kelenjar tiroid memproduksi hormon.

  • Kehamilan

Beberapa Mommy dapat mengalami hipotiroidisme selama atau setelah kehamilan. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur dan preeklamsia.

  • Kekurangan iodine

Kandungan iodine atau yodium terdapat dalam makanan laut, rumput laut atau garam beryodium. Iodine dibutuhkan oleh tubuh untuk memproduksi hormon tiroid, sehingga jika kekurangan zat ini dapat menyebabkan penyakit hipotiroidisme.

Faktor Risiko

Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan seseorang mengalami hipotiroidisme, yaitu:

  • Wanita
  • Usia di atas 60 tahun
  • Memiliki keluarga yang mengalami hipotiroidisme
  • Memiliki penyakit autoimun, seperti diabetes mellitus tipe 1
  • Pernah mendapatkan pengobatan radioaktif iodin atau pengobatan anti tiroid
  • Menerima radiasi pada bagian leher atau dada atas
  • Pernah melakukan operasi pengangkatan kelenjar tiroid
  • Sedang hamil atau telah melahirkan dalam 6 bulan terakhir

Diagnosis

Untuk menentukan penyakit hipotiroidisme, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, mulai dari gejala yang dialami, pemeriksaan fisik dan laboratorium.

Pemeriksaan darah diperlukan untuk mengukur nilai hormon TSH dan tiroksin (T4). Nilai T4 yang rendah disertai dengan nilai TSH yang tinggi menandakan kondisi hipotiroidisme.

Pencegahan

Penyakit hipotiroidisme tidak dapat dicegah. Namun, kekurangan iodin atau yodium merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit ini.

Oleh karena itu, konsumsi makanan yang mengandung iodine dapat dilakukan sebagai langkah pencegahan.

Pengobatan

  • Pengobatan hipotiroidisme menggunakan hormon tiroid sintetik, yaitu Levothyroxine.
  • Obat ini berbentuk tablet dan diminum pada pagi hari saat perut kosong, yaitu 30 hingga 60 menit sebelum makan atau diberikan malam hari 3 hingga 4 jam setelah makan terakhir.
  • Pengobatan harus digunakan secara rutin dan diusahakan di waktu yang sama.
  • Selama pengobatan, dokter akan mengecek kadar TSH secara berkala untuk melihat respon penderita terhadap pengobatan yang diberikan.
  • Penderita juga tidak boleh menghentikan pengobatan, meski merasa gejala telah membaik.
  • Hindari konsumsi Levothyroxine dengan suplemen zat besi, kalsium, obat penurun kolesterol, seperti cholestyramine, obat lambung, seperti sukralfat, antasida yang mengandung aluminium, magnesium atau kalsium. Penggunaan bersama dapat menurunkan efektivitas obat tiroid.

FREQUENTLY ASKED QUESTION

Penyakit hipertiroid terjadi ketika kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid dalam jumlah berlebih, sedangkan hipotiroid terjadi ketika kelenjar tiroid tidak dapat memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang cukup.

Hormon tiroid yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat mempengaruhi fungsi tubuh, sehingga harus mendapatkan pengobatan yang tepat untuk mencegah perburukan penyakit.

Ya, jika tidak diobati penyakit hipotiroidisme dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti peningkatan kadar kolesterol yang dapat menyebabkan penderita berisiko mengalami penyakit jantung.

Selain itu, koma miksedema, yaitu kondisi hilangnya fungsi otak juga merupakan komplikasi fatal yang mengancam jiwa. Sedangkan pada anak-anak, hipotiroidisme akan menyebabkan gangguan perkembangan fisik dan mental.

Penyakit hipotiroid atau hipotiroidsime disebabkan oleh kegagalan kelenjar tiroid menghasilkan hormon dalam jumlah yang cukup.

Hal ini dapat terjadi akibat adanya penyakit autoimun, pengobatan anti tiroid, pengobatan radiasi, hipotiroidisme kongenital, kerusakan pada kelenjar pituitari, atau pada orang yang telah melakukan pengangkatan kelenjar tiroid. Kondisi tersebut dapat mengganggu fungsi dari kelenjar tiroid.

Penyakit hipotiroidisme merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan seumur hidup. Namun, bukan berarti penyakit ini tidak dapat dikontrol.

Banyak penderita hipotiroidisme yang menjalani pengobatan sudah tidak mengalami gejala atau komplikasi. Kuncinya adalah penderita harus patuh dalam menggunakan obat yang diberikan oleh dokter, serta tidak menghentikan pengobatan tanpa persetujuan dokter.

Sebenarnya tidak ada makanan khusus yang harus dikonsumsi atau dihindari penderita hipotiroidisme.

Meskipun banyak klaim mengenai diet hipotiroidisme, akan tetapi belum ada bukti bahwa mengonsumsi atau menghindari makanan tersebut dapat meningkatkan fungsi kelenjar tiroid.

Namun, diet yodium dalam jumlah cukup, penting untuk membantu fungsi tiroid. Sumber yodium dapat ditemukan pada garam beryodium dan makanan laut.

Penyakit hipotiroidisme yang tidak diobati dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Segera hubungi dokter, jika Mommy atau keluarga mengalami tanda dan gejala hipotiroidisme.

Ditulis oleh : apt. Novita, S.Farm., M.Farm. – Tim penulis Mommy 101 disadur dari berbagai sumber

Sumber

  1. Mayo Clinic. Hypothyroidism (underactive thyroid) [Internet]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hypothyroidism/symptoms-causes/syc-20350284
  2. Institute for Quality and Efficiency in Health Care. How does the thyroid gland work? [Internet]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279388/
  3. Cleveland Clinic. Hypothyroidism: Prevention [Internet]. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12120-hypothyroidism/prevention
  4. Hormon Health. Hypothyroidism [Internet]. Available from: https://www.hormone.org/diseases-and-conditions/hypothyroidism
  5. Mayo Clinic. Is there any truth to the hypothyroidism diet? Can certain foods increase thyroid function? [Internet]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hypothyroidism/expert-answers/hypothyroidism-diet/faq-20058554

Komentar

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa