Infertilitas & Penanganan

Infertilitas pada Pria | Gejala, Penyebab dan Kapan Harus ke Dokter

Tidak hanya wanita, kesehatan reproduksi pria juga memegang peranan penting untuk terjadinya kehamilan. Yuk, kenali penyebab infertilitas pada pria

Mencari penyebab infertilitas merupakan langkah penting untuk menentukan pengobatan yang tepat.

Terdapat beberapa faktor yang dapat berpengaruh pada kesuburan pria, seperti produksi atau fungsi sperma yang tidak memadai untuk membuahi sel telur, riwayat penyakit kronis, hingga faktor gaya hidup juga berperan menyebabkan infertilitas pada pria.

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai penyebab infertilitas, mari terlebih dahulu kita kenali tanda dan gejala infertilitas pada pria.

 

Gejala1

Gejala utama infertilitas pada pria yang paling nampak adalah ketidakmampuan untuk memiliki anak.

Mungkin tidak ada tanda atau gejala lain yang jelas, namun pada beberapa kasus tertentu penderita yang mengalami kelainan bawaan, ketidakseimbangan hormon atau gangguan di sekitar testis dapat merasakan gejala lain, seperti:

  • Gangguan pada fungsi seksual, seperti kesulitan untuk ejakulasi, cairan ejakulasi yang dikeluarkan dalam jumlah kecil, berkurangnya gairah seksual atau mengalami disfungsi ereksi.

  • Mengalami infeksi saluran napas berulang

  • Nyeri, bengkak atau terdapat benjolan pada area testis

  • Mengalami ginekomastia (gynecomastia), yaitu kondisi ketika pria mengalami pembesaran kelenjar payudara

  • Jumlah sperma di bawah normal, yaitu kurang dari 15 juta/ml air mani atau kurang dari 39 juta dalam sekali ejakulasi

  • Rambut pada wajah atau bagian tubuh lainnya berkurang

 

Kapan Harus ke dokter1

Berkonsultasi dengan dokter jika pasangan suami istri masih belum berhasil hamil dalam waktu 1 tahun atau lebih cepat jika pria memiliki gejala di bawah ini:

  • Masalah ereksi atau ejakulasi, tidak memiliki gairah seks atau gejala lain terkait fungsi seksual

  • Nyeri, rasa tidak nyaman, bengkak atau adanya benjolan di area testis

  • Memiliki riwayat gangguan pada testis, prostat atau masalah seksual

  • Riwayat operasi pada selangkangan, testis, penis atau skrotum

 

Faktor Penting Kehamilan1

Proses kehamilan melibatkan kesehatan reproduksi pada pria dan wanita. Sama seperti wanita yang harus menghasilkan sel telur sehat, pria juga harus menghasilkan sperma yang sehat dan kuat dalam jumlah yang cukup untuk dapat mencapai dan membuahi sel telur.

 

Penyebab1

Infertilitas pada pria dibagi menjadi 3 penyebab utama, yaitu terkait kondisi medis, lingkungan dan gaya hidup.

Penyebab Medis1,2

  • Varikokel

Varikokel merupakan pembengkakan pada pembuluh darah testis dan menyebabkan kualitas sperma menurun. Kondisi ini merupakan penyebab infertilitas pada pria yang paling sering terjadi.

Meski penyebab varikokel masih belum diketahui secara pasti, namun penanganan yang tepat dapat meningkatkan jumlah dan fungsi sperma.

  • Mengalami penyakit tertentu

Beberapa penyakit dapat mempengaruhi kesuburan pria, yaitu:

Infeksi

Peradangan pada testis (orchitis) dan beberapa infeksi akibat penyakit menular seksual, seperti gonorrhea dan HIV dapat menyebabkan gangguan pada produksi dan kesehatan sperma atau dapat menyebabkan jaringan parut yang bisa menghalangi jalan sperma.

Beberapa infeksi juga dapat menyebabkan kerusakan testis yang menetap.

Penyakit celiac

Penyakit celiac merupakan salah satu gangguan pada saluran pencernaan yang disebabkan akibat sensitif terhadap gluten.

Meski kondisi ini dapat menyebabkan infertilitas pada pria, namun kesuburan dapat meningkat setelah menjalani diet bebas gluten.

Sindrom Klinefelter

Merupakan gangguan bawaan ketika seseorang dilahirkan dengan dua kromosom X dan satu kromosom Y, sehingga menyebabkan perkembangan abnormal pada organ reproduksi pria. Gangguan bawaan lain seperti cystic fibrosis, Kallmann’s syndrome dan Kartagener’s syndrome juga berkaitan dengan infertilitas.

  • Permasalahan ejakulasi

Kondisi ini juga disebut dengan istilah ejakulasi retrograde, yaitu kondisi ketika air mani tidak keluar saat orgasme, melainkan masuk ke dalam kandungi kemih.

Ejakulasi retrograde dapat disebabkan oleh kondisi kesehatan, seperti diabetes, cedera tulang belakang, pengobatan, operasi kandung kemih, prostat atau uretra.

  • Tumor

Kanker atau tumor dapat mempengaruhi organ reproduksi pria melalui pengaruh pada kelenjar yang berfungsi untuk memproduksi hormon reproduksi.

Di sisi lain, pengobatan kanker dengan radiasi, pembedahan atau kemoterapi juga dapat mempengaruhi kesuburan pria.

  • Ketidakseimbangan hormon

Infertilitas dapat disebabkan oleh gangguan pada sistem keseimbangan hormon, seperti hipotalamus, kelenjari pituitari dan adrenal.

  • Gangguan pada saluran yang membawa sperma

Cedera akibat operasi, infeksi, trauma atau perkembangan yang tidak normal dapat menyebabkan saluran yang membawa sperma menjadi tersumbat, sehingga sperma tidak dapat dikeluarkan.

Riwayat operasi yang dapat menyebabkan infertilitas adalah vasektomi, operasi hernia inguinalis, skrotum , prostat dan operasi besar pada perut.

 

Baca Juga: Penyebab Kualitas Sperma Kurang Baik dan Cara Memperbaiki

 

  • Permasalahan pada fungsi seksual

Disfungsi ereksi, ejakulasi dini, kelainan anatomi, masalah psikologis atau masalah lainnya yang dapat mengganggu fungsi seksual merupakan beberapa penyebab yang berperan menyebabkan infertilitas.

  • Penggunaan obat-obatan

Penggunaan obat golongan steroid, kemoterapi, anti jamur dan obat lainnya dapat berdampak pada produksi sperma dan menurunkan kesuburan pria.

Lingkungan

Selain dari kondisi medis atau kesehatan, ternyata faktor lingkungan juga dapat berpengaruh pada kesuburan pria.

Paparan berlebihan terhadap lingkungan, seperti panas, bahan beracun dan bahan kimia dapat mengurangi produksi atau fungsi sperma.

  • Bahan kimia

Paparan benzenes, toluene, xylene, pestisida, pelarut organik, material cat dapat menyebabkan jumlah sperma yang rendah.

  • Paparan logam berat

  • Radiasi atau X-rays

  • Paparan panas pada testis

Suhu tinggi dapat mengganggu produksi dan fungsi sperma. Meskipun penelitian terbatas, kebiasaan sauna atau berendam di air panas dipercaya dapat mengganggu jumlah sperma yang dihasilkan.

Duduk terlalu lama, mengenakan pakaian yang ketat juga dapat meningkatkan suhu di skrotum yang dapat mengganggu produksi sperma.

Gaya Hidup

Tidak dapat dipungkiri bahwa gaya hidup juga bisa menjadi penyebab infertilitas pada pria. Penggunaan obat-obatan, alkohol, merokok atau menjadi perokok pasif, stres, depresi dan obesitas diketahui berdampak pada kesuburan.

 

Baca Juga: Daftar Makanan Wajib untuk Meningkatkan Kesuburan Pria

 

Frequently Asked Questions (FAQ)

Faktor Risiko1

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seorang pria mengalami infertilitas, yaitu:

  • Merokok

  • Konsumsi alkohol

  • Menggunakan obat-obat terlarang

  • Obesitas atau kegemukan

  • Riwayat atau sedang mengalami infeksi

  • Testis terlalu panas

  • Mengalami depresi atau stres berat

  • Sering terpapar bahan beracun

  • Pernah mengalami trauma atau cedera pada testis

  • Pernah menjalani vasektomi atau operasi perut atau panggul

  • Memiliki penyakit tertentu, seperti tumor

  • Memiliki keluarga dengan gangguan kesuburan

  • Menjalani pengobatan radiasi atau kemoterapi untuk pengobatan kanker 

 

Bagaimana pengobatan untuk fertilitas pada pria?

Infertilitas pada pria dapat diobati sesuai dengan penyebabnya. Beberapa pengobatan yang mungkin direkomendasikan oleh dokter, seperti:

  • Operasi, jika mengalami varikokel atau sumbatan pada saluran vas deferens

  • Antibiotik, jika infertilitas disebabkan oleh penyakit infeksi bakteri

  • Terapi hormon atau obat-obatan lain yang digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi atau ejakulasi prematur

 

Apakah infertilitas pada pria dapat disembuhkan?

Kebanyakan kasus infertilitas pada pria dapat disembuhkan dengan pengobatan disesuaikan dengan penyebab.

Namun, pada beberapa kasus yang sulit atau jarang terjadi, masalah fertilitas atau kesuburan tidak dapat diobati, misalnya jika penyebab infertilitas akibat penyakit bawaan atau kerusakan menetap pada organ reproduksi.

Dokter akan memberikan pertimbangan lain, seperti penggunaan sperma donor atau mengadopsi anak.

Infertilitas dapat terjadi baik pada pria maupun wanita, sehingga pemeriksaan kesuburan untuk mencari tahu penyebab infertilitas juga disarankan bagi pria.

Konsultasikan dengan dokter, jika belum berhasil hamil setidaknya selama 1 tahun atau lebih cepat jika memiliki masalah lain terkait fertilitas.

 

Ditulis oleh : apt. Novita, S.Farm., M.Farm.

Sumber

  1. Mayo Clinic. Male Infertility [Internet]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/male-infertility/symptoms-causes/syc-20374773
  2. Weill Cornell Medicine. Understanding Male Infertility [Internet]. Available from: https://maleinfertility.org/understanding-male-infertility

Komentar

Instagram Mommy.101

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa