Kecelakaan Umum pada Bayi
Kecelakaan pada bayi adalah hal yang paling dikhawatirkan oleh setiap orang tua. Ketahui jenis-jenis kecelakaan yang sering terjadi pada bayi usia 0-12 bulan berikut ini.
1. Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)
SIDS merupakan kematian pada bayi yang sulit ditemukan faktor pemicunya dan dapat terjadi pada bayi yang terlihat sehat. SIDS sering kali disebut sebagai crib death karena umumnya terjadi saat bayi sedang tidur.
Kematian pada bayi saat tidur ini dikarenakan bayi kesulitan bernapas sehingga tidak mendapatkan cukup oksigen. Dan, kondisi ini lebih rentan terjadi pada bayi yang tidur bersama orang tuanya.
Pencegahan
- Baringkan bayi pada posisi telentang
- Hindari meletakkan bayi di posisi menyamping saat tidur, terutama jika belum bisa tengkurap sendiri
- Pastikan tidak ada banyak barang di sekeliling bayi, seperti mainan, boneka, bantal berukuran besar, atau selimut tebal
- Biasakan bayi tidur di tempatnya sendiri untuk menghindari tertindih orang tua
- Pilih tempat tidur yang sesuai dengan bayi. Tempat tidur dewasa tidak disarankan terutama bagi bayi yang sudah bisa berguling sendiri karena berisiko terjatuh saat tidur
- Hindari menggunakan bantal dan selimut yang besar dan berat bagi bayi di bawah usia 1 tahun
2. Sindroma bayi terguncang
Sindroma bayi terguncang merupakan trauma kepala atau cedera otak serius pada bayi akibat mengalami guncangan secara paksa atau kencang.
Pencegahan
- Hindari menggoyangkan atau mengayunkan bayi dengan kencang, baik untuk menenangkannya saat menangis maupun saat megajaknya bermain
- Hindari menggendong bayi saat suasana hati tidak baik dan sedang emosi. Mommy bisa meminta bantuan orang lain untuk menggendong bayi sementara Mommy menenangkan diri
- Edukasi keluarga dan pengasuh bayi mengenai bahaya sindroma bayi terguncang
3. Nursemaid’s elbow
Nursemaid’s elbow merupakan cedera pada siku yang umum dialami bayi dan balita. Hal ini terjadi ketika siku tertarik secara kencang atau tiba-tiba, dan bisa juga disebabkan tulang terkilir.
Pencegahan
- Berhati-hati saat menggendong. Sebaiknya tidak mengangkat bayi pada bagian lengan atau pergelangan tangannya saja, angkat tubuh bayi dari bawah ketiak untuk menghindari tekanan berlebih pada siku
- Pastikan untuk tidak menarik atau menyeret tangan anak terlalu kencang
- Hindari menggandeng dan mengayunkan lengan anak terlalu kuat
4. Jatuh
Seiring bertambahnya usia, bayi akan semakin aktif dan semakin rentan terjatuh saat tidak diawasi.
Pencegahan
- Pastikan lantai tidak licin serta bersih dari mainan dan benda-benda lainnya
- Jangan meninggalkan bayi sendirian tanpa pengawasan
- Gunakan pintu pengaman tangga
- Pastikan sekeliling tempat tidur bayi dipasang pagar pengaman yang terkunci rapat
- Gunakan sabuk pengaman pada saat duduk di highchair, carseat, dan stroller
- Pastikan jendela dalam keadaan terkunci dan sebaiknya tidak menaruh barang yang dapat dijadikan pijakan oleh bayi di dekat jendela
Pertolongan pertama kecelakaan
- Usahakan tenang dan tidak panik
- Cek tingkat kesadaran bayi
- Cek saluran pernapasan bayi. Jika bayi menangis dan tidak mengalami kesulitan bernapas, kemungkinan saluran pernapasannya baik. Amati juga perubahan warna muka dan tarikan napasnya
- Cek seluruh bagian tubuh bayi, apakah ada memar atau luka
- Jika terjadi perdarahan, hentikan dengan cara menekan sumbernya dengan kain bersih
- Jika ada tulang yang patah, jangan memindahkan posisi tubuh bayi secara tiba-tiba
5. Tersedak
Risiko tersedak biasanya semakin tinggi pada bayi yang sudah bisa menggenggam objek dan memasuki masa MPASI.
Pencegahan
- Pilih mainan sesuai dengan rentang usia bayi
- Hindari mainan yang memiliki bagian-bagian kecil yang mudah terlepas
- Jauhkan benda-benda kecil yang dapat tertelan dari jangkauan bayi
- Awasi saat makan, terutama bila bayi baru belajar makan
- Pastikan makanan bayi mudah dikunyah dan ditelan
Pertolongan pertama kecelakaan
- Lakukan Heimlich manuver. Namun, jika orang tua tidak bisa, segera panggil bantuan
- Lakukan CPR jika diperlukan
6. Luka bakar
Luka bakar dapat terjadi jika bayi memegang objek yang panas, tersengat listrik, atau tersiram air panas.
Pencegahan
- Jauhkan makanan atau minuman panas dari bayi
- Pastikan suhu makanan dan minuman sudah aman sebelum diberikan pada bayi
- Kunci pintu dapur atau beri penghalang
- Hindari membawa bayi saat memasak. Selesai memasak, letakkan peralatan yang masih panas di luar jangkauan bayi
- Pasang pengaman stop kontak
- Pasang pengaman air panas pada dispenser atau keran di kamar mandi
- Hindari menyetrika di dekat bayi
Pertolongan pertama kecelakaan
- Cek saluran pernapasan bayi. Jika aman dan normal, cek bagian tubuh yang terluka
- Bersihkan bagian yang luka dengan air mengalir selama 10 menit. Jika bayi menggigil, hentikan pembersihan
- Tutup luka dengan kain bersih dan steril, lalu gunakan plester
- Tidak disarankan untuk mengoleskan pasta gigi, kecap, atau bahan lainnya yang tidak ditujukan untuk luka bakar
- Jika pakaian bayi terbakar dan melekat pada tubuhnya, segera bawa ke dokter
- Jika kulit bayi melepuh, biarkan dan bawa ke dokter untuk mendapatkan obat yang tepat
7. Keracunan
Keracunan terjadi jika bayi tidak sengaja menelan, menjilat, atau menghirup zat yang berbahaya.
Pencegahan
- Jauhkan obat-obatan dan bahan kimia seperti deterjen, pembersih lantai, pembersih kamar mandi di luar jangkauan bayi
- Pastikan mainan dan perlengkapan makan bayi sesuai dengan standar kesehatan dan tidak mengandung zat-zat yang berbahaya
- Cek tanggal kedaluwarsa makanan dan minuman yang akan diberikan pada bayi
- Pastikan selalu menjaga kebersihan saat menyiapkan makanan dan minuman untuk bayi
Pertolongan pertama kecelakaan
- Pastikan bayi dapat bernapas dengan baik dan amati perubahan warna mukanya
- Lakukan CPR jika dibutuhkan
- Segera ke dokter dan bawa serta bahan kimia, makanan, atau mainan yang menyebabkan bayi keracunan
8. Tenggelam
Tenggelam dapat terjadi saat anak sedang mandi atau berenang.
Pencegahan
- Sebaiknya tidak meninggalkan anak sendirian saat di kamar mandi, di sekitar kolam renang atau kolam ikan, di pantai, sungai, atau danau
- Pastikan untuk mengunci pintu kamar mandi
- Jika Mommy memiliki kolam renang, pastikan untuk memasang pagar pengaman di sekelilingnya
Pertolongan pertama kecelakaan
- Pastikan saluran pernapasan bayi tidak terganggu dan lakukan CPR jika diperlukan
- Observasi bayi dan bawa ke dokter jika bayi tidak sadarkan diri, batuk terus-menerus, atau muntah
Kecelakaan umum pada bayi dapat dihindari dengan memastikan lingkungan yang aman dan bersih bagi bayi. Tetaplah tenang dan tidak panik saat kecelakaan terjadi, dan segera bawa ke dokter apabila tanda bahaya seperti kesulitan bernapas, bayi tidak sadarkan diri, dan perdarahan yang sulit dihentikan.
Ditulis oleh Dini Ramdhaniar – Tim Penulis Mommy 101 disadur dari berbagai sumber
Sumber
- Mayo Clinic Staff. 2020. Sudden Death Infant Syndrome (SIDS). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sudden-infant-death-syndrome/symptoms-causes/syc-20352800 (diakses tanggal 3 Mei 2021)
- Mayo Clinic Staff. 2017. Shakken Baby Syndorme. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/shaken-baby-syndrome/symptoms-causes/syc-20366619 (diakses tanggal 3 Mei 2021)
- Lestari, Tri Yuniwati. 2021. Awas, Ini Bahaya Menarik Lengan Anak Terlalu Kuat. https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3646658/awas-ini-bahaya-menarik-lengan-anak-terlalu-kuat (diakses tanggal 3 Mei 2021)
- Medanta Medical Team. Common Infant and Toddler Injuries. https://www.medanta.org/patient-education-blog/common-infant-and-toddler-injuries/ (diakses tanggal 3 Mei 2021)
- American Academy of Pediatrics. 2017. Safety for Your Child: Birth to 6 Months. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/Pages/Safety-for-Your-Child-Birth-to-6-Months.aspx (diakses tanggal 3 Mei 2021)
- American Academy of Pediatrics. 2018. Safety for Your Child: 6 to 12 Months. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/Pages/Safety-for-Your-Child-6-to-12-Months.aspx (diakses tanggal 3 Mei 2021)
- Fire Services Ambulance Command training School. 2010. Home Accident Preventions for Children. https://www.hkfsd.gov.hk/eng/source/safety/Children_home_accident.html (diakses tanggal 3 Mei 2021)

