Sering Mimisan, Kenali Apa Saja Penyebab Mimisan
Penyebab mimisan tergantung dari jenis mimisannya. Terdapat dua jenis mimisan , yaitu mimisan bagian depan atau mimisan anterior dan mimisan bagian belakang atau mimisan posterior.
Penyebab mimisan anterior, diantaranya:

- Mengorek hidung, terutama bila tidak sengaja menggores bagian dalam hidung dengan ujung kuku yang tajam.
- Mengembuskan hidung terlalu kencang, yang menyebabkan trauma pada pembuluh darah. Biasanya ketika anak ingin membuang ingus atau ada benda asing yang masuk ke dalam hidung.
- Cedera pada hidung.
- Bentuk hidung yang bengkok, baik akibat faktor keturunan, kelainan hidung bawaan, atau cedera.
- Penggunaan obat pelega hidung secara berlebihan.
- Infeksi yang menyebabkan hidung tersumbat, misalnya ketika anak terserang pilek atau flu.
- Penyakit hay fever atau yang umum disebut alergi rhinitis, yaitu peradangan pada lapisan dalam hidung, yang umumnya disebabkan oleh alergen tertentu, seperti serbuk sari.
- Sinusitis, atau peradangan pada dinding sinus, yaitu rongga kecil yang terletak di bagian belakang tulang dahi, bagian dalam struktur tulang pipi, kedua sisi batang hidung, dan belakang mata yang saling terhubung melalui saluran udara.
- Udara yang sangat kering, yang menyebabkan membran hidung menjadi kering dan lebih rentan terhadap perdarahan serta infeksi.
- Perubahan tekanan udara atau suhu yang sangat ekstrem. Biasanya ini dialami ketika mendaki gunung. Tekanan udara di dataran tinggi, seperti di pegunungan, jauh lebih rendah dibandingkan tekanan udara di dataran rendah.
Penyebab mimisan posterior, di antaranya:

- Trauma pada kepala akibat terkena pukulan atau terjatuh.
- Patah hidung.
- Efek samping dari operasi hidung yang belum lama berselang.
- Tumor yang tumbuh di rongga hidung.
- Penyempitan dan penebalan arteri yang disebabkan adanya penumpukan plak pada dinding arteri, atau disebut aterosklerosis.
- Penggunaan obat-obatan pengencer darah yang berlebihan, termasuk aspirin dan obat pencegah penggumpalan darah (antikoagulan), seperti Warfarin dan Heparin.
- Kelainan pembekuan darah, misalnya dikarenakan gangguan sistem pembekuan darah, atau penyakit hemofilia, dan kondisi bawaan yang membuat penderitanya lebih mudah berdarah, atau penyakit von Willebrand.
- Kelainan genetik yang memengaruhi pembuluh darah, atau Hereditary haemorrhagic telangiectasia (HHT).
- Leukimia. Kasus ini jarang terjadi, dan biasanya ada gejala-gejala lain yang menyertai.
- Paparan bahan kimia yang menyebabkan iritasi pada hidung, misalnya amonia.
- Benda asing yang masuk ke dalam hidung.
- Tekanan darah tinggi atau hipertensi juga umum ditemukan pada orang yang mengalami mimisan, dan mengakibatkan perdarahan sulit dihentikan. Akan tetapi belum dapat dipastikan apakah tekanan darah tinggi menjadi penyebab langsung mimisan atau bukan.
Sebagian besar penyebab anak sering mimisan karena terlalu keras mengorek hidung atau mengalami iritasi akibat udara yang sangat kering. Oleh karena itu, sebaiknya Mommy selalu memastikan kuku anak tetap pendek atau menjaga kelembapan hidung mereka dengan krim khusus. Untuk lebih selengkapnya, yuk cari tahu tentang Cara Mengatasi Mimisan dan Cara Mencegah Mimisan.

