Vasektomi
Pengertian
Vasektomi adalah prosedur operasi kecil untuk memotong vas deferens, yaitu saluran yang mengalirkan sperma menuju air mani, guna mencegah kehamilan secara permanen.
Tingkat keberhasilan
Vasektomi dianggap sebagai metode kontrasepsi pria yang paling aman dan efektif. Dari 1000 pasangan yang menjalani vasektomi dalam setahun, hanya 1 – 2 kehamilan yang terjadi.
Cara kerja
Saat pria ejakulasi, air mani dari seminal vesicle bercampur dengan sperma dari testis, mengalir melalui saluran kencing dan keluar melalui penis.
Ketika sperma yang dikeluarkan bersama air mani berhasil memasuki sel telur, terjadilah pembuahan.
Vasektomi berusaha mencegah pembuahan dengan cara menghalangi sperma bercampur dengan air mani dengan cara memotong saluran penghubungnya.
Setelah vasektomi, stamina dan gairah seksual pria tidak akan terpengaruh. Pria tetap bisa mengeluarkan air mani, tapi tidak mengandung sperma. Sperma tetap diproduksi, namun akan diserap kembali oleh tubuh.
Persiapan
Pertimbangan sebelum vasektomi
Mengingat vasektomi bersifat permanen, lakukan hanya jika Mommy dan suami yakin tidak berencana mempunyai anak lagi.
Pertimbangkan semua pilihan dan gunakan metode kontrasepsi lain sampai Mommy dan pasangan benar-benar yakin.
Diskusikan bersama seluruh prosedurnya dan pastikan Mommy dan suami memahami semua risikonya.
Langkah persiapan
Sebelum pelaksanaan vasektomi, pastikan pasangan Mommy melakukan hal-hal berikut.
- Membersihkan area genital, termasuk mencukur bulu kemaluan
- Menyediakan jockstrap atau celana dalam ketat untuk menyangga skrotum dengan lebih kencang pascaoperasi
- Tidak minum aspirin, ibuprofen, ketoprofen, atau naproxen selama satu minggu sebelum vasektomi. Obat-obatan tersebut dapat mengencerkan darah dan meningkatkan risiko perdarahan
Prosedur
Terdapat dua teknik bedah yang digunakan dalam vasektomi.
1. Teknik konvensional
Proses pelaksanaan vasektomi konvensional melibatkan pembedahan layaknya operasi. Berikut proses lebih detailnya.
- Area skrotum atau kantong zakar akan dicukur dan dibasuh dengan cairan antiseptik
- Pemberian anestesi lokal untuk membuat area skrotum mati rasa
- Dokter akan membuat 1-2 sayatan pada masing-masing sisi kulit skrotum untuk dapat menjangkau vas deferens
- Vas deferens akan dipotong dan secuil bagian akan diambil sehingga ada celah kecil di antara kedua ujungnya
- Kedua ujung akan diikat atau disegel dengan perekat yang menggunakan suhu tinggi
- Langkah 3 – 5 diulangi pada sisi skrotum yang lain
- Sayatan pada skrotum akan dijahit dengan benang yang dapat diserap tubuh sehingga tidak perlu dilepas
Teknik tanpa pisau bedah
Pada teknik vasektomi tanpa pisau bedah, tidak ada sayatan yang dibuat. Berikut detail proses pelaksanaannya.
- Sama dengan teknik konvensional, area skrotum akan dibersihkan
- Dokter akan menyuntikkan bius lokal pada area tersebut
- Dokter menentukan lokasi vas deferens dengan meraba permukaan skrotum
- Lalu, dokter akan menahannya menggunakan penjepit kecil
- Dokter akan membuat lubang kecil dengan menusuk kulit skrotum
- Vas deferens akan ditarik keluar dengan lembut, kemudian dipotong
- Kedua ujung vas deferens akan diikat atau disegel dengan cara yang sama dengan teknik konvensional
- Langkah 3 – 7 akan diulangi pada sisi skrotum yang lain
- Lubang pada skrotum begitu kecil sehingga sering kali akan sembuh sendiri tanpa dijahit
Perawatan
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait perawatan pascavasektomi.
1. Pakaian dalam
Kenakan terus jockstrap atau pakaian dalam ketat selama beberapa hari pertama untuk menyangga skrotum.
Selain lebih nyaman, jockstrap juga dapat membantu mencegah pembengkakan.
2. Kebersihan
Konsultasikan dengan dokter cara membersihkan area genital pascaoperasi.
Pastikan area genital dikeringkan dengan lembut hingga benar-benar kering.
3. Beraktivitas
Dokter biasanya mengizinkan untuk kembali bekerja setelah 1 – 2 hari.
Namun, olahraga dan mengangkat benda berat harus dihindari setidaknya selama seminggu untuk mencegah komplikasi.
4. Berhubungan seks
Hubungan seks diperbolehkan segera setelah merasa nyaman dan tidak ada keluhan.
Namun, tetap gunakan alat kontrasepsi lain setidaknya selama 8 – 12 minggu hingga tidak ada lagi sperma yang tersisa di dalam.
Efek samping
Vasektomi tergolong aman, namun tetap ada efek samping yang dapat ditimbulkan.
- Rasa tidak nyaman, bengkak, dan memar pada skrotum selama beberapa hari
- Terdapat darah dalam air mani pada beberapa ejakulasi pertama
- Risiko infeksi
- Risiko kecil perdarahan pada skrotum
- Risiko kecil mengalami sindrom nyeri
Sebagai catatan, studi menunjukkan bahwa vasektomi tidak meningkatkan risiko mengalami masalah kesehatan seperti penyakit jantung, kanker prostat, kanker testis, atau lainnya.
Tanda bahaya
Segera hubungi dokter jika muncul keluhan-keluhan berikut.
- Demam
- Skrotum berwarna merah dan terasa nyeri
- Skrotum membengkak, tidak kunjung kempis, dan makin parah
- Munculnya benjolan di skrotum
- Bekas sayatan di skrotum terus mengalami perdarahan, bahkan setelah ditekan di antara dua kain kasa selama 10 menit
- Kesulitan buang air kecil
Biaya
Kisaran biaya vasektomi bervariasi, namun umumnya dapat mencapai belasan juta rupiah.
Di samping itu, sediakan dana tambahan sebesar 20 – 30% dari biaya tersebut untuk berjaga-jaga.
FREQUENTLY ASKED QUESTION
Apa itu vasektomi dan tubektomi?
Vasektomi dan tubektomi adalah metode kontrasepsi permanen dengan cara memotong sebagian kecil saluran organ reproduksi.
Vasektomi adalah metode kontrasepsi untuk pria, sementara tubektomi untuk wanita.
Bagaimana cara melakukan kontrasepsi vasektomi?
Vasektomi dilakukan dengan cara memotong saluran yang menghubungkan sperma dengan air mani. Hal ini dilakukan dengan pembedahan kecil di area skrotum atau kantong zakar.Namun, kemajuan teknologi kedokteran telah memungkinkan vasektomi tanpa pembedahan, yaitu dengan teknik no-scalpel vasectomy.
Apakah vasektomi bisa dibuka kembali?
Dalam beberapa kasus, vasektomi dapat dibuka kembali. Namun, proses pembedahannya sulit dan memakan banyak biaya.
Penulis : Muna Fitria – Tim penulis Mommy101 disadur dari berbagai sumber
Sumber
- What is a Vasectomy? 2020. https://www.urologyhealth.org/urology-a-z/v/vasectomy (diakses pada 14 Maret 2021)
- Vasectomy (Male sterilisation). Your Contraception Guide. 2018. https://www.nhs.uk/conditions/contraception/vasectomy-male-sterilisation/ (diakses pada 14 Maret 2021)
- Vasectomy: What to Expect. 2020. https://familydoctor.org/vasectomy-what-to-expect/amp/ (diakses pada 14 Maret 2021)

