Menjemur Bayi
Manfaat menjemur bayi
Berikut adalah berbagai manfaat menjemur bayi:
1. Produksi vitamin D.
Tubuh akan menghasilkan vitamin D saat kulit terkena paparan sinar UVB dari matahari.
Berikut adalah beberapa manfaat vitamin D bagi tubuh.
- Membantu tubuh menyerap kalsium
- memaksimalkan pertumbuhan tulang, otot, dan gigi
- mengurangi risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan, seperti osteoporosis
- meningkatkan imun tubuh
2. Memecah bilirubin.
Paparan sinar matahari dipercaya dapat menghancurkan bilirubin dalam tubuh bayi.
Meski demikian, konsultasikan dengan dokter jika anak mengalami kondisi kuning setelah lahir agar mendapatkan terapi yang tepat.
Indeks aman sinar UV
Perhatikan level aman sinar UV sebelum menjemur bayi. Berikut adalah indeks UV yang perlu diketahui:
Indeks UV
Radiasi sinar UV mempunyai intensitas yang berubah-ubah dan dinyatakan dalam Indeks UV, yaitu skala 0 hingga 11+.
- Aman. Sinar matahari dengan Indeks UV 0 hingga 2 dinilai aman.
- Tidak aman. Sinar matahari dengan Indeks diatas 3, perlu perlindungan seperti sun screen, pakaian, kacamata hitam, atau topi.
Faktor penentu
Indeks UV dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut.
- Waktu. Semakin tegak datangnya sinar matahari, Indeks UV semakin tinggi. Matahari berada tegak lurus sekitar pukul 12:00
- Posisi lintang. Semakin mendekati kutub, Indeks UV semakin kecil
- Tutupan awan. Semakin banyak awan, Indeks UV semakin kecil
- Ketinggian permukaan. Semakin tinggi suatu tempat, indeks UV semakin tinggi
- Kondisi permukaan. Semakin besar kemampuan permukaan dalam memantulkan cahaya, seperti permukaan air, pasir, atau salju, maka Indeks UV semakin tinggi
Efek negatif
Paparan sinar UV dengan intensitas tinggi secara berlebihan dapat membawa dampak negatif berikut.
- Merusak sel DNA kulit
- Memicu pertumbuhan sel kanker karena sinar matahari berperan sebagai karsinogen
- Menyebabkan penuaan dini pada kulit, seperti munculnya kerutan atau keriput dan kulit kendur
- Menyebabkan katarak, kanker kelopak mata, dan penyakit mata lainnya
Panduan menjemur bayi
1. Durasi
Menurut para ahli, bayi cukup dijemur selama 5 – 30 menit.
Perlu diperhatikan bahwa panjang pendeknya durasi ini tergantung pada indeks UV, usia, gelap/terangnya kulit, dan seberapa banyak kulit yang terpapar sinar matahari.
2. Waktu yang disarankan
Untuk wilayah Indonesia, waktu aman menjemur bayi ketika indeks UV berada pada level 0 – 2 pada jam 07:00 dan jam 16:00.
3.Waktu yang dihindari
Sebaliknya, hindari menjemur bayi ketika indeks UV di wilayah Indonesia berada pada tingkat tertinggi, yaitu level 8 – 10, antara pukul 10:00 hingga 16:00.
4. Posisi
Bayi tidak perlu selalu dijemur dengan cara dibaringkan di bawah sinar matahari.
Jemurlah bayi sambil mengajaknya berjalan-jalan menggunakan stroiller di lingkungan sekitar rumah atau melalui kegiatan lain di luar ruangan.
5. Perlengkapan
Pastikan bayi mengenakan jenis perlindungan di bawah ini saat sedang dijemur atau beraktivitas di luar ruangan.
- Pakaian yang menutup. Cukup kedua lengan dan kaki bayi yang terkena sinar matahari
- Kacamata hitam atau jenis pelindung mata lainnya
- Topi lebar, juga untuk melindungi mata
- Naungan. Hindari paparan sinar matahari langsung, jemurlah bayi di bawah pohon, di bawah payung, atau di dalam stroller
- Sun screen dengan SPF minimal 15 dapat mulai digunakan pada bayi usia di atas 6 bulan
Sebelum menjemur bayi, periksalah aplikasi ramalan cuaca di smartphone yang mencantumkan nilai indeks UV maksimal hari ini.
Website BMKG menyediakan peta sebaran indeks UV di Indonesia selama 24 jam.
Penulis: Muna Fitria – Tim Penulis Mommy 101; disadur dari berbagai sumber.
Sumber
- McNeill, Anne Marie, Erin Wesner. 2018. Sun Protection and Vitamin D. https://www.skincancer.org/blog/sun-protection-and-vitamin-d/ (diakses pada tanggal 14 Juli 2021)
- Indeks Sinar Ultraviolet (UV). https://www.bmkg.go.id/cuaca/indeks-uv.bmkg (diakses pada tanggal 14 Juli 2021)
- Iskandar, R. Adhi Teguh P., Francisca Bunjamin. 2015. Menjemur Bayi dengan Tepat. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/menjemur-bayi-dengan-tepat (diakses pada tanggal 14 Juli 2021)

