Warna feses bayi
Zat yang mewarnai feses adalah sterkobilin. Zat ini diproduksi oleh hati, disimpan di kantong empedu, dan disalurkan ke usus halus melalui saluran empedu.
Oleh karena itu, adanya gangguan pada salah satu organ tersebut dapat memengaruhi warna tinja.
Warna feses normal
Secara umum, warna feses bayi yang normal bervariasi antara warna kuning, kuning tua, cokelat, atau bahkan hijau.
Secara khusus, warna feses bayi yang minum ASI bisa berbeda dari bayi yang minum susu formula, begitu juga dengan bayi MPASI. Karenanya, warna normal feses bayi tidak bisa disamaratakan.
Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Bayi baru lahir
Feses normal pertama bayi baru lahir berwarna hitam dan sangat lengket, disebut meconium.
Meconium adalah pembuangan segala sesuatu yang tertelan bayi saat berada dalam rahim, seperti air ketuban, sel-sel dari permukaan tubuh (sel epitel), rambut halus (lanugo), lendir, cairan empedu, dan air.
Meconium hanya keluar sekali dalam beberapa hari setelah lahir.
2. Bayi yang minum ASI
Feses bayi ASI umumnya berwarna kuning dan hijau terang seperti saus mustard dengan tekstur lembek dan berbulir.
Warna feses ini dapat menjadi hijau terang bila bayi sering berganti sisi payudara saat menyusu, sehingga hanya ASI dengan kadar lemak rendah (foremilk) yang diminum bayi.
3. Bayi yang minum susu formula
Feses bayi yang minum susu formula cenderung lebih gelap dari bayi ASI, berwarna kuning tua atau kehijauan dengan tekstur yang kental seperti selai kacang.
4. Bayi MPASI
Begitu bayi memulai MPASI, warna feses bayi akan berubah menjadi cokelat kehijauan seperti jus alpukat.
Warna feses ini bisa berubah tergantung makanan yang dikonsumsi, misalnya oranye atau hijau.
Warna feses tidak sehat
Ada tiga warna feses bayi yang patut dikhawatirkan, karena bisa mengindikasikan adanya gangguan kesehatan serius.
Segera konsultasikan dengan dokter jika Mommy menjumpai ketiga warna feses berikut:
1. Merah
Berikut adalah beberapa penyebab feses bayi berwarna merah.
- Normal, apabila sebelumnya bayi mengonsumsi buah bit, tomat, pewarna makanan merah, atau obat-obatan tertentu
- Darah yang tidak sengaja tertelan oleh bayi baru lahir dalam proses persalinan atau oleh bayi yang menyusu dari puting Mommy yang terluka
- Konstipasi atau susah BAB. Bisa jadi feses bayi terlalu keras sehingga melukai lubang anusnya
2. Hitam
Bila bayi berusia di atas 3 hari, warna hitam pada feses bayi dapat menandakan adanya perdarahan pada saluran pencernaan atas.
3. Putih atau pucat
Feses bayi berwarna putih atau pucat dengan tekstur seperti serbuk kapur terjadi karena tubuh bayi tidak memproduksi cukup cairan empedu (bile). Hal ini menandakan adanya masalah serius pada hati atau kantong empedu.
Kondisi darurat
Selain menunjukkan warna yang tidak sehat, sebaiknya Mommy juga jangan menunda untuk membawa bayi ke dokter begitu Mommy menjumpai salah satu kondisi berikut.
- Bayi tidak mengeluarkan meconium dalam 48 jam setelah lahir
- Bayi terlihat menangis kesakitan setiap kali BAB
- Bayi muntah-muntah
- Bayi diare selama lebih dari 24 jam
- Fese bayi sangat keras dan berbentuk bulatan-bulatan kecil seperti tahi kambing
- Feses bayi berlendir, atau terdapat bercak darah
- Feses bayi berwarna hijau terang dan berbusa
Penulis: Muna Fitria – Tim Penulis Mommy 101, disadur dari berbagai sumber.
Sumber
- Kadim, Muzal. 2016. Warna Tinja, Apakah Berhubungan dengan Penyakit? https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/warna-tinja-apakah-berhubungan-dengan-penyakit (diakses tanggal 29 Juli 2021)
- The Many Colors of Baby Poop. 2021. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/Pages/The-Many-Colors-of-Poop.aspx (diakses tanggal 29 Juli 2021)
- The Color Baby Poop and What It Means. 2020. https://health.clevelandclinic.org/the-color-of-baby-poop-and-what-it-means-infographic/ (diakses tanggal 29 Juli 2021)
- Stools. – Unusual Color. 2021. https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/stools-unusual-color/ (diakses tanggal 29 Juli 2021)

