Tongue Tie
Pengertian
Tongue tie atau ankyloglossia adalah suatu kelainan kongenital ketika frenulum bayi yang menghubungkan lidah dengan dasar mulut terlalu pendek.
Akibatnya, lidah bayi tidak leluasa untuk bergerak dan sulit untuk menyusu.
Tongue tie dialami oleh 3-5% bayi, dan mayoritas adalah bayi laki-laki.
Klasifikasi
Tongue tie memiliki empat tipe, yaitu berikut ini :
Tipe 1
Frenulum tipis dan elastis terikat sampai ujung permukaan bawah lidah
Tipe 2
Frenulum terikat 2-4 mm di belakang tipe 1
Tipe 3
Frenulum terikat di tengah lidah dan biasanya tebal dan kurang elastis
Tipe 4
Frenulum terikat di pangkal lidah, tebal dan tidak elastis, sehingga mobilitas lidah sangat terbatas
Gejala
Gejala tongue tie bisa dilihat dari kondisi Mommy dan bayi:
Kondisi bayi
Contoh gejala dari kondisi bayi adalah sebagai berikut:
- Pergerakan lidah terbatas
- Bayi tidak bisa membuka mulut lebar sehingga akan sering menggigit
- Tidak bisa menyusu dengan tenang
- Pelekatan menyusu yang buruk
- Frekuensi menyusu yang lebih sering dengan durasi yang lebih lama
- Berat badan bayi sulit naik atau bayi mengalami penurunan berat badan yang berlebih
- Saat menyusu terdengar bunyi “klik” dan ASI mengalir keluar dari mulut bayi
- Kolik, kembung, cegukan
- Refluks atau muntah setelah menyusu
Kondisi Mommy
Contoh kondisi yang mungkin Mommy alami :
- Puting lecet, nyeri pada payudara
- Produksi ASI sedikit
- Milk blister atau luka lepuh seperti jerawat kecil berwarna putih pada puting
- Kelelahan karena terus-menerus menyusui
- Mastitis
Penyebab
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab bayi mengalami tongue tie. Namun, beberapa kondisi menunjukkan bahwa tongue tie disebabkan oleh faktor genetik.
Diagnosis
Guna memastikan apakah bayi mengalami tongue tie atau tidak, Mommy bisa berkonsultasi dengan konselor laktasi bersertifikat IBCLC, dokter anak, atau bidan.
Mereka akan melakukan pemeriksaan fisik pada mulut bayi untuk melihat bentuk dan pergerakan lidahnya serta menganalisis cara bayi menyusu.
Dampak
Berikut beberapa dampak tongue tie pada tumbuh kembang bayi:
1. Menghambat proses menyusu
Tongue tie bisa membuat pelekatan tidak berlangsung dengan benar. Akibatnya, ASI tidak keluar secara optimal dan bayi tidak mendapatkan cukup ASI sehingga berisiko kekurangan nutrisi.
2. Kesulitan bicara
Tongue tie akan memengaruhi artikulasi bayi, kesulitan mengucapkan kata-kata tertentu terutama konsonan seperti huruf r, t, d, s, dan l.
3. Kesulitan beraktivitas tertentu dengan mulut
Bayi yang menderita tongue tie akan kesulitan melakukan gerakan sederhana yang mengandalkan lidah, seperti menjilat bibir, menjilat es krim, atau meniup lilin.
4. Kondisi mulut tidak higenis
Tongue-tie dapat membuat lidah bayi kesulitan membersihkan sisa makanan dari gigi. Kondisi ini berisiko menyebabkan kerusakan gigi dan pembengkakan pada gusi.
Penanganan
Frenulum lidah masih bisa merenggang seiring waktu, sehingga tongue-tie diharapkan teratasi sendiri.
Jika bayi masih bisa menyusu, Mommy hanya perlu mencari posisi dan pelekatan menyusui yang nyaman.
Namun, jika ternyata tongue tie tidak bisa dibiarkan, dokter akan mengambil tindakan medis, frenotomi atau frenuloplasti.
Memperbaiki posisi dan pelekatan menyusui
Berikut adalah beberapa cara yang bisa Mommy lakukan untuk menyusui bayi tongue tie dengan nyaman:
- Menyusui saat payudara terasa lunak. Saat payudara lunak, bayi tongue tie akan lebih mudah melekat pada payudara
- Menyusui dengan cara berbaring. Mommy bisa berbaring dengan kepala sedikit ditinggikan, kemudian baringkan bayi di atas badan Mommy. Dengan posisi ini, proses pelekatan bayi dibantu oleh gaya gravitasi
- Memastikan bayi tongue tie bisa melekat sempurna. Tarik dagu bayi agar mulutnya terbuka lebih lebar, tekan areola di dekat bibir atas bayi sehingga bagian daging payudara yang mengandung banyak ASI-lah yang terlebih dahulu masuk mulut bayi
- Mempertahankan produksi ASI. Jika bayi kesulitan menyusu secara langsung, Mommy bisa memerah ASI untuk mempertahankan produksi ASI. Selingi menyusui dengan pemberian ASIP menggunakan sendok atau cangkir
Tindakan medis
Pada beberapa kasus ketika kondisi tongue tie tidak membaik, dokter dapat melakukan tindakan medis berikut ini:
Frenotomi
Pada tongue-tie yang tergolong ringan, frenotomi dilakukan dengan menggunting bagian frenulum menggunakan gunting bedah.
Frenotomi berlangsung cepat dan bisa dilakukan dengan atau tanpa obat bius. Perdarahan akibat frenotomi hanya sedikit, sehingga bayi dapat langsung menyusu setelah prosedur selesai.
Frenuloplasti
Pada frenulum yang terlalu tebal untuk digunting, dokter akan memberikan bius kemudian memotong frenulum lidah dengan alat khusus atau menggunakan laser, lalu menjahit bekas lukanya.
FREQUENTLY ASKED QUESTION
Apakah tongue tie memengaruhi kemampuan berbicara?
Tongue tie tidak akan menyebabkan keterlambatan bicara pada bayi, namun bisa membuat bayi kesulitan mengucapkan kata-kata tertentu, terutama yang mengandung konsonan, seperti l, s, d, z, dan r.
Bagaimana mengatasi tongue tie?
Tongue tie diharapkan bisa teratasi sendiri, sementara itu Mommy perlu mencari posisi dan pelekatan menyusui yang tepat. Bila tidak, dokter akan melakukan frenotomi dan frenuloplasti.
Bagaimana cara mengetahui tongue tie pada anak?
Berikut tanda-tanda yang ditunjukkan oleh anak yang memiliki tongue tie.
- Lidah pendek, tidak dapat dijulurkan keluar, dan berbentuk hati
- Tidak bisa mengucapkan kata-kata dengan jelas
- Sering tersedak saat makan atau minum
- Makan dengan lambat
- Sering mengemut
- Menggemeretakkan gigi saat tidur
- Mendengkur
Berapa biaya operasi tongue tie?
Biaya operasi tongue tie sangat bervariasi, tergantung tipe rumah sakit serta tingkat keparahan tongue tie.
Penulis : Dian Kusumawardani, Konselor Menyusui – Tim penulis Mommy101, disadur dari berbagai sumber.
Sumber
- Monika, FB. 2014. Buku Pintar ASI dan Menyusui. Tangerang : Naura.
- IDAI. 2010. Indonesia Menyusui. Jakarta : Penerbit IDAI.
- Newman, Jack. Dr. 2008. The Ultimate Breastfeeding Book of Answers. Tangerang : Buah Hati.

