Menangani Demam pada Bayi
Pengertian
Demam adalah kondisi ketika terjadi peningkatan sementara pada suhu tubuh diatas 37.5°C.
Penyebab
Demam bisa diakibatkan oleh beberapa hal, berikut di antaranya:
- Infeksi bakteri
- Kondisi peradangan
- Infeksi virus
- Penggunaan obat-obat tertentu, seperti antibiotik atau obat kejang
- KIPI imunisasi, seperti vaksin difteri, tetanus dan pertusis (DTaP), atau vaksin pneumonia
- Tumbuh gigi
Komplikasi
Anak usia 6 bulan hingga 5 tahun berisiko mengalami kejang akibat demam.
Kejang demam ditandai dengan hilangnya kesadaran dan gemetar pada anggota badan.
Cara mengukur demam
Mommy dapat mengukur suhu tubuh bayi dengan menggunakan termometer oral, rektal, telinga, dan dahi.
Bayi dikatakan demam bila termometer menunjukkan angka berikut.
- Suhu rektal, telinga, atau dahi, 38°C atau lebih
- Suhu mulut, 37,8°C atau lebih
- Suhu di ketiak, 37,2°C atau lebih tinggi
Cara menurunkan demam
Berikut adalah beberapa cara untuk menurunkan demam:
1. Obat-obatan
Berikut beberapa obat-obatan yang biasa diberikan atas rekomendasi dokter:
- Paracetamol atau Ibuprofen dapat membantu menurunkan demam dan rasa tidak nyaman pada bayi.
- Antibiotik bila bayi mengalami demam akibat infeksi bakteri, seperti pneumonia atau infeksi saluran kemih.
2. Cara alami
Berikut adalah cara alami untuk menurunkan demam:
- Berikan lebih banyak cairan. Demam dapat menyebabkan kehilangan cairan hingga dehidrasi. Mommy bisa memberikannya air, ASI, kaldu, atau oralit.
- Kenakan pakaian yang nyaman pada bayi. Berikan bayi Mommy pakaian yang ringan dan nyaman, serta jaga suhu ruangan agar tetap sejuk.
Mitos fakta demam pada bayi
Berikut adalah informasi dan fakta dari mitos seputar demam yang mungkin sering Mommy dengar:
1. Semua demam buruk bagi anak
Faktanya, tidak semua demam merupakan pertanda bahwa bayi atau anak sedang sakit.
Demam dapat berarti sistem kekebalan tubuh aktif dan sedang melawan infeksi atau pasca bayi mendapatkan imunisasi.
2. Demam di atas 40°C dapat merusak otak
Nyatanya, demam yang dapat menyebabkan kerusakaan otak adalah jika suhu di atas 42°C.
Selain itu, suhu demam yang mencapai diatas 42°C pun sangat jarang terjadi.
3. Semua demam perlu mendapatkan antipiretik
Faktanya,obat penurun panas atau antipiretik hanya perlu diberikan ketika demam membuat bayi merasa tidak nyaman atau rewel.
Umumnya, bayi akan merasa tidak nyaman ketika mencapai suhu di atas 39°C.
Kondisi darurat
Bila anak mengalami beberapa kondisi berikut ini, segeralah berkonsultasi dengan dokter.
- Usia di bawah 3 bulan dengan suhu rektal 38 °C atau lebih
- Usia 3 hingga 6 bulan dan memiliki suhu rektal hingga 38,9 °C. Selain itu, bayi tampak lesu, tidak nyaman, dan mudah menangis
- Usia 6 hingga 24 bulan dengan suhu rektal di atas 38,9 °C, yang berlangsung lebih dari 1 hari tanpa diikuti gejala lain
- Demam disertai gejala batuk, pilek, atau diare
Ditulis oleh : apt. Novita Hendriyadi, S. Farm., M.Farm – Tim penulis Mommy101, disadur dari berbagai sumber.
FREQUENTLY ASKED QUESTION
Apa obat tradisional penurun panas pada bayi?
Beberapa tanaman herbal dipercaya dapat menurunkan demam pada bayi, seperti air jahe serta bawang merah tumbuk yang dicampur dengan minyak kelapa dan dioles di tubuh bayi.
Namun, Mommy perlu berhati-hati dalam memilih obat tradisional. Apabila kulit bayi sensitif, misalnya, penggunaan bawang mungkin bukan pilihan yang tepat.
Sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat ketika bayi mengalami demam.
Kenapa kepala bayi panas tapi badan tidak?
Panas pada kepala bayi tidak selalu merupakan pertanda demam.
Suhu pada kepala bayi dapat meningkat ketika ia sangat aktif bermain, menangis, berpakaian terlalu tebal, berada di cuaca yang panas, atau ketika masa pertumbuhan gigi.
Sumber
- Mayo Clinic. Fever Symptomps and Causes. 2020. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fever/symptoms-causes/syc-20352759 (diakses tanggal 14 Agustus 2021)
- Kids Health. Fevers. 2018. https://kidshealth.org/en/parents/fever.html (diakses tanggal 14 Agustus 2021)
- Seattle Children’s. Fever-Myths Versus Facts. 2021. https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/fever-myths-versus-facts/ (diakses tanggal 14 Agustus 2021)

