Pengasuhan

Gumoh pada Bayi

Bayi di bawah usia 1 tahun sering kali mengalami gumoh. Berikut penyebab, cara pencegahan, dan kondisi yang harus diwaspadai.

Pengertian gumoh

Saat bayi gumoh, susu tampak mengalir dengan sendirinya. Dalam istilah medis, gumoh disebut refluks. Gumoh umumnya terjadi pada bayi baru lahir hingga usia 1 tahun.

Berbeda dengan gumoh, bayi yang muntah tampak mengedan, tidak nyaman, atau rewel. Sebagian besar muntah bayi merupakan hal yang abnormal dan bisa merupakan gejala penyakit yang serius.

Penyebab bayi gumoh

Gumoh dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:

  • Cincin otot di antara kerongkongan dan perut, yang berfungsi mencegah makanan yang tertelan kembali naik atas, belum berkembang sempurna
  • Ukuran lambung bayi masih kecil
  • Terlalu banyak udara yang tertelan saat menyusu
  • Intoleransi laktosa
  • Alergi

Ciri gumoh yang normal

Gumoh yang normal dialami bayi memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Bayi masih mau menyusu
  • Bayi tidak mengalami sesak napas
  • Pertumbuhan berat badan bayi normal
  • Bayi tetap nyaman dan tidak rewel
  • Terkadang gumoh diiringi batuk, sendawa, atau cegukan

Pencegahan gumoh pada bayi

Untuk mencegah gumoh, lakukanlah beberapa langkah berikut ini:

1. Posisikan kepala bayi lebih tegak, saat menyusu dan setelahnya

Pastikan Mommy memosisikan kepala bayi lebih tegak saat menyusui.

Kemudian, jaga agar bayi tetap dalam posisi tegak selama 30 menit setelah selesai menyusu agar ASI tidak kembali ke kerongkongan.

2. Susui bayi secukupnya

Bayi juga bisa gumoh karena minum ASI terlalu banyak. Kapasitas lambung bayi belum cukup untuk menampung terlalu banyak ASI.

Biasanya, bayi akan berhenti menyusu ketika sudah kenyang, hindari memaksanya untuk menyusu kembali.

3. Sendawakan bayi setelah menyusu

Pastikan untuk menyendawakan bayi setiap kali selesai menyusu. Caranya, Mommy bisa menggendong bayi dalam posisi tegak, kemudian tepuk perlahan punggung bayi hingga ia bersendawa.

4. Hindari bayi tidur tengkurap setelah menyusu

Setelah menyusu, gendong bayi terlebih dahulu selama 20-30 menit, kemudian tidurkan bayi dalam posisi telentang.

5. Mommy perlu menghindari konsumsi makanan tertentu

Pada bayi ASI, gumoh juga bisa merupakan reaksi alergi terhadap makanan yang Mommy konsumsi.

Oleh karena itu, perhatikan dan hindari makanan Mommy yang sekiranya membuat bayi menjadi lebih sering gumoh.

6. Berikan susu formula khusus

Apabila bayi memiliki intoleransi laktosa, konsultasikan ke dokter yang mungkin akan mengajurkan susu formula khusus.

Kondisi harus ke dokter

Meskipun sebagian besar normal, Mommy perlu mewaspadai gumoh bila disertai beberapa gejala berikut:

  • Bayi mulai gumoh pada usia 6 bulan dan tidak berhenti gumoh hingga usianya lebih dari 1 tahun
  • Bayi terlalu sering memuntahkan susu dengan jumlah yang cukup banyak
  • Cairan yang dimuntahkan bayi berwarna kuning, hijau, atau disertai darah
  • Bayi menolak menyusu, sehingga berat badannya tidak bertambah
  • Bayi mengalami sesak, lemas, rewel, dan sering menangis
  • Demam
  • Muncul darah dalam feses bayi
  • Bayi mengalami kesulitan bernapas
  • Bayi mengalami muntah proyektil, yaitu muntah dalam jumlah yang banyak hingga menyembur keluar dari mulut

Bayi yang mengalami gejala-gejala di atas, mengalami gumoh yang tidak biasa dan harus segera di bawa ke dokter.

FREQUENTLY ASKED QUESTION

Bagi bayi baru lahir hingga usia 1 tahun, gumoh adalah hal yang normal.

Frekuensi gumoh bayi berbeda-beda tergantung kondisinya. Bayi yang memiliki kondisi berikut akan lebih sering gumoh dibandingkan bayi lainnya.

  • Bayi prematur
  • Bayi lahir dengan berat badan rendah (BLBR)
  • Bayi dengan kelainan otot dan saraf, misalnya cerebral palsy
  • Bayi dengan alergi atau intoleransi laktosa

Ketika bayi gumoh, Mommy perlu segera membersihkan gumohnya. Setelah itu, gendong bayi dalam posisi tegak. Bila bayi masih terus-menerus gumoh, Mommy perlu segera membawanya ke dokter.

Penyebab bayi muntah setelah minum ASI bisa bermacam-macam. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Minum ASI terlalu banyak
  • GERD
  • Terlalu banyak menelan udara saat menyusu
  • Alergi
  • Masalah pencernaan
  • Flu

Penulis : Dian Kusumawardani, Konselor Menyusui – Tim penulis Mommy101, disadur dari berbagai sumber.

Sumber

  1. IDAI. 2010. Indonesia Menyusui. Jakarta : Badan Penerbit IDAI.
  2. Newman, Jack. Dr. 2008. The Ultimate Breastfeeding Book of Answers. Tangerang : Buah Hati.
  3. Prasetyono, Dwi. Sunar. 2012. Buku Pintar ASI Eksklusif. Yogyakarta : Diva Press.

Komentar

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa