Mastitis | Pengertian, Penyebab dan Cara Mengatasi
Pengertian
Mastitis adalah peradangan pada satu atau kedua payudara dengan atau tanpa disertai infeksi. Peradangan ini menyebabkan nyeri, bengkak, hangat, dan kemerahan pada payudara.1
Mastitis sering terjadi pada ibu menyusui. Diperkirakan, 3 – 20% ibu menyusui mengalaminya. Namun, mastitis juga bisa terjadi pada wanita yang tidak menyusui dan pada laki-laki.2
Pada ibu menyusui, mastitis dapat terjadi sepanjang masa menyusui. Paling sering terjadi dalam 6 minggu pertama setelah bayi lahir.
Mastitis dapat menurunkan produksi ASI dan menjadi alasan ibu berhenti menyusui.
Gejala
Tanda dan gejala mastitis dapat muncul secara tiba-tiba.1,2
- Demam dengan suhu tubuh >38,5⁰C
- Menggigil
- Nyeri atau ngilu seluruh tubuh
- Payudara terasa nyeri atau hangat saat disentuh
- Payudara bengkak atau muncul benjolan
- Payudara terasa nyeri atau sensasi terbakar terus-menerus atau saat menyusui
- Payudara kemerahan atau timbul garis-garis merah ke arah ketiak
- Peningkatan kadar Natrium dalam ASI yang membuat bayi menolak menyusu karena ASI terasa asin
Penyebab
Penyebab utama mastitis adalah ASI yang terperangkap di payudara dan tidak bisa dikeluarkan.1
Saluran ASI tersumbat
Jika payudara tidak benar-benar kosong saat menyusui, salah satu saluran ASI dapat tersumbat. Penyumbatan ini menyebabkan ASI menumpuk dan memicu infeksi payudara.1
Bakteri masuk ke payudara
Bakteri dari permukaan kulit dan mulut bayi dapat masuk ke saluran susu melalui celah di kulit puting susu atau melalui lubang saluran susu.
Susu yang menggenang di payudara karena tidak dikosongkan menyediakan tempat berkembang biak bagi bakteri.1
Bakteri yang umum menyebabkan mastitis adalah Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Sterptococcus.2
Faktor Risiko
Berikut faktor risiko terjadinya mastitis.2
- Memiliki riwayat mastitis pada anak sebelumnya
- Puting lecet, menyebabkan Mommy menghindari pengosongan payudara secara sempurna
- Frekuensi menyusui yang jarang atau waktu menyusui yang pendek
- Pengosongan payudara yang tidak sempurna
- Pelekatan bayi pada payudara yang kurang baik, yaitu hanya mengisap puting tidak termasuk areola, sehingga aliran ASI tidak sempurna
- Mommy atau bayi sakit
- Produksi ASI terlalu banyak
- Berhenti menyusui secara mendadak, misalnya saat bepergian
- Penekanan payudara, misalnya akibat penggunaan bra yang terlalu ketat
- Mommy merasa stres atau kelelahan
- Mommy mengalami malnutrisi sehingga daya tahan tubuhnya rendah
Dampak
Mastitis dapat menyebabkan komplikasi berikut.2
Berhenti menyusui dini
Berhenti menyusui dipicu karena munculnya berbagai gejala akut mastitis dan kekhawatiran obat yang dikonsumsi untuk pengobatan mastitis tidak aman bagi bayi.
Penghentian menyusui secara mendadak dapat meningkatkan risiko terjadinya abses.
Abses
Abses atau penumpukan nanah biasanya terjadi karena pengobatan yang terlambat atau tidak adekuat. Sekitar 3% kejadian mastitis berlanjut menjadi abses.
Pemeriksaan USG payudara diperlukan untuk mengidentifikasi cairan yang terkumpul. Cairan ini dapat dikeluarkan melalui jarum halus atau dengan tindakan bedah bila abses sangat besar.
Mastitis berulang
Umumnya disebabkan karena pengobatan terlambat atau tidak adekuat. Bila mengalami mastitis berulang, Mommy harus banyak beristirahat, makan makanan bergizi, banyak minum, dan mengatasi stres.
Pencegahan
Pencegahan mastitis dapat dilakukan dengan cara berikut.1
- Berkonsultasi dengan konsultan laktasi untuk mengetahui teknik menyusui yang benar
- Kosongkan seluruh ASI saat menyusui
- Mengeluarkan ASI setiap 3 – 4 jam dengan cara memerah dengan tangan atau memompa ASI
- Biarkan bayi mengosongkan satu payudara sebelum beralih ke payudara lainnya selama menyusu
- Pastikan pelekatan bayi ke payudara benar selama menyusu
- Melakukan pemijatan di leher dan punggung sebelum menyusui untuk merangsang hormon oksitosin agar ASI mengalir dengan lancar
- Cukup beristirahat dan hindari stres
- Menjaga kebersihan tangan dan alat pompa ASI untuk mencegah masuknya kuman
Penanganan
Penanganan mastitis meliputi hal berikut.
Konsumsi obat
Antibiotik diberikan bila mastitis disertai dengan infeksi. Durasi pemberian antibiotik umumnya selama 10 hari.
Konsumsi antibiotik yang dibeli dengan resep dokter sehingga terjamin keamanannya untuk ibu menyusui.
Mommy harus mengonsumsi antibiotik sesuai dosis dan durasi yang ditentukan. Jangan menghentikan penggunaan antibiotik sebelum waktunya untuk menghindari risiko terjadinya mastitis berulang.
Pereda nyeri seperti Ibuprofen atau Paracetamol dapat digunakan untuk mengurangi nyeri dan peradangan.
Tetap menyusui
Mommy dianjurkan untuk tetap menyusui saat mengalami mastitis karena ASI tetap aman bagi bayi. Berhenti menyusui justru akan memperburuk kondisi mastitis.
Kompres dan lakukan pemijatan payudara
Pemberian kompres serta pijatan yang lembut pada payudara dapat dilakukan sebelum menyusui atau memompa ASI.
Mommy bisa memilih jenis kompres hangat atau dingin sesuai kenyamanan.
Memperbaiki teknik menyusui
Kondisi payudara bengkak terkadang menyulitkan pelekatan mulut bayi dengan payudara. Oleh karena itu, Mommy perlu memastikan pelekatan yang benar dan mengosongkan payudara.
Mommy juga dapat memerah sedikit ASI dengan tangan sebelum menyusui agar pelekatan menjadi lebih baik.
Mommy tak perlu terlalu khawatir, mastitis dapat disembuhkan dengan penanganan yang tepat. Tetap berikan ASI sesuai kebutuhan bayi meskipun sedang mengalami mastitis.
FREQUENTLY ASKED QUESTION
Apakah mastitis berbahaya?
Mastitis yang tidak segera ditangani akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi Mommy dan bayi.
Hal ini tentu dapat mengganggu produksi ASI serta dapat menjadi alasan berhenti menyusui secara dini.
Apakah mastitis boleh dipijat?
Ya. Pijatan payudara dari daerah sumbatan ke arah puting yang dilakukan dengan jari yang dilumuri minyak atau krim selama proses menyusui dapat membantu melancarkan aliran ASI.2
Apa yang dimaksud dengan mastitis?
Mastitis adalah peradangan pada satu atau kedua payudara dengan atau tanpa disertai infeksi. Peradangan ini menyebabkan nyeri, bengkak, hangat, dan kemerahan pada payudara.1
Apa penyebab mastitis?
Mastitis terjadi karena adanya penyumbatan aliran ASI, sehingga ASI terperangkap pada jaringan payudara dan tidak bisa dikeluarkan.
Mastitis juga dapat disebabkan dan dapat disertai infeksi. Bakteri yang umum menyebabkan mastitis adalah Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Sterptococcus.2
Apakah aman memberikan ASI bagi bayi saat mastitis?
Mommy tidak perlu khawatir terjadi penularan bakteri ke bayi melalui ASI. Tidak ada bukti terjadinya gangguan kesehatan pada bayi yang terus menyusu dari payudara yang mengalami mastitis.2
Kapan harus ke dokter bila mengalami mastitis?
Mommy harus ke dokter bila mengalami hal berikut.
- Penyumbatan yang tidak dapat teratasi dalam waktu 8-12 jam
- Rasa tidak enak badan tak kunjung membaik dalam 24 jam meskipun terus menyusui
- Mengalami mastitis namun tidak menyusui
Penulis : apt. Silvia Dwi Puspa Susanti, S.Farm. – Tim penulis Mommy 101 disadur dari berbagai sumber

