Lain-lain

Anemia | Pengertian, Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan

Ulasan lengkap Anemia gejala, jenis, penyebab, faktor resiko, pengobatan dan pencegahan

Anemia adalah

kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah yang berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Anemia bukanlah suatu penyakit, namun suatu kondisi yang menunjukkan adanya penyakit lain, sehingga harus dicari penyebabnya.

 

Jenis Sel Darah

Terdapat tiga sel darah yang diproduksi di dalam tubuh manusia, yaitu:

  • Sel darah putih, untuk melawan infeksi

  • Platelet (keping darah), untuk membantu pembekuan darah

  • Sel darah merah, untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh

 

Kapan disebut Anemia?

  • Sel darah merah mengandung hemoglobin dan merupakan protein yang kaya akan zat besi, serta memberikan warna merah pada darah.
  • Hemoglobin memungkinkan sel darah merah untuk membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan karbondioksida dari seluruh tubuh ke paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh ketika kita menghela nafas.
  • Hampir semua sel darah, termasuk sel darah merah diproduksi secara berkala di sumsum tulang (bone marrow). Sel darah memiliki usia yang berbeda-beda, sel darah merah memiliki usia sekitar 120 hari.
  • Untuk menghasilkan hemogoblin dan sel darah merah, tubuh membutuhkan zat besi (Fe), vitamin B-12, folat dan nutrisi lainnya dari makanan yang Mommy konsumsi.

 

Seseorang dikatakan mengalami anemia ketika kadar hemoglobin (Hb) di bawah normal. Hemoglobin adalah protein yang membuat darah berwarna merah. Nilai normal hemoglobin untuk wanita adalah 11,6 – 15 g/dl, sedangkan pada pria 13,2 – 16,6 g/dl.

 

Gejala

Anemia menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Tanda dan gejala bervariasi tergantung dari penyebab anemia. Anemia ringan hampir tidak memiliki tanda dan gejala. Namun, jika muncul gejala, Mommy dapat merasakan tanda dan gejala berikut:

  • Kelelahan

  • Lemah

  • Pucat atau kulit berwarna kuning

  • Detak jantung tidak beraturan

  • Nafas pendek

  • Pusing atau terasa seperti mau pingsan

  • Pandangan berkunang-kunang

  • Sakit kepala

  • Nyeri dada

  • Tangan dan kaki terasa dingin

 

Gejala anemia sering tidak disadari, namun dapat memburuk jika tidak segera ditangani. Pada anemia berat, penderita dapat merasakan gejala sebagai berikut:

  • Kram kaki ketika berolahraga

  • Nafas pendek

  • Kerusakan saraf

  • Detak jantung tidak beraturan

  • Pembesaran jantung

  • Gagal jantung

 

Komplikasi

Kondisi anemia yang diabaikan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, antara lain:

  • Kelelahan parah

Anemia berat dapat menyebabkan Mommy merasa sangat kelelahan, sehingga sangat mengganggu aktivitas.

  • Komplikasi pada kehamilan

Mommy yang sedang hamil dan mengalami anemia akibat kekurangan asam folat dapat menyebabkan kelahiran prematur.

  • Masalah pada jantung

Anemia dapat menyebabkan detak jantung menjadi cepat atau tidak teratur (aritmia), karena jantung harus memompa darah lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan oksigen.

  • Kematian

Beberapa anemia yang bersifat genetik (diturunkan), seperti anemia sel sabit (sickle cell anemia) dapat menyebabkan komplikasi dan mengancam jiwa. Selain itu, kehilangan banyak darah menyebabkan anemia akut, anemia berat dapat berakibat fatal.

 

Penyebab

Anemia terjadi ketika darah tidak memiliki sel darah merah dalam jumlah yang cukup. Hal ini dapat terjadi, karena:

  • Tubuh tidak dapat memproduksi sel darah merah dalam jumlah cukup

  • Pendarahan yang menyebabkan tubuh kehilangan sel darah merah lebih cepat dibandingkan proses pergantiannya

  • Tubuh menghancurkan sel darah merah

  • Konsumsi obat-obatan tertentu

 

Tipe atau Jenis

Tipe anemia disebabkan oleh penyebab yang berbeda, antara lain:

  • Anemia akibat kekurangan zat besi

Kekurangan zat besi merupakan penyebab anemia yang paling sering ditemui. Sumsum tulang belakang membutuhkan zat besi untuk menghasilkan hemoglobin.

Tipe anemia ini juga dapat terjadi pada Mommy yang sedang hamil dan tidak mendapatkan suplemen zat besi. Selain itu, kehilangan darah karena menstruasi, luka, kanker dan penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan peradangan pada saluran cerna dan menyebabkan tubuh kehilangan darah.

  • Anemia akibat kekurangan vitamin

Selain zat besi, tubuh juga membutuhkan folat dan vitamin B-12 untuk memproduksi sel darah merah sehat dalam jumlah yang cukup. Diet rendah vitamin tersebut menyebabkan penurunan produksi sel darah merah.

Sebagian orang yang mengonsumsi vitamin B-12 dalam jumlah cukup, juga tidak mampu mengabsorpsi vitamin dan menyebabkan anemia defisiensi vitamin atau dikenal juga sebagai anemia pernisiosa.

  • Anemia akibat inflamasi atau peradangan

Penyakit tertentu, seperti kanker, HIV/AIDS, rheumatoid arthritis (peradangan sendi), penyakit ginjal, penyakit Crohn, dan penyakit inflamasi akut maupun kronis dapat mengganggu produksi sel darah merah.

  • Anemia aplastik (Aplastic anemia)

Anemia aplastik merupakan tipe langka, namun mengancam jiwa karena tubuh tidak dapat memproduksi sel darah merah dalam jumlah cukup. Tipe ini dapat disebabkan oleh infeksi, kemoterapi, obat-obatan, penyakit autoimun dan paparan bahan kimia beracun.

Penyakit autoimun adalah penyakit yang disebabkan karena kekebalan tubuh (sistem imun) menyerang tubuhnya sendiri.

  • Anemia akibat penyakit pada sumsum tulang

Leukemia (kanker darah) dan myelofibrosis (kanker sumsum tulang)  dapat menyebabkan anemia dengan mempengaruhi produksi sel darah di sumsum tulang.

  • Anemia hemolitik

Normalnya, sel darah merah memiliki usia sekitar 120 hari. Namun, pada penderita anemia hemolitik, sel darah merah dihancurkan sebelum waktunya, sehingga sel darah merah hilang lebih cepat dibandingkan proses pembentukannya.

Anemia hemolitik dapat diwariskan sejak lahir atau dapat berkembang setelah lahir.

  • Anemia sel sabit (Sickle cell anemia)

Anemia sel sabit bersifat genetik atau kelainan bawaan, disebabkan oleh bentuk sel darah merah yang rusak, berbentuk seperti bulan sabit. Sel darah ini akan dihancurkan karena dianggap tidak normal, sehingga menyebabkan tubuh kekurangan sel darah merah.

  • Thalassemia

Merupakan kelainan darah bawaan yang menyebabkan tubuh memiliki hemoglobin di bawah nilai normal.

 

Faktor Risiko

Beberapa faktor di bawah ini dapat meningkatkan risiko Mommy terkena anemia.

  • Konsumsi makanan rendah vitamin dan mineral

  • Gangguan pencernaan

Penyakit crohn dan celiac dapat menyebabkan gangguan penyerapan nutrisi (malabsorpsi) di usus dan meningkatkan risiko anemia.

  • Menstruasi

  • Kehamilan

Mommy yang sedang hamil, tapi tidak mengonsumsi asam folat dan zat besi akan meningkatkan risiko mengalami anemia.

  • Penyakit kronis

Menderita penyakit kronis, seperti kanker, gagal ginjal, kencing manis atau kondisi lainnya akan menyebabkan tubuh kekurangan sel darah merah. Kehilangan darah secara perlahan akibat luka di dalam tubuh juga dapat menurunkan simpanan zat besi di dalam tubuh habis, sehingga menyebabkan anemia akibat kekurangan zat besi.

  • Keturunan

Jika Mommy memiliki keluarga dengan anemia sel sabit, maka kemungkinan untuk mengalami kondisi serupa juga akan meningkat.

  • Usia

Risiko anemia meningkat pada usia di atas 65 tahun

  • Faktor lain

Faktor lain, seperti riwayat infeksi, penyakit darah, autoimun akan meningkatkan risiko anemia. Konsumsi alkohol, terpapar bahan kimia berbahaya dan penggunaan obat-obat tertentu juga dapat mempengaruhi produksi sel darah merah dan menyebabkan anemia.

 

Pencegahan

Tidak semua tipe anemia dapat dicegah, khususnya anemia yang disebabkan oleh penyakit autoimun, kelainan bawaan atau penyakit kronis tertentu. Namun, Mommy dapat mencegah anemia yang disebabkan karena kekurangan zat besi, folat, vitamin dan mineral lainnya.

Anemia akibat kekurangan zat besi dan vitamin merupakan penyebab anemia yang paling sering ditemukan. Tubuh membutuhkan nutrisi tersebut untuk menghasilkan sel darah merah yang sehat.

Mommy dapat menerapkan langkah-langkah pencegahan anemia berikut ini.

  • Menerapkan pola makan sehat, seperti membatasi asupan garam, makanan berlemak, dan gula

  • Menjaga berat badan ideal

  • Menghindari faktor risiko yang dapat menyebabkan anemia, seperti paparan bahan kimia berbahaya

  • Mommy yang sedang hamil harus mengonsumsi suplemen tambahan, seperti zat besi dan asam folat

  • Hindari mengonsumsi kopi, teh, susu, telur, sereal dan makanan tinggi serat bersama dengan suplemen zat besi, karena dapat mengganggu penyerapannya

  • Jangan menggunakan suplemen besi bersamaan dengan antasida. Gunakan suplemen besi 2 jam sebelum atau 4 jam setelah Mommy menggunakan antasida. Penggunaan bersamaan dapat mengganggu penyerapan zat besi

  • Untuk meningkatkan penyerapan zat besi, Mommy bisa menggunakannya bersamaan dengan vitamin C

Beberapa makanan bergizi dapat membantu Mommy untuk mencegah terserang anemia:

1. Zat Besi

Makanan kaya zat besi, yaitu daging merah, kacang lentil, beans, sereal yang dengan fortifikasi zat besi, sayuran berwarna hijau gelap (bayam), makanan laut dan buah kering.

2. Folat

Makanan tinggi folat dapat ditemukan di buah-buahan, sayuran berwarna hijau gelap, kacang polong, kacang tanah, dan produk yang mengandung biji-bijian, seperti roti, sereal, pasta dan nasi.

3. Vitamin B-12

Daging, produk susu, sereal dan produk kedelai merupakan sumber makanan yang mengandung vitamin B-12.

4. Vitamin C

Vitamin C dapat membantu penyerapan zat besi, bisa ditemukan di buah jeruk, brokoli, tomat, jambu biji, melon, strawberry.

 

Pengobatan

Tujuan utama pengobatan anemia, yaitu:

    • Meningkatkan jumlah sel darah merah atau hemoglobin untuk meningkatkan kapasitas darah membawa oksigen

    • Mengobati penyebab anemia

    • Mencegah komplikasi akibat anemia, seperti kerusakan jantung atau saraf

    • Meringankan gejala dan meningkatkan kualitas hidup penderita

 

Tipe Atau Jenis

  • Anemia akibat kekurangan zat besi

Sesuai dengan penyebabnya, tipe ini diatasi dengan pemberian suplemen zat besi dan mengonsumsi makanan kaya zat besi.

Namun, jika kekurangan zat besi diakibatkan karena kehilangan darah selain menstruasi, maka sumber pendarahan harus ditemukan dan dihentikan. Beberapa kondisi juga membutuhkan tindakan operasi untuk menghentikan pendarahan.

  • Anemia akibat kekurangan vitamin

Tipe ini terjadi karena tubuh kekurangan asam folat, vitamin C dan vitamin B-12. Oleh karena itu, penderita harus mendapatkan suplemen tambahan dan meningkatkan makanan yang mengandung nutrisi tersebut.

Pada penderita dengan gangguan absorpsi vitamin B-12, biasanya dokter akan memberikan suntikan vitamin B-12 sampai mencapai nilai normal.

  • Anemia akibat penyakit kronis

Tidak ada pengobatan khusus untuk tipe anemia ini. Dokter akan lebih fokus untuk merawat penyakit kronis yang dialami penderita. Jika gejala semakin parah, transfusi darah atau suntikan hormon sintetis erythropoietin dapat diberikan. Erythropoietin berfungsi untuk membantu merangsang produksi sel darah merah.

  • Anemia aplastik (aplastic anemia)

Transfusi darah diperlukan untuk meningkatkan jumlah sel darah merah di dalam tubuh. Penderita juga memerlukan transplantasi sumsum tulang, jika sumsum tulang tidak dapat menghasilkan sel darah yang sehat.

  • Anemia yang berhubungan dengan penyakit sumsum tulang

Terapi tipe anemia ini dapat berupa obat-obatan, kemoterapi atau transplantasi sumsum tulang.

  • Anemia hemolitik (hemolytic anemia)

Pada penderita anemia hemolitik diperlukan perawatan yang baik, termasuk menghindari penggunaan obat yang dicurigai menyebabkan anemia, mengobati infeksi, dan mengonsumsi obat penekan sistem kekebalan tubuh agar tidak menghancurkan sel darah merah.

  • Anemia sel sabit (sickle cell anemia)

Pengobatan yang dapat diberikan berupa oksigen, obat anti nyeri, infus yang bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah komplikasi. Dokter juga bisa memberikan transfusi darah, suplemen asam flat dan antibiotik. Obat kanker hydroxyurea juga digunakan untuk mengobati anemia sel sabit.

  • Thalassemia

Sebagian besar penderita thalassemia tidak membutuhkan pengobatan. Namun, pada kasus parah diperlukan transfusi darah, suplemen asam folat, penggunaan obat-obatan, pengangkatan limfa atau transplantasi sumsum tulang.

 

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apakah fungsi zat besi bagi tubuh?

Zat besi dalam hemoglobin berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kadar hemoglobin dapat menurun ketika seseorang mengalami peradangan akibat infeksi atau penyakit kronis.

Anemia akibat kekurangan zat besi merupakan jenis anemia yang paling banyak ditemukan. Mommy dapat mencegahnya dengan mencukupi asupan makanan yang mengandung zat besi, seperti daging merah, kacang lentil, beans, sayuran berwarna hijau gelap (bayam).

 

Apakah anemia berbahaya?

Anemia yang tidak ditangani dapat menyebabkan terjadinya komplikasi. Gejala anemia sering tidak disadari merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami perburukan.

Komplikasi yang dapat terjadi akibat anemia adalah kelelahan parah, komplikasi pada kehamilan, masalah pada jantung bahkan kematian. Anemia merupakan kondisi yang disebabkan oleh penyakit lain. Oleh karena itu, sangat penting untuk mencari tahu penyebab anemia.

 

Bagaimana cara mencegah anemia ketika hamil?

Cara untuk mencegah anemia adalah dengan mengonsumsi makanan bergizi. Namun, jika sedang hamil, Mommy membutuhkan asupan tambahan dari suplemen. Dokter akan memberikan suplemen tambahan, seperti zat besi, asam folat dan vitamin lainnya sesuai kebutuhan Mommy. Anemia akibat kekurangan asam folat dapat menyebabkan kelahiran prematur.

 

Apakah Mommy memerlukan suplemen untuk mencegah anemia meski tidak hamil?

Sebenarnya konsumsi makanan bergizi, kaya zat besi, folat, vitamin dan mineral merupakan cara yang efektif untuk mencegah Mommy mengalami anemia. Namun, jika Mommy khawatir tidak dapat mencukupi kebutuhan vitamin dari makanan, Mommy dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mendapatkan suplemen tambahan.

 

Apakah pengobatan anemia tiap penderita sama?

Pengobatan anemia tiap penderita berbeda-beda sesuai dengan penyebab anemia. Oleh karena itu, sangat penting untuk mencari tahu penyebab anemia terlebih dahulu. Seseorang mungkin hanya membutuhkan suplemen penambah darah, namun sebagian lagi bisa saja membutuhkan transfusi darah atau obat pendukung lainnya.

Ada banyak jenis atau tipe anemia yang memiliki penyebab yang berbeda-beda. Anemia dapat bersifat sementara atau menetap dengan tingkat keparahan ringan sampai berat. Jika Mommy merasakan gejala anemia, segera periksa ke dokter agar mendapatkan pengobatan yang sesuai.

 

Ditulis oleh : apt. Novita, S.Farm., M.Farm.

Sumber

  1. Mayo Clinic. Anemia [Internet]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anemia/symptoms-causes/syc-20351360
  2. Mayo Clinic. Iron deficiency anemia [Internet]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/iron-deficiency-anemia/diagnosis-treatment/drc-20355040
  3. S Department of Health and Human Services. Your Guide to Anemia [Internet]. Available from: https://www.nhlbi.nih.gov/files/docs/public/blood/anemia-yg.pdf
  4. Wolters Kluwer Clinical Drug Information, Lexicomp Application ver 4.1.1. Available from: lexi.com
  5. Iron Disorders Institute. Frequently Asked Questions (FAQ) [Internet]. Available from: http://www.irondisorders.org/frequently-asked-questions-faq

Komentar

Instagram Mommy.101

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa