Pertolongan Pertama

Bayi Pingsan

Bayi bisa pingsan karena berbagai penyebab. Ayo ketahui cara pertolongan pertama, risiko, dan kondisi daruratnya

Pengertian

Bayi pingsan adalah kondisi ketika bayi kehilangan kesadaran, sehingga ia tidak dapat merespons suara atau gerakan yang terjadi di dekatnya.

Penyebab

Bayi pingsan dikarenakan terjadi penurunan aliran darah ke otak sehingga otak mengalami kekurangan oksigen.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh:

  • Sindrom vasovagal, atau penurunan tekanan darah secara mendadak
  • Penyakit jantung, seperti aritmia dan miokarditis
  • Trauma pada kepala
  • Gangguan pada telinga
  • Dehidrasi atau kekurangan cairan
  • Kejang
  • Gula darah rendah
  • Episode menahan napas, biasanya dialami pada anak usia 6 bulan hingga 2 tahun
  • Anemia
  • Keracunan
  • Penyakit pada otak, seperti terdapat massa pada otak atau gangguan pembuluh darah di otak

Langkah pertolongan pertama

Biasanya, pingsan berlangsung selama beberapa detik atau beberapa menit. Sebagai langkah pertolongan, lakukanlah hal berikut:

  1. Baringkan bayi dalam posisi telentang dengan kedua kaki diangkat selama 10 menit, untuk meningkatkan aliran darah ke otak
  2. Apabila bayi sudah terjaga, segera berikan banyak cairan untuk meningkatkan jumlah cairan dalam tubuhnya
  3. Biarkan bayi beristirahat terlebih dahulu. Setelah sadar, biasanya bayi harus tetap berbaring selama 10 hingga 15 menit

Risiko

Pada umumnya, pingsan pada bayi tidak berbahaya. Namun, kondisi ini dapat disebabkan oleh masalah jantung yang serius.

Kondisi darurat

Segera bawa bayi ke dokter apabila mengalami kondisi berikut:

  • Masih tidak sadarkan diri atau sulit bangun setelah 2 menit
  • Mengalami pingsan yang berulang
  • Pingsan akibat tersedak, setelah minum obat, alergi makanan, atau disengat lebah
  • Kesulitan bernapas
  • Detak jantung tidak teratur
  • Perdarahan dalam jumlah besar
  • Memiliki riwayat keluarga yang mengalami pingsan
  • Penyebab pingsan tidak diketahui
  • Mengalami cedera akibat pingsan

Penanganan dokter

Dokter akan melakukan penanganan sesuai gejala yang dialami, serta mencari tahu penyebab bayi tidak sadarkan diri.

Dokter mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti :

  • Elektrokardiogram (EKG)
  • Ekokardiografi (ECG)
  • Monitor holter

Ditulis oleh :  apt. Novita Hendriyadi, S. Farm., M.Farm – Tim penulis Mommy101, disadur dari berbagai sumber.

Sumber

  1. Kids Health. What Is a Coma?. https://kidshealth.org/en/kids/coma.html (diakses tanggal 16 Agustus 2021)
  2. Seattle Children’s. Fainting. 2021. https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/fainting/ (diakses tanggal 16 Agustus 2021)
  3. Cedars Sinai. Syncope in Children. https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions—pediatrics/s/syncope-in-children.html (diakses tanggal 16 Agustus 2021)

Komentar

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa