Program Kehamilan

Panduan Lengkap Bayi Tabung (IVF) | Pengertian, Proses, Tingkat Keberhasilan dan Risiko

Ketahui apa itu metode IVF atau bayi tabung. Ternyata tidak semua pasien dengan masalah kesuburan membutuhkan IVF. Lalu siapa yang direkomendasikan menjalani IVF?

Bayi Tabung Adalah

Proses bayi tabung dimulai dengan menstimulasi rahim agar memproduksi beberapa sel telur. Sel telur dikeluarkan dari rahim, sampel sperma diambil, kemudian digabungkan di laboratorium hingga terjadi pembuahan.

Embrio kemudian dimasukkan kembali ke dalam rahim dengan harapan terus tumbuh menjadi janin yang sehat dan lahir dengan selamat.

 

Perlukah Mommy Menempuh Program IVF?

Seperti diungkapkan Laksmi W. Ciptaning dari DIPA Healthcare, dari sekitar 150 juta pasangan usia subur di Indonesia, 11 persen diantaranya mengalami infertilitas. Namun, tidak seluruhnya membutuhkan program IVF sebagai alternatif.

Beberapa pasien dengan gangguan ovulasi, misalnya, dapat ditangani hanya dengan perawatan obat-obatan. Itulah mengapa penting bagi Mommy untuk memahami semua pilihan sebelum memutuskan.

Program IVF direkomendasikan untuk pasangan yang mengalami berbagai gangguan kesuburan, seperti:

  1. Wanita dengan masalah sistem imun yang tidak normal.

  2. Wanita yang menderita endometriosis.

  1. Wanita dengan tuba falopi yang tersumbat atau rusak.

  1. Wanita yang mengalami gangguan ovulasi dan belum berhasil dengan perawatan lain.

  1. Wanita dengan usia lebih tua yang kecil kemungkinannya untuk berhasil dengan perawatan kesuburan lain yang kurang invasif.

  1. Pasangan yang tidak mampu mengalami proses pembuahan secara alami.

  1. Pasangan dengan masalah kesuburan yang tidak dapat dijelaskan, atau yang telah mencoba perawatan lain namun tidak juga berhasil.

  1. Pria dengan jumlah sperma yang rendah, atau jumlah sperma yang tinggi tapi bentuk dan gerakan yang abnormal.

 

Proses Bayi Tabung

Tahapan prosedur IVF yang Mommy jalani bisa jadi sedikit berbeda, tergantung pada riwayat kesehatandan pertimbangan dokter mengenai apa yang terbaik untuk Mommy.

1. Induksi ovulasi

  • Ini adalah langkah pertama dalam proses bayi tabung, dimana obat kesuburan diminum selama beberapa bulan untuk merangsang rahim supaya menghasilkan sel telur yang matang dan siap dibuahi.

  • USG atau tes darah akan dilakukan secara teratur untuk mengukur kadar hormon dan mengetahui kualitas dan kuantitas produksi sel telur Mommy.

2. Pengambilan sel telur

  • Setelah ada cukup sel telur matang yang dihasilkan, dokter akan mengeluarkannya dari tubuh Mommy melalui prosedur bedah kecil.

  • Dengan dipandu USG untuk melihat bagian dalam tubuh, tabung tipis dan berlubang akan dimasukkan melalui vagina dan masuk ke rahim dan kantung cairan yang berisi sel telur Mommy.

  • Jarum yang terhubung ke perangkat hisap ini akan menarik keluar sel telur dengan lembut. Mommy mungkin akan merasa sedikit sakit atau memar, tapi jangan khawatir, Mommy.

  • Proses ini hanya memakan waktu kira-kira 30 menit dan akan diberikan obat untuk membantu Mommy menjadi lebih rileks dan nyaman selama proses berlangsung. Sementara itu, pasangan Mommy akan diminta untuk mengambil sampel sperma.

3. Inseminasi

  • Di laboratorium, sel telur tadi akan digabungkan dengan sel sperma suami dan disimpan dalam wadah khusus hingga terjadi pembuahan. Ketika sel telur yang dibuahi telah membelah dan menjadi embrio, perkembangannya akan dipantau secara berkala.

  • Embrio akan dikembangkan selama dua sampai enam hari untuk memilih embrio terbaik yang berpeluang paling tinggi menjadi janin.

  • Seringkali, inseminasi dapat menghasilkan beberapa embrio berkualitas baik. Setelah mentransfer satu embrio, embrio yang lain akan dibekukan.

  • Hal ini dikarenakan memindahkan dua embrio ke dalam rahim dapat meningkatkan peluang embrio tumbuh menjadi kembar dua atau tiga yang beresiko pada kesehatan Mommy. Sisa embrio yang dibekukan dapat digunakan nanti jika siklus pertama tidak berhasil atau calon orangtua menginginkan kehamilan berikutnya.

4. Transfer embrio

  • Sekitar 2-5 hari setelah pembuahan, embrio dimasukkan kembali ke dalam rahim menggunakan tabung tipis lewat leher rahim.Normalnya tidak diperlukan pembiusan untuk prosedur ini.

  • Selanjutnya, Mommy akan diminta untuk melakukan tes kehamilan pada tanggal tertentu. Kehamilan terjadi jika embrio menempel pada dinding rahim.

  • Meskipun Mommy sudah tidak sabar mengetahui hasilnya, sebaiknya Mommy tidak melakukannya lebih awal karena hasilnya mungkin tidak akurat.

5. Istirahat

  • Setelah menjalani semua proses bayi tabung seperti dijelaskan sebelumnya, Mommy butuh istirahat yang cukup. Jika tidak ada keluhan, Mommy dapat kembali beraktivitas keesokan harinya.

  • Untuk membantu embrio bertahan hidup, Mommy dapat meminum obat atau suntikan hormon progesteron setiap hari selama 8-10 minggu pertama setelah transfer embrio.

 

Tingkat Keberhasilan

Bergantung pada beberapa faktor, angka kelahiran berkisar antara 7% – 30% per embrio yang ditransfer. Simak informasi mengenai tingkat keberhasilan dan faktor penentu keberhasilan bayi tabung.

 

Faktor Penentu Tingkat Keberhasilan

Bagaimanapun, peluang keberhasilan bayi tabung bisa meningkat jika Mommy mengetahui faktor-faktor penentunya. Beberapa faktor bisa diubah, dan beberapa lainnya tidak bisa diubah.

  1. Kondisi calon orangtua, seperti usia, gaya hidup, riwayat kesuburan dan kondisi psikis calon orangtua.

  1. Usia Mommy sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan bayi tabung. Semakin muda usia Mommy, semakin tinggi peluang Mommy untuk hamil. Hal ini disebabkan kesuburan wanita yang makin menurun seiring bertambahnya usia hingga masa menopause pada usia 40-45 tahun.

  1. Prosedur stimulasi ovarium yang digunakan untuk merangsang produksi sel telur.

  2. Pengalaman dokterdalam program IVF.

  1. Fasilitas laboratorium menentukan kualitas pembuahan dan pembentukan embrio.

  2. Teknik transfer embrio yang dilakukan.

  1. Terapi penunjangpada tahap akhir siklus menstruasi yang bermanfaat untuk meningkatkan tingkat keberhasilan kehamilan dan memperkecil risiko keguguran.

 

Persiapan Program Bayi Tabung / IVF

1. Konsultasi

  • Jika Mommy sudah mencoba untuk memiliki bayi selama bertahun-tahun namun belum berhasil, sebaiknya Mommy segera menemui dokter spesialis kandungan untuk berkonsultasi.

  • Dokter akan menanyakan riwayat kesuburan Mommy dan pasangan. Beberapa check-upakan dilakukan untuk mendeteksi masalah infertilitas yang dialami.

  • Biasanya dokter hanya akan mempertimbangkan pemeriksaan dan perawatan kesuburan jika Mommy dan pasangan sudah mencoba memiliki bayi tanpa kontrasepsi selama setidaknya satu tahun.

  • Mommy akan menjalani tes untuk memeriksa kadar hormon dalam darah dan sebarapa baik kondisi ovarium, juga pemeriksaan USG atau X-ray untuk melihat apakah ada penyumbatan atau masalah pada struktur rahim.

  • Sampel sperma suami akandiuji kualitas dan kuantitasnya. Jika ternyata memang dokter mempertimbangkan program IVF sebagai alternatif terbaik untuk masalah infertilitas Mommy dan pasangan, dokter akan merujuk ke dokter konselor IVF.

2. Pemeriksaan dan skrining

  • Mommy dan pasangan akan diminta menjalani tes darah untuk mendeteksi adanya kemungkinan HIV, Hepatitis B dan Hepatitis C.

  • Mommy juga akan menjalani tes skrining serviks untuk memberikan perkiraan jumlah sel telur dalam rahim (cadangan ovarium), memeriksa kualitasnya, dan memverifikasi apakah saat ini Mommy sedang berovulasi.

  • Pemeriksaan juga akan dilakukan untukmemperkirakan bagaimana ovarium akan bereaksi terhadap prosedur IVF.

  • Dokter kemudian akan menjelaskan apakah cadangan ovarium Mommy tergolong normal untuk usia Mommy dan membahas rencana perawatan selanjutnya secara rinci.

  • Dokter juga akan memberikan panduan yang bermanfaat untuk Mommy dan pasangan, seperti syarat yang harus dipenuhi dan tahap prosedur yang akan dilalui.

3. Persiapan Psikis

  • Calon orangtua biasanya mempersiapkan fisiknya sebaik mungkin hingga lupa bahwa persiapan psikis pun tak kalah pentingnya.

  • Berdiskusilah dan berkomunikasilah secara terbuka dengan pasangan untuk menghindari konflik.

  • Selain saling mendukung antara Mommy dan pasangan, mendapat dukungan dari pihak lain akan sangat membantu melewati masa-masa menjalani program IVF.

  • Usahakan agar Mommy tidak terlalu mencemaskan hasilnya yang malah akan memicu stres. Sebaliknya, Mommy bisa berfokus pada proses yang sedang dijalani dan melakukan kegiatan yang disenangi untuk menghindari stres.

4. Mengubah Gaya Hidup

  • Membuat perubahan kecil pada gaya hidup Mommy dan pasangan dapat meningkatkan peluang keberhasilan program bayi tabung dan memiliki kehamilan yang sehat.

  • Pastikan selalu mengonsumsi makanan bergizi tinggi, menghindari makanan yang mengandung merkuri, batasi kafein, perbanyak aktifitas fisik dan istirahat yang cukup.

 

Efek Samping Setelah Menjalani Proses Bayi Tabung

Meskipun Mommy bisa kembali beraktivitas keesokan harinya, namun ada beberapa efek samping yang mungkin Mommy alami setelah menjalani proses bayi tabung.

Beberapa diantaranya ringan dan tidak berbahaya seperti:

  • Keluarnya sedikit cairan (bening atau mengandung bercak darah) dari vagina

  • Kram ringan

  • Kembung ringan

  • Sembelit

  • Nyeri payudara

Namun ada pula kemungkinan timbul efek samping setelah proses bayi tabung yang berisiko besar bagi kesehatan Mommy, diantaranya adalah:

  • Pendarahan vagina yang berat

  • Nyeri panggul

  • Darah dalam urin

  • Demam lebih dari 38° C

Jika Mommy mengalami salah satu dari gejala di atas, segera hubungi dokter.

 

Resiko dari Program Bayi Tabung

Kebanyakan prosedur medis memang berpotensi memiliki resiko. Beberapa resiko dari bayi tabung yang mungkin akan Mommy jumpai antara lain:

  • Dibutuhkan komitmen fisik, finansial, dan emosional yang kuat dari calon orangtua selama menjalani program IVF. Stres dan masalah emosional lain biasanya sering terjadi.

  • Proses pengambilan sel telur berisiko pendarahan, infeksi, dan kerusakan pada usus atau kandung kemih.

  • Reaksi parah terhadap obat kesuburan, meliputi mual atau muntah, berkurangnya frekuensi BAK, sesak napas, pingsan, sakit perut yang parah dan kembung, dan kenaikan berat badan berlebih.

  • Meningkatnya kemungkinan kehamilan ganda (kembar dua atau lebih) yang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius bagi Mommy dan bayi, termasuk meningkatnya resiko kelahiran prematur dan berat lahir rendah.

  • Meskipun resiko keguguran pada kehamilan lewat program IVF hampir sama dengan kehamilan secara alami, risikonya meningkat seiring bertambahnya usia Mommy.

  • Meskipun IVF adalah salah satu metode program hamil dengan peluang kehamilan yang besar, masih ada risiko ketidakberhasilan.

  • Mengalami kehamilan di luar kandungan (ektopik). Resiko kehamilan ektopik dengan IVF adalah 2-5%.

 

Ditulis oleh : Muna Fitria

Komentar

Instagram Mommy.101

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa