Berdiri Terlalu Lama saat Hamil
Risiko berdiri terlalu lama
Waspadai risiko berdiri terlalu lama saat hamil berikut ini.
- Menghambat aliran darah ke bayi
- Menyebabkan sakit pada punggung dan kaki
- Meningkatkan risiko keguguran dan kelahiran prematur
- Menghambat perkembangan bayi
- Menyebabkan edema atau pembengkakan pada telapak kaki
Durasi maksimal
Tidak tentu. Seberapa lama batasan maksimal untuk berdiri saat hamil berbeda-beda bagi setiap Mommy.
Hal ini tergantung pada kondisi kesehatan Mommy, aktivitas normal sehari-hari, dan tahapan kehamilan.
Panduan cara berdiri yang baik
Dengan mengikuti panduan berikut ini, Mommy dapat mengurangi tekanan pada punggung.
- Tegakkan kepala dengan dagu ke bawah. Jangan miringkan kepala ke depan, ke belakang, atau ke samping.
- Pastikan telinga sejajar dengan bahu.
- Tegapkan bahu ke belakang dan dan busungkan dada ke depan.
- Luruskan lutut tapi jangan terlalu kaku.
- Angkat ujung kepala sedikit mengarah ke langit-langit.
- Kencangkan perut, sebisa mungkin tarik ke dalam, dan tegakkan punggung.
- Kencangkan bokong. Jangan goyangkan panggul ke depan atau ke belakang.
- Tumpu berat badan secara seimbang ke kedua belah kaki dan posisikan telapak kaki ke arah yang sama.
- Kenakan sepatu berhak rendah, bukan sepatu flat, untuk membantu tumit kaki menopang tubuh.
- Hindari berdiri terlalu lama dengan posisi yang sama.
Tips saat berdiri lama
Mommy harus berdiri lama karena pekerjaan? Ikuti tips berikut.
- Berjalanlah beberapa langkah kesana-kemari secara berkala untuk memperlancar aliran darah.
- Beristirahatlah sesaat, setiap kali ada kesempatan di sela-sela pekerjaan dengan posisi kaki diangkat.
- Ubah posisi secara berkala, antara duduk, berdiri, dan berjalan.
- Kenakan sepatu yang nyaman, seperti sepatu olahraga.
- Ajukan pertukaran tugas dengan rekan di kantor, terutama saat memasuki trimester ketiga.
- Kenakan stoking kompresi yang dapat memperlancar aliran darah, mencegah kaki membengkak, dan mengurasi risiko pembekuan darah.
- Kenakan sabuk kehamilan. Saat memasuki trimester kedua dan ketiga, sabuk ini dapat membantu menyangga perut dan mengurangi risiko sakit pinggang.
- Pastikan tetap terhidrasi dengan minum banyak air putih dan jus sehat. Hindari kafein karena dapat mengakibatkan dehidrasi.
- Sediakan bangku kecil atau dingklik untuk mengistirahatkan salah satu kaki secara bergantian.
- Berbaringlah menghadap ke kiri ketika tidur. Posisi ini diyakini akan meningkatkan peredaran darah sehingga dapat meredakan pembengkakan pada kaki.
- Pastikan waktu tidur tercukupi, setidaknya delapan jam setiap malam.
Sebisa mungkin, hindarilah berdiri terlalu lama. Bila itu tuntutan pekerjaan, mungkin Mommy bisa menyiasatinya dengan duduk di bangku yang tinggi.
Ditulis oleh : Ratri Medya – Tim Penulis Mommy 101 disadur dari berbagai sumber
Sumber
- https://www.beststart.org/resources/wrkplc_health/pdf/pregnancy_work_8p_booklet.pdf
- https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=work-and-pregnancy-85-P01244
- https://www.cdc.gov/niosh/topics/repro/physicaldemands.html
- https://my.clevelandclinic.org/health/articles/6913-pregnancy-correct-posture–body-mechanics

