Mengejan saat Melahirkan
Cara Mengejan yang Benar
Cari posisi paling nyaman. Posisi yang nyaman sangat menentukan keberhasilan Mommy dalam mengejan, baik itu bersandar, berjongkok, berlutut, atau lainnya.
Setelah itu, tunggu instruksi dari dokter atau bidan.
Ikuti panduan mengejan. Ketika Mommy sudah diperbolehkan mengejan, praktikkan langkah-langkah berikut.
- Ambil napas dalam-dalam, kemudian tahan napas selama mengejan
- Tempelkan dagu ke dada dan arahkan pandangan pada jalur keluarnya bayi
- Fokuskan tenaga dalam memanfaatkan otot perut bawah untuk mendorong bayi ke bawah dan keluar
- Lemaskan seluruh bagian dasar panggul
- Cobalah untuk mengejan sebanyak 3-4 kali
- Saat kontraksi terasa akan menghilang, kurangi upaya untuk mengejan agar posisi bayi tetap berada di jalan lahir
- Ulangi lagi saat kontraksi muncul
Cara Mengejan yang Salah
Meskipun hal-hal berikut sering ditemui dalam proses persalinan, Mommy sebaiknya menghindari karena dapat berisiko buruk.
- Mengejan sambil berteriak keras hanya akan membuang-buang energi, padahal Mommy sangat membutuhkan energi agar bisa mendorong bayi keluar.
- Mengejan sambil menutup mata rapat-rapat dapat membuat pembuluh mata pecah karena adanya tekanan yang besar pada mata.
- Mengejan terlalu dini tanpa instruksi dokter atau bidan berisiko membuat leher rahim bengkak sehingga bayi sulit keluar.
- Mengejan hanya diperbolehkan bila pembukaan Mommy sudah lengkap 10 cm.
- Mengejan tanpa disertai teknik pernapasan yang benar. Dengan teknik pernapasan yang benar, Mommy akan dapat mengurangi rasa sakit kontraksi dan menghemat energi.
- Mengejan sambil mengangkat panggul atau bokong. Lemaskanlah bagian panggul ketika mengejan untuk meminimalkan robekan pada perineum.
Teknik Pernapasan saat Melahirkan
Mempraktikkan teknik pernapasan yang tepat saat melahirkan dapat membuat Mommy merasa lebih relaks sehingga meminimalkan rasa sakit.
- Ambil napas secara teratur. Tarik napas panjang saat kontraksi dimulai, lalu embuskan napas sambil membayangkan hal-hal yang positif.
- Bernapaslah secara perlahan mengikuti ritme kontraksi. Percepat atau perlambat napas sesuai kenyamanan.
- Ambil napas dalam. Ketika Mommy tidak bisa menahan dorongan untuk mengejan, ambil napas dalam, tempelkan dagu di dada, dan condongkan tubuh ke depan.
- Tahan napas selama mengejan dan embuskan perlahan sambil menggeram. Lemaskan otot dasar panggul dan bantu si Kecil bergerak turun dengan melepaskan semua ketegangan pada perineum.
- Setelah 5-6 detik, embuskan napas, lalu tarik dan buang napas seperti biasa.
- Ketika dorongan untuk mengejan datang kembali, ambil napas dalam-dalam. Kemudian mulailah mengejan. Tahan napas hingga kontraksi menghilang.
- Saat kontraksi menghilang, buat tubuh Mommy relaks dan ambil napas seperti biasa.
Dengan mempraktikkan cara mengejan yang benar saat melahirkan, Mommy dapat menghemat tenaga, menghindari stres pada bayi, serta mengurangi risiko terjadinya robekan pada leher rahim.
Ditulis oleh : Ratri Medya Septina – Tim Penulis Mommy 101 disadur dari berbagai sumber

