Kulit & Rambut

Impetigo (Koreng Api) | Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Ulasan lengkap impetigo atau koreng api , pengertian, gelaja, jenis, penyebab, diagnosis , pencegahan dan pengobatan

Impetigo merupakan penyakit kulit yang sangat menular, sering ditemukan pada bayi dan anak-anak dibandingkan orang dewasa. Impetigo diawali dengan munculnya bercak merah pada wajah, terutama di sekitar hidung, mulut, serta di tangan dan kaki.

Impetigo adalah

Penyakit infeksi pada kulit yang menular melalui kontak langsung dengan penderita atau melalui benda yang telah disentuh oleh penderita.

Gejala

  • Tanda dan gejala klasik dari penyakit impetigo adalah munculnya bercak atau luka merah, nyeri, gatal, mudah pecah.
  • Ketika pecah, luka dapat mengeluarkan cairan bening atau nanah yang dapat terus mengalir selama beberapa hari.
  • Selanjutnya, akan terbentuk kerak coklat kekuningan.
  • Biasanya luka ditemukan di sekitar hidung dan mulut, namun dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Jenis Impetigo

Beberapa jenis impetigo

  • Impetigo Non-Bulosa

Dikenal juga dengan sebutan impetigo contagiosa atau impetigo krustosa. Jenis ini terjadi pada 70% kasus. Ditandai dengan munculnya bercak merah dan gatal.

  • Impetigo Bulosa

Jenis ini terjadi pada 30% kasus, ditandai dengan luka melepuh yang lebih besar dan berisi cairan. Beberapa penderita juga dapat mengalami pembesaran kelenjar getah bening dan demam.

  • Ecthyma

Gejala yang lebih serius dari penyakit impetigo dikenal dengan ecthyma, yaitu luka yang lebih dalam, berisi cairan atau nanah yang dapat berubah menjadi borok. Ecthyma diawali dengan munculnya impetigo non-bulosa dan berkembang menjadi borok dan akan meninggalkan bekas luka.

Komplikasi

Pada umumnya, impetigo tidak berbahaya dan luka ringan dapat sembuh tanpa meninggalkan bekas. Namun, meskipun jarang, impetigo juga dapat menyebabkan komplikasi berbahaya, seperti:

  • Selulitis

Selulitis merupakan infeksi serius yang menyerang jaringan tubuh dan dapat menyebar ke aliran darah. Jika tidak segera diobati, kondisi ini dapat mengancam jiwa.

  • Gangguan ginjal

Jenis bakteri Streptococcus juga dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal, disebut dengan glomerulonephritis. Jika penderita mengalami komplikasi, biasanya terjadi dalam 1-2 minggu setelah luka hilang.

  • Bekas luka

Luka berat, khususnya jika mengalami ecthyma dapat menyebabkan jaringan parut atau bekas luka.

Penyebab

Impetigo disebabkan oleh infeksi bakteri yang ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita atau melalui barang-barang yang telah kontak dengan luka penderita, seperti pakaian, handuk atau mainan.

Impetigo dapat disebabkan oleh infeksi dari 1 atau 2 bakteri, yaitu Streptococcus pyogenes  dan Staphylococcus aureus. Umumnya, bercak merah akan muncul dalam 10 hari setelah seseorang terpapar bakteri penyebab impetigo.

Faktor Risiko

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seseorang lebih mudah terinfeksi bakteri penyebab impetigo, antara lain:

  • Usia

Impetigo paling sering terjadi pada anak usia 2-5 tahun.

  • Berada di lingkungan yang ramai

Impetigo sangat mudah menular di sekolah atau di tempat penitipan anak

  • Iklim atau cuaca hangat dan lembap

Umumnya impetigo lebih sering terjadi pada musim panas

  • Olahraga

Kegiatan olahraga yang melibatkan kontak kulit, seperti sepak bola dapat meningkatkan risiko tertular impetigo

  • Kulit yang terluka

Bakteri yang menyebabkan impetigo dapat masuk ke kulit melalui luka, gigitan serangga atau ruam. Penderita eksim, dan scabies juga berisiko lebih tinggi mengalami impetigo.

  • Penyakit penyerta

Seseorang dengan diabetes atau sistem imun yang lemah akan lebih mudah terserang ecthyma.

Diagnosis

Diagnosis dilakukan oleh dokter dengan melakukan pemeriksaan fisik, yaitu menilai luka yang timbul. Pemeriksaan laboratorium tidak diperlukan.

Namun, jika luka tidak membaik meski telah diberikan antibiotik. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan tambahan dengan mengambil cairan pada luka dan dilakukan pengujian di laboratorium untuk menentukan antibiotik yang sesuai dengan kondisi penderita.

Pencegahan

Tidak tersedia vaksin untuk mencegah penyakit impetigo. Cara terbaik yang dapat dilakukan adalah menjaga kulit tetap sehat dan bersih. Oleh karena itu, penting untuk merawat kulit, terutama merawat luka gores atau bekas gigitan serangga.

Karena penyakit impetigo sangat mudah menular, maka ketika sedang mengalami impetigo. Mommy dapat melakukan beberapa langkah pencegahan agar penyakit tidak menular ke orang di sekitar.

  • Cuci luka dengan sabun dan air mengalir, lalu tutup dengan kain kasa
  • Cuci bersih baju penderita setiap hari, serta hindari penggunaan bersama dengan anggota keluarga lain
  • Gunakan sarung tangan ketika mengaplikasikan salep antibiotik pada luka dan cuci tangan setelahnya
  • Gunting kuku anak untuk mencegah luka akibat digaruk
  • Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
  • Hindari aktivitas di luar rumah. Biasanya penderita sudah tidak menularkan penyakit 24 jam setelah memulai pengobatan dengan antibiotik

Pengobatan

  • Antibiotik topikal

Karena disebabkan oleh bakteri, pengobatan impetigo menggunakan antibiotik yang bertujuan membunuh bakteri penyebab. Dokter akan memberikan salep atau krim antibiotik untuk dioleskan di daerah yang terinfeksi dan biasanya digunakan selama 1 minggu.

Penggunaan antibiotik topikal memiliki beberapa keuntungan, yaitu dapat diaplikasikan hanya pada daerah yang terinfeksi, meminimalkan risiko resistensi antibiotik dan mencegah efek samping yang mungkin muncul pada penggunaan antibiotik oral.

Sebelum mengoleskan antibiotik, Mommy dapat membersihkan luka dengan air hangat untuk menghilangkan lapisan luka yang sudah mengering, sehingga antibiotik dapat masuk ke dalam lapisan kulit.

  • Antibiotik oral

Dokter juga dapat memberikan antibiotik oral (diminum), jika:

  • Penderita mengalami gejala yang parah, seperti demam
  • Memiliki lebih dari 3 luka
  • Berisiko tinggi mengalami komplikasi
  • Infeksi tidak mengalami perbaikan dengan antibiotik topikal

Pastikan Mommy menggunakan antibiotik sampai habis sesuai dengan resep dokter. Pengobatan antibiotik yang tidak tuntas dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten terhadap antibiotik, sehingga penyakit menjadi sulit sembuh.

FREQUENTLY ASKED QUESTION

Pada umumnya, impetigo non-bulosa dan impetigo bulosa akan sembuh dalam 2 sampai 3 minggu. Luka akan mengering dan sembuh tanpa meninggalkan bekas luka.

Namun, pastikan Mommy menggunakan pengobatan impetigo sampai tuntas sesuai dengan saran dokter dan jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan agar tidak menularkan ke anggota keluarga.

Sebenarnya terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan keuntungan penggunaan sabun antiseptik pada pengobatan impetigo, namun data tersebut masih belum cukup kuat.

Oleh karena itu, penggunaan antiseptik topikal tidak direkomendasikan dan masih kurang efektif dibandingkan penggunaan antibiotik topikal. Namun, Mommy bisa menggunakannya sebagai terapi tambahan untuk membersihkan luka.

Beberapa penderita impetigo berhasil menggunakan pengobatan alami dengan tea tree oil (minyak pohon teh), minyak zaitun, bawang putih dan minyak kelapa dan madu Manuka.

Namun, belum ada cukup bukti untuk merekomendasikan pengobatan ini sebagai pengobatan impetigo. Jadi, sebaiknya Mommy tetap berkonsultasi dengan dokter.

Kulit manusia berfungsi sebagai penghalang bakteri masuk ke dalam tubuh dimana kulit manusia tertutupi oleh banyak bakteri, baik bakteri baik maupun bakteri penyebab penyakit.

Pada kulit yang luka akibat goresan, eksim atau gigitan serangga, bakteri di kulit dapat menembus lapisan luar (epidermis) dan masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan penyakit. Oleh karena itu, luka harus ditutupi dan dirawat dengan baik.

Meski impetigo lebih sering ditemukan pada anak, namun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada orang dewasa. Jika Mommy atau anggota keluarga mengalami gejala impetigo, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Ditulis oleh : apt. Novita, S.Farm., M.Farm. – Tim penulis Mommy 101 disadur dari berbagai sumber

Sumber

  1. Mayo Clinic. Impetigo [Internet]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/impetigo/diagnosis-treatment/drc-20352358
  2. Center for Disease Control and Prevention. Impetigo [Internet]. Available from: https://www.cdc.gov/groupastrep/diseases-public/impetigo.html
  3. DermNet NZ. Impetigo [Internet]. Available from: https://dermnetnz.org/topics/impetigo/
  4. American Family Physician. Impetigo: Diagnosis and Treatment [Internet]. Available from: https://www.aafp.org/afp/2014/0815/p229.html

Komentar

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa