Komplikasi Kehamian

Kehamilan Ektopik

Jika tidak ditangani dengan tepat, kehamilan ektopik dapat menyebabkan perdarahan hebat. Yuk, ketahui gejala, penyebab, dan cara menanganinya.

Pengertian

Kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan terjadi ketika sel telur Mommy menempel di luar rahim yang menyebabkannya tidak dapat berkembang. 

Kondisi ini harus segera ditanganani untuk mencegah komplikasi berbahaya bagi Mommy.

Gejala

Mommy dapat mengalami gejala spesifik berikut jika mengalami kehamilan ektopik 1.

  • Perdarahan vagina ringan
  • Nyeri panggul
  • Nyeri bahu atau rasa ingin buang air besar, Jika darah keluar dari tuba falopi
  • Pusing berat hingga pingsan dan syok apabila tuba falopi pecah yang mengakibatkan perdarahan hebat dalam perut

Penyebab

Kerusakan saluran tuba falopi akibat infeksi atau prosedur operasi di area panggul atau tuba falopi. Hal ini sering kali menyebabkan sel telur tersangkut di tuba falopi ketika menuju rahim.

Ketidakseimbangan hormon atau perkembangan sel telur yang tidak normal juga dicurigai sebagai salah satu penyebab terjadinya kehamilan ektopik.

Faktor risiko

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Mommy mengalami kehamilan ektopik.

  • Mengalami infeksi atau peradangan pada tuba falopi 
  • Riwayat infeksi penyakit menular seksual, seperti gonorrhea atau Chlamydia
  • Riwayat kehamilan ektopik
  • Riwayat operasi tuba falopi
  • Menjalani metode In Vitro Fertilization (IVF) 
  • IUD masih terpasang ketika terjadi pembuahan
  • Hamil di atas usia 35 tahun
  • Merokok

Komplikasi

Kehamilan ektopik dapat membuat tuba falopi pecah dan menyebabkan terjadinya perdarahan berat yang mengancam jiwa1.

Diagnosis

Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan sebelum menegakkan diagnosis kehamilan ektopik 1.

  • Pemeriksaan panggul untuk mengidentifikasi lokasi nyeri yang Mommy alami
  • Pemeriksaan darah untuk mendeteksi kadar human chorionic gonadotropin (HCG) guna memastikan bahwa Mommy sedang hamil dan indikasi Mommy mengalami perdarahan dalam tubuh
  • Pemeriksaan Ultrasound untuk melihat gambaran rahim, ovarium, dan tuba falopi yang dapat membantu dokter menentukan lokasi kehamilan Mommy

Kapan Harus ke Dokter

Segera ke dokter jika Mommy mengalami kondisi berikut 1.

  • Nyeri perut atau nyeri panggul parah yang disertai perdarahan vagina
  • Pusing berat
  • Pingsan
  • Nyeri pada bahu atau pundak

Pencegahan

Mommy dapat mengurangi risiko kehamilan ektopik dengan beberapa cara berikut 1.

  • Berhenti merokok sebelum merencanakan kehamilan
  • Hindari bergonta-ganti pasangan
  • Deteksi dini

Penanganan

Pemberian obat-obatan

Kehamilan di luar rahim yang diketahui lebih awal dan tanpa perdarahan dapat diobati dengan penggunaan obat methotrexate yang berfungsi menghentikan pertumbuhan sel dan melarutkan sel yang ada.

Tindakan laparoskopi

Kehamilan ektopik dapat ditangani dengan tindakan laparoskopi, yaitu salpingostomi dan salpingektomi. 

Pada prosedur laparoskopi, dokter akan membuat sayatan kecil di bagian perut dan memasukkan selang yang dilengkapi kamera untuk melihat kondisi tuba falopi.

  1. Prosedur salpingostomi dilakukan bila hanya mengangkat kehamilan ektopik, dan tuba falopi dibiarkan sembuh dengan sendirinya. 
  2. Prosedur salpingektomi tidak hanya mengangkat kehamilan ektopik, namun juga mengangkat tuba falopi.

Pemilihan prosedur pengangkatan bergantung pada kondisi Mommy, misalnya intensitas perdarahan dan tingkat kerusakan tuba falopi.

Tindakan laparotomi

Prosedur ini biasanya digunakan untuk kasus darurat yang membutuhkan penanganan segera, misalnya jika Mommy mengalami perdarahan berat.

Memiliki riwayat kehamilan ektopik, bukan berarti Mommy tidak dapat menjalani kehamilan yang sehat di kemudian hari. Namun, jika Mommy berencana untuk hamil kembali, penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

FREQUENTLY ASKED QUESTION

Pemeriksaan test pack tidak dapat menunjukkan apakah seseorang mengalami kehamilan di luar kandungan atau tidak. 

Dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui lokasi sel telur, yaitu menggunakan prosedur transvaginal ultrasound yang dilakukan oleh dokter. 

Diagnosis kehamilan ektopik dilakukan dengan menjalani berbagai pemeriksaan, seperti tes kehamilan dan pemeriksaan transvaginal ultrasound.

Kehamilan di luar kandungan dapat diketahui sekitar 5 hingga 6 minggu setelah pembuahan. 

Mommy juga dapat mengamati gejala yang muncul, seperti perdarahan vagina, nyeri panggul, pusing berat, pingsan, atau mengalami nyeri pada bahu.

Tidak. Terlambat menstruasi dan mual merupakan gejala awal kehamilan yang dialami baik pada kehamilan normal maupun kehamilan ektopik.

Kehamilan di luar kandungan atau kehamilan ektopik dapat terjadi ketika sel telur tersangkut di tuba falopi atau disebut juga dengan kehamilan tuba.

Ditulis oleh : apt. Novita., S. Farm., M. Farm – Tim penulis Mommy101 disadur dari berbagai sumber

Komentar

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa