Perkembangan Komunikasi Bayi 0-3 Bulan
Perkembangan komunikasi yang lambat dapat menandakan gangguan penglihatan dan/atau pendengaran. Karenanya, Mommy perlu terus memantau perkembangan komunikasi bayi sejak dini.
Perkembangan
Perkembangan kemampuan komunikasi yang umumnya bisa dilakukan bayi pada usia 0-3 bulan :
-
Terdiam saat mendengar suara.
-
Berpaling ke arah sumber suara.
-
Melakukan kontak mata saat diajak bicara.
-
Mengikuti pergerakan benda di hadapannya. Pada usia 3 bulan, semestinya bayi bisa terus mengikuti pergerakan benda dari sisi kiri ke kanan.
-
Suara tangisan bayi menjadi khas untuk keluhan yang berbeda.
-
Memasukkan tangan ke mulut atau menoleh mencari sesuatu untuk dihisap sebagai tanda bahwa dia lapar.
-
Menguap dan melengkungkan punggung saat merasa lelah.
-
Mengeluarkan suara-suara dari tenggorokan, seperti mendekut “krrr..”
Bayi akan belajar menirukan apa yang sering dia lihat dan dengar. Kemampuan bahasa bayi dapat berkembang jika Mommy rutin memperkenalkan suara-suara dan kata-kata baru
Stimulasi
Stimulasi untuk membantu perkembangan komunikasi pada bayi usia 0-3 bulan :
-
Bayi senang mendengar suara Mommy, jadi sering-seringlah mengajak bayi berbicara.
-
Tunjukkan berbagai macam ekspresi saat berbincang dengan bayi.
-
Perdengarkan musik dan gerakkan tubuh bayi mengikuti lagu.
-
Saat menggendong bayi, nyanyikan sebuah lagu dan ayunkan bayi dengan lembut dalam gendongan Mommy.
Tanda-tanda keterlambatan
Tanda-tanda keterlambatan pada perkembangan kemampuan komunikasi pada bayi usia 0-3 bulan:
Mommy perlu memperhatikan bagaimana bayi Mommy bermain, berbicara, dan bergerak karena hal tersebut mengandung petunjuk penting tentang perkembangannya.
Mommy sebaiknya berkonsultasi dengan layanan kesehatan anak jika Mommy memperhatikan bayi Mommy yang berusia 0 – 3 bulan tidak merespons suara keras atau tidak tersenyum pada orang.
Mencermati bagaimana bayi merespons stimulasi yang diberikan dapat menjadi deteksi dini adanya gangguan penglihatan atau pendengaran.
Ditulis oleh : Muna Fitria

