3-4 Tahun

Perkembangan Sosial Emosional Balita 3-4 Tahun

Tahapan perkembangan, stimulasi, dan tanda keterlambatan kemampuan sosial emosional pada anak usia 3-4 tahun. Yuk cari tahu disini.
Perkembangan Sosial Emosional Balita 3-4 Tahun

    Saat anak berusia tiga tahun, akan terlihat perpaduan kebebasan, kesenangan, dan ketakutan.

     

    Perkembangan

    Perkembangan sosial-emosional ini sangat bermanfaat bagi anak untuk membangun hubungan positif dengan orang lain. Berikut ini kemampuan umum anak usia 3-4 tahun.

    1. Mampu menunjukkan kepedulian dan kasih sayang pada orang lain tanpa disuruh.

    1. Meniru orang dewasa, anak yang lebih besar, atau karakter favorit yang diketahui melalui televisi atau buku.

    1. Terlihat lebih independen, sehingga lebih mudah saat harus berpisah sementara dari orang tua.

    1. Mulai memahami emosi dan menunjukkan berbagai macam perasaan.

    1. Mulai mau berbagi dan bersedia mengembalikan barang yang dipinjam, meski tidak selalu menyukainya.

    1. Mulai menyukai bermain bersama anak-anak lain.

    1. Mengembangkan persahabatan dengan anak lain yang disukainya, terkadang bahkan memiliki teman khayalan.

    1. Mulai mengadu jika mendapat perlakuan yang tidak disukai.

    1. Terlihat keras kepala, karena melakukan sesuatu yang justru diminta untuk tidak dilakukan.

    1. Mulai menemukan cara-cara sederhana dalam berargumen dan menyampaikan ketidaksetujuan.

    1. Bisa mengikuti aturan sederhana dalam permainan, namun anak ingin selalu menang.

    1. Mulai bermain peran yang lebih konkret, misalnya pura-pura piknik.

     

    Stimulasi

    Untuk mendukung kemampuan sosial-emosional sesuai perkembangan usianya, anak tiga tahun perlu mendapat stimulasi dan dukungan yang tepat. Berikut ini beberapa stimulasi dan dukungan yang bisa diterapkan.

    1. Membiarkan anak mengambil keputusan, misalnya terkait permainan seperti apa yang ingin dilakukan.

    1. Memberi pengertian serta contoh tentang cara yang benar dan salah dalam mengekspresikan emosi.

    1. Memperlihatkan hubungan ledakan emosi dan konsekuensi negatif yang diterima.

    1. Orang tua mendengarkan dan melihat tingkah laku anak, lalu membantu memberi nama pada emosi yang mereka rasakan.

    1. Menceritakan dongeng berulang-ulang tentang emosi dan regulasinya.

    1. Mengajak anak bermain mengekspresikan emosi melalui wajah dan bahasa tubuh.

    1. Membiasakan mengucapkan secara lisan perasaannya dan sesuatu yang bisa dilakukan untuk membuat perasaannya lebih baik.

    1. Mengalihkan perhatian agar anak mendapatkan fokusnya kembali saat emosinya meledak.

    1. Menyiapkan kegiatan baru untuk sarana eksplorasi perasaan anak.

    1. Menjadwalkan playdate dan menyiapkan mainan yang bisa dimainkan bersama-sama.

    1. Bermain peran bersama anak untuk lebih mengenalkan emosi, perilaku baik dan penyelesaian konflik.

    1. Mengajak anak untuk melihat sudut pandang orang lain dalam suatu peristiwa.

    1. Membaca buku tentang emosi, pertemanan, dan kerja sama.

    1. Memberikan pujian pada anak yang bersikap positif.

    1. Mengajak anak membuat ‘buku teman’ berisi foto teman-teman anak, lalu diberi keterangan tentang hal-hal favoritnya.

     

    Tanda – Tanda Keterlambatan

    Beberapa anak usia tiga tahun terlihat lebih matang secara emosional ketimbang anak-anak seusianya. Namun beberapa lainnya terlihat sangat jauh tertinggal.

    • Tidak tertarik bermain pura-pura,

    • Sangat sulit berpisah dari orang tuanya atau memiliki separation anxiety berkepanjangan.

    • Tidak mau melakukan interaksi sederhana dengan anak-anak lain atau orang lain.

    • Menunjukkan perilaku agresi (menyerang atau marah) yang tidak normal dan sulit dikendalikan.

    • Memiliki ketakutan berlebihan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

    • Sulit melakukan kontak mata dengan orang lain.

    • Kesulitan fokus dan mendengarkan.

    • Terlalu kaku pada kegiatan rutin, sehingga sangat kesal saat akan berganti aktivitas.

    • Kecemasan berlebihan pada orang baru dan situasi baru.

    • Kesulitan dalam menyadari emosi diri sendiri dan orang lain.

    Jika Mommy melihat beberapa hal yang tidak sesuai pada anak usia tiga tahun, ada baiknya berdiskusi dengan pakar kesehatan profesional seperti dokter atau psikolog.

     

    Ditulis oleh : Nurvita Indarini

    Komentar

    Instagram Mommy.101

    TestiMommy

    Slide Image
    Slide Image
    Slide Image
    Slide Image
    Slide Image

    Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

    Eva, Mommy Lubna & Fadlan

    New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

    Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

    Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

    Mommy Fivi

    Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

    Jessica, Hamil 2 Bulan

    Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

    Sarah, Mommy Shifa