Perkembangan Sosial Emosional Bayi 7-9 Bulan
Memasuki usia 6 bulan bayi tumbuh dengan menggemaskan mereka mulai bergerak aktif.
Perkembangan
Perkembangan kemampuan sosial dan emosional yang umumnya bisa dilakukan bayi pada usia 7-9 bulan:
-
Menunjukkan rasa aman dan nyaman ketika berada di tengah-tengah orang yang dia kenal
-
Merasa khawatir bahkan takut ketika berada diantara orang asing
-
Mampu menghibur dirinya sendiri sehingga dia sering tertawa ketika memainkan selimut atau menghisap jempolnya
-
Mulai memahani berbagai emosi seperti akan menangis ketika ditinggal ibu atau ayah. Cemberut ketika mainannya diambil
-
Menanggapi lawan bicara ketika berinteraksi bahkan menanggapinya dengan senyuman bahkan tangisan
-
Mulai berkomunikasi dengan menunjukkan sesuatu yang dia inginkan
-
Menjaga kontak mata dengan lawan bicara yang menyenangkan
-
Mulai menikmati bermain dengan anak-anak
Stimulasi
Sikap dan perbuatan orang tua dan sekitar ketika sedang berinteraksi dengan baby merupakan stimulasi yang akan selalu diingat, direkam dan akan ditiru oleh bayi.
- Berikan rasa aman dan nyaman pada bayi seperti pelukan atau usapan
- Ajak bayi untuk mengenal lingkungannya sehingga dia mudah beradaptasi
- Ajak bayi untuk bermain dengan anak-anak sekitar rumah
- Ajak bayi berbicara yang menyenangkan sesekali orang tua mengajaknya bermain tepuk tangan atau ciluk ba
- Berikan senyuman yang tulus sehingga dia merasa diperhatikan
- Mommy mulai untuk belajar menenangkan bayi dengan komunikasi “anak pintar dan baik kenapa menangis” sehingga dia merasa tenang
- Orang tua sebaiknya menjaga perasaan tidak larut dalam sedih dan marah karena bayi mulai mampu merespon perasaan.
Tanda-tanda keterlambatan
Tanda-tanda keterlambatan pada perkembangan kemampuan sosial dan emosional bayi di usia 7 – 9 bulan:
-
Bersikap acuh meskipun orang tua dan pengasuh memberikan stimulasi seperti senyuman, candaan dan panggilan
-
Tidak merespon suara di sekitar bahkan tidak menoleh ketika dipanggil
-
Menolak untuk dipeluk dan menangis ketika didekati
-
Tidak tertarik ketika diajak bermain tepuk tangan atau “ciluk ba”
-
Sering menangis bahkan orang tua tidak mampu menenangkannya
-
Sering tantrum menangis histeris ketika diajak ke tempat baru atau melihat orang asing
-
Sering diam tidak mengoceh meskipun diajak berkomunikasi
Tanda-tanda yang membahayakan pada perkembangan sosial dan emosionalnya perlu mendapat perhatian orang tua untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau psikolog.
Ditulis oleh : Irma Indriani

