Mitos Fakta Berkendara saat Hamil
- Mitos #1: Radiasi kosmik membahayakan janin.
- Mitos #2: Turbulensi menyebabkan keguguran.
- Mitos #3: Tidak boleh bersepeda.
- Mitos #4: Tidak boleh menyetir
- Mitos #5: Tidak boleh naik motor
- Mitos #6: Tidak boleh naik kereta jarak jauh.
- Mitos #7: Naik kapal akan mabuk laut.
- Mitos #8: Tidak boleh naik kapal laut
- Mitos #9: Jatuh dari motor berbahaya bagi janin
- Mitos #10: Naik bus berbahaya bagi janin
Berikut, kita akan membahas sejumlah mitos vs. fakta yang terkait dengan pilihan kendaraan selama masa kehamilan.
Mitos #1: Radiasi kosmik dapat membahayakan janin.
Fakta. Radiasi kosmik adalah radiasi ionisasi yang dihasilkan ketika proton dan partikel dari luar sistem tata surya berinteraksi dengan komponen-komponen pada atmosfer bumi. Radiasi ini diklaim memiliki intensitas yang sangat tinggi.
Namun, penelitian menyatakan bahwa dalam setiap penerbangan, pengaruh radiasi ini terhadap ibu hamil yang naik pesawat sangatlah kecil.
Bahkan, penerbangan yang paling lama sekalipun tidak akan membuat penumpangnya terpapar hingga 15% dari batas aman paparan radiasi kosmik. Oleh karena itu, ibu hamil boleh naik pesawat asalkan tidak sering.
Mitos #2: Turbulensi di pesawat dapat menyebabkan keguguran.
Fakta. Belum ada bukti bahwa naik pesawat saat hamil dapat menyebabkan keguguran, persalinan prematur, atau pecah ketuban dini.
Turbulensi ringan tidak akan berdampak pada ibu hamil dan janin. Namun, pada kasus yang jarang terjadi, yaitu turbulensi parah, risiko penumpang untuk mengalami trauma fisik sangat tinggi.
Oleh karena itu, ibu hamil dianjurkan untuk selalu mengenakan sabuk pengaman saat duduk di pesawat.
Mitos #3: Ibu hamil tidak boleh bersepeda.
Fakta. Meskipun risiko jatuh saat bersepeda tinggi, para ahli tetap menyarankan ibu hamil yang telah rutin bersepeda untuk terus bersepeda selama lebih berhati-hati, tetap terhidrasi, dan tidak memforsir diri.
Bahkan, The American Congress of Obstetricians and Gynecologist menyatakan bahwa bersepeda semasa kehamilan dapat meningkatkan mood, memperbaiki postur tubuh, membuat tidur lebih nyenyak, dan memperlancar persalinan.
Mitos #4: Ibu hamil harus berhenti menyetir sendiri pada trimester ketiga.
Fakta. Selama kehamilan Mommy sehat, Mommy bisa terus menyetir sendiri di usia kehamilan berapa pun. Dengan catatan, Mommy tidak merasa pusing, dapat berkonsentrasi penuh, dan tidak kesulitan mencapai pedal ataupun menggerakkan setir.
Mitos #5: Sering naik motor saat hamil muda dapat menyebabkan keguguran.
Fakta. Pada kehamilan yang masih sangat muda, janin mungkin tidak akan kuat terhadap goncangan yang keras. Jika tidak perlu hindari berkendara dengan motor.
Pastikan untuk lebih berhati-hati, berkendara dengan kecepatan yang stabil, dan sebisa mungkin hindari jalanan yang tidak rata.
Mitos #6: Ibu hamil dengan usia kandungan di luar 14-28 minggu tidak boleh naik kereta jarak jauh.
Fakta. Mulai awal tahun 2017, PT Kereta Api Indonesia memberlakukan aturan bahwa hanya ibu hamil dengan usia 14-28 minggu yang diizinkan naik kereta api jarak jauh.
Namun, sebenarnya, ibu hamil dengan usia kandungan kurang dari 14 minggu atau lebih dari 28 minggu tetap dapat naik kereta api jarak jauh apabila melampirkan surat keterangan dokter yang menyatakan bahwa kehamilan dalam kondisi sehat.
Selain itu, Mommy juga harus didampingi oleh minimal satu penumpang dewasa lain.
Mitos #7: Naik kapal laut saat hamil akan meningkatkan risiko mabuk laut.
Fakta. Mabuk laut disebabkan oleh udara serta guncangan di kapal yang membuat mual, bukan karena kehamilan.
Namun, apabila Mommy sedang mengalami morning sickness, lebih baik tidak melakukan perjalanan dengan kapal laut, karena akan membuat gejala mual muntah semakin parah.
Untuk mengurangi risiko mabuk laut, hindari pinggiran kapal dengan tetap berada di dek atau tengah kapal.
Mitos #8: Kehamilan 7 bulan ke atas tidak boleh naik kapal laut
Fakta. Berlayar dalam waktu yang cukup lama tidak akan mengganggu kesehatan kehamilan Mommy selama persiapannya benar-benar matang. Namun, ada sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan.
Memasuki trimester ketiga, risiko Mommy untuk melahirkan semakin tinggi. Perlengkapan medis di kapal belum tentu memadai apabila Mommy harus menjalani persalinan darurat di tengah laut.
Oleh karenanya, sebelum berlayar, sebaiknya berkonsultasi dan memeriksakan diri ke dokter kandungan terlebih dulu untuk memastikan Mommy dan bayi dalam kondisi sehat dan siap untuk berlayar.
Mitos #9: Jatuh dari motor sangat berbahaya bagi janin.
Fakta. Tergantung pada posisi ketika terjatuh, lokasi yang terkena benturan, dan seberapa kuat benturan terjadi.
Janin terlindung oleh otot rahim yang tebal serta air ketuban. Sehingga, ketika Mommy terjatuh, janin tidak langsung terekspos pada benturan tersebut. Meskipun begitu, segera periksakan ke dokter untuk lebih memastikan kondisi ibu dan janin.
Mitos #10: Naik bus umum saat hamil sangat berbahaya.
Fakta. Bus umum di Indonesia memang kebanyakan jauh dari kata layak dan nyaman, apalagi di jam-jam padat. Meskipun begitu, terkadang bus menjadi transportasi favorit karena lebih murah.
Untuk mengurangi risiko, usahakan Mommy duduk selama perjalanan, selalu fokus karena bus tidak dilengkapi sabuk pengaman, dan jangan turun atau naik ketika bus masih belum berhenti sempurna.
Ditulis oleh : Ratri Medya – Tim Penulis Mommy 101 disadur dari berbagai sumber
Sumber
- https://www.acog.org/clinical/clinical-guidance/committee-opinion/articles/2018/08/air-travel-during-pregnancy
- https://www.rcog.org.uk/globalassets/documents/patients/patient-information-leaflets/pregnancy/air-travel-pregnancy.pdf
- https://www.peopleforbikes.org/news/baby-on-board-10-tips-for-riding-while-pregnant
- https://www.nct.org.uk/pregnancy/travelling-when-pregnant/driving-while-pregnant-seat-belts-and-staying-safe

