Skin-to-skin Bayi
Pengertian
Skin-to-skin atau Kangaroo Care merupakan prosedur ketika kulit badan bayi bersentuhan langsung dengan kulit badan Mommy.
Skin-to-skin bayi adalah prosedur penting di unit perawatan bayi baru lahir, terutama untuk bayi prematur.
Manfaat
Sejumlah penelitian telah mengungkap beragam manfaat skin-to-skin bayi.
Berikut beberapa di antaranya:
Untuk bayi
Berikut adalah manfaat skin-to-skin bayi:
- Memberi efek rileks dan menenangkan sehingga bayi menjadi lebih jarang menangis
- Meningkatkan kualitas dan durasi tidur
- Menstabilkan detak jantung dan kecepatan pernapasan bayi
- Mempertahankan suhu tubuh normal
- Meningkatkan peluang keberhasilan ASI eksklusif. Bayi yang menjalani skin-to-skin segera setelah lahir berpeluang dua kali lipat untuk berhasil menyusu dalam kurun waktu 1 jam
- Memperbaiki kemampuan menyerap dan mencerna nutrisi
- Memperkuat sistem imun. Selain dari antibodi yang terkandung dalam ASI, bayi juga bisa mendapatkan bakteri baik dari Mommy, yang berpindah ke bayi melalui permukaan kulit
- Dalam jangka panjang, skin-to-skin dapat meningkatkan perkembangan dan fungsi otak, serta memperkuat kedekatan anak dengan orangtua
Untuk Mommy
Berikut adalah manfaat skin-to-skin Mommy:
- Memberi efek rileks
- Memicu pelepasan hormon yang dapat meningkatkan jumlah ASI
- Memperkuat bonding dengan bayi
Penerapan Skin-to-skin sebagai metode penanganan alami
Skin-to-skin juga bermanfaat sebagai penanganan alami untuk beberapa kondisi berikut ini:
1. Demam
Melalui skin-to-skin, suhu badan Mommy akan secara otomatis menstabilkan suhu badan bayi yang demam.
2. Relaktasi atau menyusui kembali setelah terhenti beberapa saat
Berikut adalah manfaat skin-to-skin melakukan untuk relaktasi:
- Meningkatkan kadar hormon prolaktin, yang berperan dalam meningkatkan produksi ASI
- Meningkatkan hormon oksitosin sehingga tekanan darah dan tingkat stres Mommy menurun dan memperlancar produksi ASI.
3. Bayi prematur
Berikut adalah manfaat skin-to-skin untuk perawatan bayi prematur:
- Menstabilkan suhu tubuh bayi dengan mendinginkan atau menghangatkan.
- Membuat otak bayi berkembang dengan lebih baik dibandingkan bayi prematur yang dirawat dalam inkubator. Para ahli menghubungkan hal ini dengan detak jantung yang lebih stabil, meningkatnya kadar oksigen dalam darah, dan tidur yang lebih berkualitas.
- Menstabilkan metabolisme dan pernapasan bayi prematur, bila skin-to-skin dilakukan segera setelah bayi lahir.
- Memperbesar peluang hidup dan memperkecil risiko terkena sepsis atau komplikasi akibat infeksi, hipotermia atau suhu tubuh menurun drastis, dan kadar gula darah rendah.
- Meningkatkan saturasi oksigen atau kadar oksigen dalam darah.
- Mengurangi kadar hormon kortisol, hormon stres yang dapat dipicu oleh prosedur perawatan yang membuat bayi tidak nyaman.
- Mengurangi durasi rawat inap karena bayi dapat berkembang dengan baik.
Batas usia
Skin-to-skin bayi dapat mulai dilakukan sesaat setelah bayi lahir dan dapat diteruskan setidaknya hingga bayi berusia 3 bulan atau 6 bulan pada bayi prematur.
Langkah-langkah
Berikut adalah langkah- langkah untuk melakukan skin-to-skin dengan bayi:
- Bayi maupun Mommy harus dalam keadaan bertelanjang dada
- Mommy bisa berbaring atau duduk bersandar
- Dekap erat bayi dalam posisi dada bayi dan Mommy saling menempel
- Letakkan selimut lebar di atas punggung bayi agar bisa menutupi Mommy juga
- Siapkan diri Mommy, bayi, dan ruangan dengan baik. Misalnya, mengganti popok bayi terlebih dulu, mengatur suhu ruangan, atau mematikan smartphone
- Pertahankan skin-to-skin bayi selama minimal 1 jam agar bayi dapat melewati setidaknya 1 kali siklus tidur
Mommy bisa melakukan skin-to-skin bayi kapan saja, namun waktu yang ideal adalah ketika bayi menyusu atau setelah mandi.
Ditulis oleh: Muna Fitria – Tim Penulis Mommy 101, disadur dari berbagai sumber.
Sumber
- Unicef. Skin-to-Skin Contact. https://www.unicef.org.uk/babyfriendly/baby-friendly-resources/implementing-standards-resources/skin-to-skin-contact/Â (diakses tanggal 16 September 2021)
- Llli. Relactation. https://www.llli.org/breastfeeding-info/relactation/Â (diakses tanggal 16 September 2021)
- Seitz. JoLyn.The Importance of Skin-to-Skin with Baby After Delivery. 2017. https://news.sanfordhealth.org/childrens/the-importance-of-skin-to-skin-after-delivery-you-should-know/Â (diakses tanggal 16 September 2021)

