Tahapan Pembukaan
Tahapan pertama
Tahapan pertama dimulai ketika Mommy merasakan kontraksi secara teratur, yang mengakibatkan leher rahim melunak, memendek, dan menipis kemudian mengalami pembukaan. Hal ini memungkinkan bayi untuk bergerak menuju jalan lahir.
Tahapan pertama meliputi 3 fase.
Fase awal
Apa yang terjadi?
- Leher rahim menipis dan terjadi pembukaan sebesar 1 cm hingga 4 sampai 6 cm.
- Fase ini dapat berlangsung mulai dari beberapa jam hingga beberapa hari.
- Kontraksi bertahan selama 30 hingga 45 detik dan dapat muncul setiap 5 hingga 30 menit.
Apa yang dirasakan?
- Kontraksi yang Mommy rasakan bisa sedang atau kuat.
- Setiap kali kontraksi selesai, Mommy akan merasa nyaman kembali.
- Mommy mungkin merasa bingung, pusing dan mual, cemas, atau senang.
Apa yang perlu dilakukan?
Cobalah relaks dengan cara mandi, berjalan santai, mendengarkan musik, atau bahkan tidur. Jangan lupa untuk makan agar tubuh Mommy tetap berenergi.
Fase aktif
Apa yang terjadi?
- Terjadi pembukaan sebesar 4 cm hingga 6 sampai 8 cm.
- Fase ini umumnya berlangsung selama 3 sampai 5 jam.
- Kontraksi bertahan selama 45 hingga 60 detik dan muncul setiap 3 sampai 5 menit sekali.
Apa yang dirasakan?
- Kontraksi bertambah kuat.
- Perhatian Mommy akan mulai sulit teralihkan dari kontraksi.
- Mommy akan merasa mulut kering, panas dingin, pusing, atau kepanasan.
Apa yang perlu dilakukan?
Cobalah berkonsentrasi sekuat tenaga untuk tetap merasa relaks di antara kontraksi demi menghemat energi Mommy. Ubahlah posisi dari waktu ke waktu untuk membantu mengarahkan bayi agar berada di jalan lahir.
Fase transisi
Apa yang terjadi?
- Terjadi pembukaan sebesar 8 hingga 10 cm.
- Fase ini dapat berlangsung selama 30 menit hingga 2 jam.
- Kontraksi akan bertahan selama 60 hingga 90 detik, yang akan muncul setiap 30 detik hingga 3 menit sekali.
Apa yang dirasakan?
- Kontraksi terasa intens dan berdekatan.
- Mommy mungkin merasa mual dan pusing, gemetar.
- Mommy mungkin merasakan tekanan pada panggul yang menimbulkan dorongan untuk mengejan.
Apa yang perlu dilakukan?
Tahan dorongan untuk mengejan hingga Mommy mendapatkan instruksi dari dokter atau bidan. Apabila Mommy mengejan terlalu dini, Mommy akan kelelahan dan leher rahim dapat membengkak yang membuat bayi sulit keluar.
Tahapan kedua
Tahapan kedua merupakan periode yang dimulai ketika pembukaan jalan lahir sudah lengkap hingga saat bayi terlahir.
Apa yang dirasakan?
- Kontraksi yang lebih lama dan lebih intens, setiap 1 hingga 2 menit sekali.
- Tekanan pada panggul semakin kuat.
- Keinginan atau dorongan yang kuat untuk mengejan.
- Vagina terasa panas.
Apa yang perlu dilakukan?
Mengejan sekuat tenaga. Dokter atau bidan akan memberikan instruksi kapan saat mengejan dan kapan harus beristirahat.
Tahapan ketiga
Tahapan ketiga adalah tahap setelah bayi terlahir. Meskipun bagi sudah lahir, rahim Mommy akan terus berkontraksi untuk mengeluarkan plasenta. Biasanya, plasenta akan keluar dalam waktu 5 hingga 15 menit setelah bayi dilahirkan.
Apa yang dirasakan?
- Relaks dan bahagia karena perhatian Mommy terfokus pada si Kecil.
- Kontraksi sedang yang berdekatan tapi tidak sesakit sebelumnya.
Apa yang perlu dilakukan?
Dokter atau bidan akan meminta Mommy untuk mengejan sekali lagi guna mengeluarkan plasenta.
Mengetahui tahapan persalinan dan tahapan pembukaan dapat melatih Mommy untuk mempersiapkan diri secara mental dalam menjalani persalinan normal. Karena selain kesiapan fisik, kesiapan mental juga sangat dibutuhkan agar persalinan berjalan lancar.
Ditulis oleh : Ratri Medya – Tim Penulis Mommy 101 disadur dari berbagai sumber
Sumber
- https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/in-depth/stages-of-labor/art-20046545
- https://www.allinahealth.org/health-conditions-and-treatments/health-library/patient-education/beginnings/giving-birth/stages-of-labor
- https://www.thewomens.org.au/health-information/pregnancy-and-birth/labour-birth/stages-of-labour
- https://wa.kaiserpermanente.org/healthAndWellness/index.jhtml?item=%2Fcommon%2FhealthAndWellness%2Fpregnancy%2Fbirth%2FlaborStages.html

