Antibiotik yang Aman untuk Ibu Menyusui
Fungsi antibiotik
Tujuan penggunaan. Antibiotik digunakan sebagai obat untuk mengatasi infeksi yang disebabkan bakteri. Bahkan, dalam kasus infeksi bakteri yang berat, penggunaan antibiotik akan sangat diperlukan untuk menyelamatkan nyawa.1
Jenis. Antibiotik terdiri dari berbagai jenis golongan dan bentuk sediaan, seperti injeksi, obat topikal, obat tetes, dan obat oral. Pemilihan jenis antibiotik ini akan disesuaikan dengan jenis bakteri dan lokasi infeksi.
Penggunaan antibiotik saat menyusui
Bila Mommy mengalami infeksi bakteri saat menyusui dan memerlukan pengobatan dengan antibiotik, Mommy perlu memahami beberapa hal berikut.
1. Antibiotik dapat keluar melalui ASI
Keluar melalui ASI. Sama dengan obat lainnya, antibiotik juga dapat keluar melalui ASI. Meskipun begitu, jumlahnya sedikit dan tidak semua jenis antibiotik berbahaya bagi bayi.2
Sebagian besar antibiotik aman dikonsumsi saat menyusui, namun beberapa jenis antibiotik perlu diwaspadai atau dihindari penggunaannya selama menyusui.2
Proses menyusui dihentikan sementara hanya jika risiko paparan pada bayi melalui ASI lebih besar dibanding manfaat penggunaan antibiotik bagi ibu.
Menyusui dapat dilanjutkan jika Mommy menerima antibiotik yang aman bagi bayi.2
2. Efek penggunaan antibiotik bagi bayi
Efek samping. Meskipun sebagian besar antibiotik aman dikonsumsi saat menyusui, beberapa efek samping ringan juga dapat terjadi pada bayi, seperti diare, sakit perut, atau gelisah.1
Umumnya ringan. Efek samping ini tidak signifikan secara klinis dan tidak memerlukan pengobatan. Manfaat dari menyusui tetap lebih besar dibanding ketidaknyamanan sementara yang dialami bayi.1
Jenis antibiotik yang aman
Antibiotik berikut ini aman untuk dikonsumsi selama menyusui.1
- Amoxycillin
- Azithromycin
- Cefuroxime
- Cephalexin
- Chlarithromycin
- Co-amoxiclav
- Erythromycin
Jenis antibiotik yang harus dihindari
Berikut bberapa jenis antibiotik yang harus dihindari selama menyusui karena dapat membahayakan bayi.3
- Chloramphenicol, dapat menyebabkan penekanan sumsum tulang pada bayi
- Ciprofloxacin, dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan tulang rawan
- Metronidazole, data pre klinik menunjukkan adanya efek karsinogenik
- Clindamycin, dapat menyebabkan perdarahan saluran cerna
- Cotrimoxazole, dapat menyebabkan hiperbilirubinemia
- Tetracycline, secara teori, dapat menyebabkan perubahan warna gigi pada bayi bila digunakan dalam jangka panjang
Tips mengonsumsi antibiotik
- Informasikan pada dokter bahwa Mommy sedang menyusui agar dokter memberikan antibiotik yang aman
- Gunakan antibiotik dengan dosis, frekuensi, dan jangka waktu sesuai anjuran dokter
- Pastikan keamanan antibiotik terlebih dahulu dengan berkonsultasi pada apoteker
- Kenali dan waspadai kemungkinan efek samping yang muncul pada bayi
- Antibiotik dengan aturan pakai sekali sehari dapat diminum sesaat atau sebelum interval tidur terlama bayi
- Antibiotik dengan dosis berulang dapat digunakan segera sebelum atau sesudah menyusui.
Bila harus menggunakan antibiotik saat menyusui, Mommy perlu memastikan keamanan antibiotik dan mengamati efek samping yang mungkin muncul pada bayi.
Gunakan antibiotik dengan dosis, frekuensi, dan jangka waktu sesuai aturan dokter.
FREQUENTLY ASKED QUESTION
Apakah ibu menyusui boleh minum obat antibiotik?
Ya, ibu menyusui boleh minum antibiotik yang aman dan tidak menyebabkan efek samping membahayakan bagi bayi. Mommy dapat memastikan keamanan antibiotik bagi ibu menyusui dengan berkonsultasi ke dokter atau apoteker.
Apakah ibu menyusui boleh minum antibiotik Amoxicillin?
Antibiotik Amoxicillin termasuk jenis antibiotik yang aman dikonsumsi oleh ibu menyusui asal digunakan dengan dosis dan jangka waktu penggunaan sesuai anjuran dokter.
Apakah Ciprofloxacin aman untuk ibu menyusui?
Penggunaan antibiotik Ciprofloxacin perlu dihindari selama menyusui karena hasil penelitian pada hewan menunjukkan penggunaan Ciprofloxacin dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan tulang rawan pada anak.
Umumnya, dokter akan menggunakan alternatif antibiotik lainnya. Namun, bila tidak tersedia alternatif antibiotik lain, Mommy disarankan untuk berhenti menyusui selama mengonsumsi Ciprofloxacin hingga 2 hari setelah penggunaan dosis terakhir.
Apakah Ampisillin aman untuk ibu menyusui?
Ampisilin termasuk jenis antibiotik yang aman dikonsumsi selama menyusui asalkan dalam dosis dan jangka waktu penggunaan sesuai rekomendasi dokter.
Penulis: apt. Silvia Dwi Puspa Susanti, S.Farm. Tim penulis Mommy101 disadur dari berbagai sumber.
Sumber
- The Breastfeeding Network. 2020. Antibiotics and Breasteeding https://www.breastfeedingnetwork.org.uk/antibiotics/ (diakses tanggal 13 Juni 2021).
- HSE Clinical Programme in Obstetric and Gynaecology. 2017. Medication Guidelines for Obstetrics and Gynaecology https://www.hse.ie/eng/services/publications/clinical-strategy-and-programmes/antimicrobial-safety-in-pregnancy-and-lactation.pdf (diakses tanggal 13 Juni 2021).
- Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2406/Menkes/Per/XII/2011 tentang Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik. https://persi.or.id/wp-content/uploads/2020/11/pmk24062011.pdf (diakses tanggal 13 Juni 2021).

