Menyusui, Panduan Umum

Aturan Puasa dan Fidyah bagi Ibu Menyusui

Puasa untuk Ibu menyusui? Ayo ketahui apa saja aturan puasa dan fidyah bagi Ibu menyusui, selengkapnya disini

Hukum berpuasa bagi ibu menyusui

Hukum berpuasa di bulan Ramadhan bagi Mommy menyusui adalah wajib.

Namun, Mommy diperbolehkan tidak berpuasa dan mengganti di hari lain, jika berisiko membahayakan kesehatan Mommy atau bayi.

Keringanan aturan berpuasa saat menyusui ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW, “Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla meringankan setengah shalat untuk musafir dan meringankan puasa bagi musafir, wanit hamil, dan menyusui,” (HR. An Nasai no. 2275, Ibnu Majah no. 1667).

Tips berpuasa saat menyusui

Apabila Mommy memutuskan untuk berpuasa, sebaiknya ikuti tips berikut:

1. Penuhi kebutuhan kalori

Saat menyusui, Mommy membutuhkan kalori tambahan sekitar 700 kalori per hari, 500 kalori diambil dari makanan dan 200 kalori dari cadangan lemak dalam tubuh.

Mommy dianjurkan untuk tetap makan 3 kali sehari saat berpuasa, yaitu saat sahur, berbuka, dan malam hari sebelum tidur.

2. Penuhi asupan gizi seimbang

Berikut panduan asupan gizi seimbang bagi Mommy menyusui yang berpuasa.

  • Perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks sehingga Mommy dapat merasa kenyang lebih lama. Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks antara lain beras merah, roti gandum, oat, dan soba.
  • Perbanyak asupan protein hewani seperti daging merah dan telur
  • Perbanyak konsumsi buah dan sayur selama berpuasa agar kebutuhan vitamin dan mineral tercukupi
  • Hindari makanan instan
  • Konsumsi suplemen kesehatan untuk menjaga daya tahan tubuh

3. Perbanyak konsumsi cairan

Untuk menjaga produksi ASI, Mommy dianjurkan untuk mengonsumsi air putih sebanyak 2 liter per hari, yaitu sekitar 12 gelas, selama berpuasa.

Selain itu, berbukalah dengan minuman hangat untuk merangsang produksi ASI.

4. Hindari kafein saat sahur

Saat sahur, hindari minum kopi dan teh. Kopi dan teh mengandung kafein yang bersifat diuretik, dapat menyebabkan sering buang air kecil dan lebih cepat kehilangan cairan.

5. Istirahat yang cukup

Setelah selesai menyusui, umumnya Mommy akan merasa lelah.

Pastikan Mommy memanfaatkan waktu dengan baik untuk bisa mencukupi waktu istirahat.

6. Tetap rutin memerah ASI

Patuhi jadwal memerah ASI seperti biasa. Syukuri berapa pun hasil perahan yang didapat.

Kondisi khusus yang harus diperhatikan

Saat memutuskan untuk berpuasa, Mommy harus lebih memperhatikan kondisi Mommy dan bayi.

Sebaiknya segera batalkan puasa apabila Mommy atau bayi mengalami kondisi berikut:

Kondisi Mommy

Perhatikan kondisi Mommy berikut ini:

  • Merasa sangat haus, terutama pascamenyusui/memerah
  • Urine berwarna pekat serta mengeluarkan aroma yang tajam
  • Merasa sangat pusing dan berkunang-kunang, dan tidak hilang setelah Mommy beristirahat

Kondisi bayi

Perhatikan kondisi berikut pada bayi:

  • Frekuensi BAK kurang dari 6 kali per 24 jam, warna urine bayi juga mulai pekat
  • Bayi mengalami gejala dehidrasi, seperti mulut kering, sangat lemas, dan kulit tidak lentur
  • Bayi kelihatan gelisah seharian, rewel atau berperilaku di luar kebiasaan
  • Bayi mengalami diare atau demam sehingga membutuhkan asupan ASI ekstra agar tidak dehidrasi, terutama di masa ASI eksklusif

Aturan membayar puasa atau fidyah

Berikut adalah cara membayar puasa atau fidyah menurut mazhab Ahmad dan Syafi’i:

  • Karena khawatir terhadap kondisi bayi saja, maka harus membayar fidyah dan mengganti puasanya.
  • Karena khawatir pada kondisi diri sendiri atau kondisi diri sendiri dan bayi, Mommy cukup mengganti puasa di hari lain tanpa perlu membayar fidyah.

Ketentuan ini tertuang pada Q.S. Al Baqarah: 184 yang berbunyi:

(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Q.S. Al Baqarah: 184)

Penulis : Dian Kusumawardani, Konselor Menyusui – Tim penulis Mommy101, disadur dari berbagai sumber.

Sumber

  1. Azzahida, Wida. 2018. Menyusui dan Menyapih dalam Islam. Jakarta : Kompas Gramedia
  2. Monika, Ewa. 2014. Panduan Aman Berpuasa untuk Ibu Hamil. Jakarta : Hi Baby

Komentar

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa