Mengatasi Bayi Tersedak
Penyebab
Tersedak adalah kejadian yang sering terjadi pada bayi. Berikut adalah penyebab bayi mengalami tersedak:
1. Saluran udara yang kecil
Saluran udara bayi masih kecil dan belum cukup kuat untuk mengeluarkan sumbatan pada jalan napas.
Selain itu, bayi juga belum bisa mengunyah dan menelan makanan dengan sempurna.
2. Kondisi kesehatan tertentu
Bayi yang memiliki gangguan menelan, gangguan neuromuskular, keterlambatan perkembangan, dan cedera otak memiliki risiko tersedak yang lebih tinggi.
3. Refleks memasukkan benda ke dalam mulut
Bayi senang memasukkan benda apa pun ke dalam mulutnya dan berisiko tersedak.
Jauhkan benda-benda kecil seperti koin, baterai, atau mainan kecil dari bayi.
Gejala
Berikut adalah gejala yang dapat Mommy lihat jika bayi tersedak:
- Kesulitan bernapas
- Batuk
- Muntah
- Napas terdengar berisik atau bernada tinggi
- Memegang leher dengan kedua tangan. Biasanya dilakukan oleh anak di atas 1 tahun
- Bibir dan/atau kulit bayi menjadi biru akibat kekurangan oksigen
Risiko
Risiko terburuk tersedak adalah kematian, ini dikarenakan sumbatan pada saluran napas membuat bayi tidak dapat bernapas, kekurangan oksigen, dan kehilangan kesadaran.
Pertolongan pertama
Biasanya benda asing dapat keluar dengan sendirinya apabila bayi masih kuat untuk batuk.
Namun, jika bayi tidak bisa mengeluarkan sendiri, Mommy perlu melakukan pertolongan pertama sebagai berikut:
- Duduk dan telungkupkan bayi. Sangga kepala dan leher bayi dengan tangan, dan posisikan kepala bayi lebih rendah dari badannya.
- Beri tepukan lembut namun kuat di tengah-tengah punggung bayi di antara tulang belikat sebanyak 5 kali. Tepukan dan gravitasi dapat membantu melepaskan benda yang menghalangi.
- Apabila bayi masih tidak bisa bernapas, putar bayi menghadap ke atas. Letakkan 2 jari di tengah tulang dada. Tekan dada bayi sekitar 1,5 inci atau 2,9 cm sebanyak 5 kali. Biarkan dada naik lagi sebelum melakukan kompresi berikutnya.
- Ulangi pukulan pada punggung dan tekanan pada dada apabila bayi masih belum bernapas. Segera panggil bantuan medis.
- Lakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru) apabila salah satu teknik tersebut membuka jalan napas, namun bayi tidak bernapas.
Hal yang harus dihindari
Berikut adalah beberapa hal yang harus dihindari ketika bayi tersedak:
- Jangan melakukan pertolongan pertama apabila bayi mampu batuk dengan kuat, menangis keras, atau cukup bernapas
- Hindari mencoba menarik keluar benda yang membuat bayi tersedak, jika bayi dalam keadaan sadar
Kondisi darurat
Berikut adalah beberapa tanda bahaya yang harus Mommy perhatikan:
- Tidak mampu menangis atau mengeluarkan suara
- Bayi tampak lemah, dan batuk tidak adekuat mengeluarkan benda asing
- Kesulitan bernapas
- Kulit menjadi kebiruan, yang menandakan bayi kekurangan oksigen
- Kehilangan kesadaran
Segara bawa bayi ke dokter untuk mendapatkan pertolongan, jika terdapat kondisi di atas.
Pencegahan
Sebagian besar kejadian tersedak pada bayi dapat dicegah. Berikut caranya:
- Perkenalkan makanan padat sesuai usia. Pemberian makanan padat sebelum bayi mampu menelan, berisiko menyebabkan bayi tersedak.
- Temani ketika makan. Hindari memberikan makan pada bayi sambil mengajaknya bermain, berjalan, atau berlari
- Hindari makanan berisiko tinggi. Makanan keras dan berukuran kecil, seperti biji-bijian, anggur, kacang, permen, permen karet, dan popcorn sering menjadi penyebab bayi tersedak.
- Perhatikan mainan anak. Hindari memberikan mainan yang terdiri dari bagian-bagian kecil. Berikanlah mainan sesuai dengan usia bayi.
- Jauhkan anak dari benda berbahaya. Barang-barang rumah tangga, seperti kancing, koin, baterai kancing, dadu, penghapus, baut, penjepit kertas, dan tutup pena berisiko tinggi menyebabkan bayi tersedak.
Tersedak pada bayi adalah kejadian yang serius dan berbahaya.
Jika bayi tersedak, segera berikan pertolongan pertama atau bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.
Ditulis oleh : apt. Novita Hendriyadi, S. Farm., M.Farm – Tim penulis Mommy101, disadur dari berbagai sumber.
FREQUENTLY ASKED QUESTION
Kenapa bayi sering tersedak saat menyusu?
Bayi sering tersedak saat menyusu dikarenakan saluran udara atau saluran pernapasan bayi masih kecil, sehingga mudah tersumbat.
Selain itu, bayi juga masih belum dapat menelan makanan dengan baik.
Kenapa bayi tersedak saat tidur?
Terdapat beberapa kemungkinan penyebab bayi tersedak saat tidur. Misalnya, bayi tidak disendawakan setelah minum susu atau bayi tersedak oleh air liurnya sendiri.
Mommy tidak perlu khawatir, namun tetap perhatikan tanda-tanda bahaya dari bayi tersedak. Jika gejala serius muncul, segera lakukan pertolongan pertama dan cari bantuan medis.
Apakah tersedak berbahaya?
Berbahata bahkan dapat berujung pada kematian.
Sumbatan benda asing pada saluran pernapasan bayi akan menyebabkan bayi kesulitan bernapas. Oleh karena itu, bayi tersedak harus mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.
Sumber
- Mayo Clinic. Infant choking: How to keep your baby safe. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/infant-choking/art-20044661 (diakses tanggal 30 Juli 2021)
- Children’s Hospital. Choking: Knowing the Signs and What to Do. https://www.chla.org/blog/rn-remedies/choking-knowing-the-signs-and-what-do (diakses tanggal 30 Juli 2021)
- Choking-infant under 1 year. https://medlineplus.gov/ency/article/000048.htm (diakses tanggal 30 Juli 2021)
- Mayo Clinic. Chocking: First aid. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-choking/basics/art-20056637 (diakses tanggal 30 Juli 2021)

