Pertolongan Pertama

Bayi Tersengat Listrik

Bayi tersengat listrik bisa berakibat fatal. Berikut penyebab, langkah pertolongan pertama, risiko, dan pencegahannya

Gejala

Pada saat tersengat listrik, bayi mungkin tidak bisa mengomunikasikannya pada Mommy.

Namun, perhatikan gejala-gejala berikut ini.

  • Luka bakar pada tangan, tumit, atau kepala
  • Luka bibir pada bibir
  • Napas pendek
  • Nyeri dada
  • Nyeri perut

Penyebab

Berikut beberapa penyebab umum bayi tersengat listrik.

  • Memasukkan benda logam atau jari ke dalam stop kontak
  • Menggigit kabel listrik
  • Tidak sengaja tersengat dari mainan atau peralatan listrik yang sedang dicolok
  • Bayi kontak dengan air yang terkena aliran listrik

Langkah pertolongan pertama

Bayi tersengat listrik merupakan kondisi yang sangat berbahaya.

Segera lakukan pertolongan pertama berikut untuk mencegah risiko yang fatal.

1. Matikan sumber listrik

Segera pindahkan bayi menjauh atau matikan sumber listrik dengan menggunakan benda kering yang tidak dapat menghantar listrik, misalnya:

  • Kayu
  • Koran
  • Karton
  • Karet

Hindari menggunakan tangan kosong atau benda berbahan besi.

2. Periksa tanda-tanda vital

Segera periksa pernapasan, denyut nadi, warna kulit, dan kesadaran bayi, dengan cara berikut:

  • Periksa respons bayi dengan menjentikan kaki bayi dan memanggil namanya
  • Letakkan bayi dengan posisi telentang pada permukaan yang keras
  • Lihat wajah dan dada bayi untuk mengecek apakah ia bernapas. Lakukan pengecekan selama 5 detik dan tidak boleh lebih dari 10 detik

3. Lakukan resusitasi jantung paru

Apabila bayi tidak bernapas atau mengalami henti jantung, segera lakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP).

Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Lepaskan baju bayi
  2. Letakkan 2 jari pada bagian tengah tulang dada, yaitu di antara puting susu bayi
  3. Lakukan kompresi sebanyak 30 kali dengan kedalaman 1,5 inci atau sekitar 3,8 cm dan kecepatan 100 kali per menit
  4. Buka jalan napas bayi setelah menyelesaikan 30 kali kompresi. Berikan napas buatan dengan memiringkan kepala bayi ke arah belakang dan arahkan dagu bayi ke atas. Metode ini disebut head lift-chin lift. Hindari memiringkan kepada terlalu jauh ke belakang karena akan menutupi jalan napas.
  5. Berikan 2 kali napas buatan. Letakkan mulut Mommy di atas mulut dan hidung bayi, lalu tiup udara ke dalam mulut bayi hingga dada bayi mengembang
  6. Ulangi 30 kali kompresi dan 2 kali napas buatan sebanyak  5 kali
  7. Bawa ke rumah sakit

4. Tutupi luka

Apabila ada luka bakar, balut area tersebut dengan kasa steril atau kain bersih.

Hindari penggunaan selimut, handuk, atau kain dengan serat yang mudah terlepas dan menempel pada luka bakar.

Dampak

Tingkat keparahan cedera akibat sengatan listrik bergantung pada tegangan arus listrik, lamanya kontak, dan ketahanan tubuh.

Berikut sebagian risiko fatal yang bisa diakibatkan oleh sengatan listrik.

  • Serangan jantung
  • Kerusakan jaringan, saraf, dan otot
  • Luka bakar
  • Kerusakan otak dan cedera kepala
  • Gangguan ginjal
  • Kematian

Kondisi darurat

Mommy harus segera membawa bayi ke dokter jika bayi menunjukkan beberapa tanda bahaya berikut.

  • Luka bakar
  • Sulit bernapas
  • Mengalami aritmia atau masalah pada irama jantung
  • Gagal jantung
  • Nyeri dan kontraksi otot
  • Kejang
  • Penurunan kesadaran
  • Gangguan penglihatan, pendengaran, atau bicara
  • Lumpuh

Penanganan

Berikut tindakan yang akan dilakukan dokter sesuai dengan tingkatan luka bakar yang dialami anak:

  • Luka bakar ringan, dokter akan membersihkan, memberikan salep antibiotik, dan membalut luka. Setelah itu, dokter akan memeriksa adanya tanda-tanda kerusakan organ dalam.
  • Luka bakar berat, dokter mungkin akan menjalani operasi untuk melakukan pencangkokan kulit atau membersihkan luka, bahkan amputasi pada organ yang mengalami kerusakan saraf dan otot.

Pencegahan

Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah bayi tersengat listrik.

  • Menutup semua stok kontak
  • Merapikan semua kabel, dan memastikan kabel telah diisolasi dengan benar
  • Menjauhkan peralatan listrik dari jangkauan anak-anak
  • Mengawasi bayi saat bermain

Bayi tersengat listrik adalah kejadian yang berbahaya, jauhkan bayi dari sumber listrik apapun dan segera bawa ke dokter jika bayi mengalami tersengat listrik.

Ditulis oleh :  apt. Novita Hendriyadi, S. Farm., M.Farm – Tim penulis Mommy101, disadur dari berbagai sumber.

Sumber

  1. Mayo Clinic. Electrical shock: First aid. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-electrical-shock/basics/art-20056695 (diakses tanggal 8 Agustus 2021)
  2. American Academy of Pediatric. Electric Shock Injuries in Children. 2019. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/injuries-emergencies/Pages/Electric-Shock.aspx (diakses tanggal 8 Agustus 2021)
  3. Nationwide Children’s. Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) for Infants. https://www.nationwidechildrens.org/family-resources-education/health-wellness-and-safety-resources/helping-hands/cardiopulmonary-resuscitation-cpr-for-infants (diakses tanggal 8 Agustus 2021).

Komentar

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa