Bayi Menelan Benda Asing
Gejala
Apabila benda yang ditelan bayi dapat melewati saluran pencernaan, kemungkinan bayi tidak menunjukkan gejala tertentu.
Namun, berikut adalah beberapa gejala yang ditimbulkan berdasarkan lokasi benda tersangkut:
Kerongkongan
Apabila benda tersangkut di kerongkongan, bayi biasanya menunjukkan gejala berikut ini:
- Kesulitan menelan
- Nyeri pada tenggorokan, leher atau dada, terutama jika menelan benda tajam
- Produksi air liur meningkat
- Mengeluarkan air liur disertai darah
- Menolak untuk makan
- Tersedak yang menyebabkan kesulitan bernapas
- Mengi
- Batuk
- Mual
- Muntah
Lambung atau usus
Apabila tersangkut di lambung atau usus, biasanya akan menujukkan gejala sebagai berikut:
- Kehilangan nafsu makan
- Mual
- Muntah
- Demam
- Nyeri atau kram perut
- Perut membengkak atau kembung
- Terdapat darah pada tinja
- Diare atau sembelit
Rektum
Kebanyakan benda asing berukuran kecil dan tumpul dapat melewati rektum dan keluar melalui tinja.
Namun, benda tajam dapat menyebabkan gejala berikut:
- Nyeri saat buang air besar
- Tinja disertai darah
Benda yang umum tertelan bayi
Berikut ini adalah daftar benda yang sering tertelan oleh bayi, yaitu:
1. Baterai kancing
Baterai kancing merupakan benda berbahaya yang dapat menyebabkan luka bakar dalam waktu 2 jam jika tersangkut di kerongkongan.
Semua bayi harus segera dibawa ke rumah sakit untuk melihat letak baterai melalui foto rontgen:
- Apabila baterai tersangkut di kerongkongan, perlu segera dilakukan tindakan untuk mengeluarkan baterai dari tubuh.
- Apabila baterai sudah mencapai perut, biasanya baterai dapat keluar dengan aman melalui tinja. Mommy harus memperhatikan sampai baterai keluar. Ini mungkin membutuhkan waktu beberapa hari.
2. Magnet
Magnet yang tertelan oleh bayi, terutama jika lebih dari satu, dapat menyebabkan kerusakan pada saluran cerna, seperti luka, kerusakan usus, perforasi, dan keracunan darah.
Bayi yang menelan magnet harus segera mendapatkan penanganan di rumah sakit.
3. Benda berukuran >25 mm
Benda berukuran 25 mm atau lebih berisiko tersangkut di kerongkongan dan membuat bayi tersedak hingga sulit bernapas dan nyawa terancam.
Agar mendapatkan pertolongan yang tepat, bayi harus segera dibawa ke rumah sakit.
4. Benda tajam berukuran kecil
Beberapa benda tajam, seperti jarum, paku, baut, tusuk gigi, tutup botol, dan anting-anting termasuk benda berbahaya yang dapat tersangkut dan menyebabkan tusukan pada saluran cerna.
Oleh karena itu, bayi harus segera mendapatkan penanganan di rumah sakit bila menelan benda tajam.
5. Benda tumpul berukuran kecil
Mainan anak, kancing kecil, gigi, dan beberapa benda tumpul kecil lainnya biasanya aman dan dapat keluar melalui tinja.
Bila sudah mendapatkan MPASI, beri bayi makanan yang lembut dan berserat tinggi.
Lalu, perhatikan tinja bayi selama 3 hari ke depan untuk memastikan benda tersebut keluar dari tubuh bayi.
Komplikasi
Benda asing yang tertelan bisa menyebabkan komplikasi medis pada bayi, seperti:
Impaksi
Impaksi atau benda asing terjebak di dalam organ tubuh, dapat menyebabkan :
- Kesulitan bernapas
- Nekrosis, atau kematian dini pada sel-sel dan jaringan tubuh akibat cedera
- Munculnya abses, atau penumpukan nanah akibat infeksi
- Striktur esofagus, atau penyempitan pada kerongkongan
Perforasi
Perforasi atau kondisi luka dan berlubang pada organ tubuh, dapat menyebabkan :
- Sepsis
- Peradangan pada rongga dada dan perut
- Pneumotoraks, atau paru-paru mengempis
- Pendarahan internal
Keracunan
Keracunan, yaitu ketika menelan benda-benda yang mengandung zat berbahaya, dapat mengakibatkan :
- Munculnya respons alergi
- Nekrosis
- Dalam tubuh terasa panas terbakar
- Pembentukan fistula, atau saluran abnormal dalam tubuh
Kondisi darurat
Segeralah membawa bayi ke rumah sakit bila ia menunjukkan kondisi berikut :
- Tidak berhenti batuk
- Muntah
- Tidak dapat buang air besar (BAB)
- Mengalami gangguan menelan atau nyeri saat menelan
- Demam
- Menangis terus-menerus
- Kesulitan bernapas
- Kesulitan berbicara
- Muntah darah, dapat berwarna merah atau hitam
- BAB berdarah, berwarna merah gelap atau hitam
Penanganan dokter
Berikut adalah beberapa penanganan yang biasanya dilakukan oleh dokter:
Pemeriksaan fisik
Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu sebelum memutuskan tindakan yang akan diambil.
Adapun pemeriksaan yang dilakukan sebagai berikut:
- Pemeriksaan saluran napas, seperti tenggorokan, faring, kerongkongan, dan leher untuk melihat adanya sumbatan atau kelainan
- Pemeriksaan perut
- Pemeriksaan fungsi pernapasan
- Pemeriksaan tanda-tanda vital, seperti suhu, detak jantung, dan tekanan darah
Pendeteksian lokasi benda asing
Apabila benda yang ditelan bayi dianggap membahayakan, dokter mungkin melakukan deteksi berikut ini:
- Tes pencitraan. Dokter mungkin akan melakukan tes pencitraan dengan melakukan rontgen pada leher, dada, dan daerah perut untuk mendeteksi keberadaan benda.
- Detektor logam terkadang juga dapat membantu untuk mengidentifikasi keberadaan benda logam, seperti koin dan baterai.
Tindakan medis
Berikut adalah beberapa tindakan medis yang sering dilakukan untuk menangani bayi tertelan benda asing:
- Endoskopi. Bertujuaan untuk mengetahui kondisi organ dan letak benda asing secara lebih jelas, serta mengeluarkan benda asing dari tubuh.
- Pembedahan. Biasanya hanya diperlukan pada kasus yang rumit. Contohnya ketika tindakan endoskopi tidak berhasil, benda telah berada di usus kecil selama lebih dari 7 hari, atau ketika bayi mengalami komplikasi.
Pencegahan
Lakukan langkah- langkah berikut ini untuk mencegah bayi tidak sengaja menelan benda asing:
- Jauhkan benda-benda yang rentan tertelan dari bayi, seperti baterai kancing, koin, baut, dan kancing
- Periksa mainan bayi, terutama jika terdapat bagian yang longgar atau rusak
- Berikan mainan sesuai dengan usia bayi
- Ajarkan bayi untuk tidak memasukkan benda asing ke dalam mulut
Ditulis oleh : apt. Novita Hendriyadi, S. Farm., M.Farm – Tim penulis Mommy101, disadur dari berbagai sumber.
Sumber
- Seattle Children’s. Swallowed Foreign Object. 2021. https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/swallowed-foreign-object/ (diakses tanggal 5 Agustus 2021)
- What You Should Know About Swallowed Objects. 2019. https://www.webmd.com/first-aid/ss/slideshow-swallowed-objects (diakses tanggal 20 September 2021)
- Cleveland Clinic. What to Do If Your Child Eats Toys, Magnets or Batteries. 2020. https://health.clevelandclinic.org/what-to-do-if-your-child-eats-toys-magnets-or-batteries/ (diakses tanggal 20 September 2021)
- Swallowed Foreign Body (Child). https://www.fairview.org/patient-education/116057EN (diakses tanggal 5 Agustus 2021)

