Lain-lain

Bayi Kuning | Ciri – Ciri, Penyebab dan Cara Mengatasi

Ulasan lengkap bayi kuning atau jaundice tanda dan gejala, penyebab, komplikasi, faktor resiko, diagnosis, pengobatan dan pencegahan.

Pengertian1

Bayi kuning atau jaundice merupakan suatu kondisi perubahan warna pada kulit dan mata bayi menjadi kuning akibat penumpukan bilirubin dalam darah.

Bayi prematur. Penyakit kuning umum ditemukan pada bayi. Terutama pada kelahiran prematur, yaitu bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 38 minggu.

Pemberian ASI. Kondisi ini juga dapat ditemukan pada beberapa bayi yang mendapatkan ASI (Air Susu Ibu).

Tanda dan gejala1,2

Tanda yang paling terlihat adalah warna kuning pada kulit dan bagian putih mata. Biasanya muncul pada hari kedua hingga keempat setelah kelahiran.

Bagian tubuh. Perubahan warna tampak pertama kali pada wajah, diikuti dengan dada dan perut, kemudian kaki bayi.

Bayi dengan kadar bilirubin yang sangat tinggi juga dapat mengalami gejala berikut.

  • Mengantuk
  • Rewel
  • Lemas
  • Sulit minum susu

Penyebab1

Penyebab utama 

Bayi kuning diakibatkan kelebihan bilirubin dalam darah, dikenal juga dengan istilah hiperbilirubinemia.

Bilirubin merupakan pigmen yang dilepaskan dari pemecahan sel darah merah. 

Bayi baru lahir menghasilkan lebih banyak bilirubin dibandingkan orang dewasa, karena pemecahan sel darah merah lebih cepat dalam beberapa hari pertama setelah kelahiran.

Fungsi hati. Salah satu fungsi organ hati adalah menyaring bilirubin dari darah dan melepaskannya ke usus untuk dikeluarkan dari dalam tubuh.

Namun, fungsi hati pada bayi baru lahir masih belum sempurna, sehingga proses pengeluaran bilirubin menjadi lebih lambat dan terjadi penumpukan dalam darah.

Ikterus fisiologis. Kondisi bayi kuning saat baru lahir merupakan hal yang wajar dan disebut sebagai ikterus fisiologis. Biasanya muncul pada hari kedua atau ketiga setelah lahir.

Penyebab lain

Penyakit atau kondisi lain yang dapat menyebabkan bayi kuning.

  • Infeksi pada darah bayi atau sepsis
  • Perdarahan
  • Infeksi virus atau bakteri
  • Ketidakcocokan antara darah Mommy dan bayi
  • Kerusakan organ hati
  • Mengalami Biliary atresia, yaitu kondisi ketika saluran empedu bayi tersumbat atau terluka
  • Kekurangan enzim
  • Mengalami kelainan sel darah merah

Faktor risiko1

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan bayi Mommy berisiko lebih besar mengalami penyakit kuning.

Kelahiran prematur

Fungsi hati. Bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 38 minggu kemungkinan besar tidak dapat memproses bilirubin secepat bayi yang lahir cukup bulan.

Bayi prematur juga mungkin menyusu lebih sedikit, sehingga buang air besar juga akan lebih sedikit. Hal tersebut menyebabkan bilirubin yang dikeluarkan melalui tinja menjadi terhambat.

Golongan darah

Jika bayi Mommy memiliki golongan darah yang berbeda dengan Mommy, ia berisiko lebih tinggi mengalami kerusakan sel darah merah yang cepat dan tidak normal.

Hal ini disebabkan bayi dianggap sebagai benda asing oleh tubuh Mommy, sehingga tubuh Mommy mengeluarkan antibodi yang disalurkan ke bayi melalui plasenta.

Memar saat lahir

Bayi baru lahir yang mengalami memar akibat persalinan mungkin memiliki kadar bilirubin yang lebih tinggi dari pemecahan sel darah merah.

Mendapatkan ASI

Kesulitan menyusu dan nutrisi. Bayi yang mendapatkan ASI, terutama jika mengalami kesulitan menyusu atau tidak mendapatkan nutrisi yang cukup akan berisiko lebih tinggi mengalami penyakit kuning.

Pastikan bayi Mommy mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.

Pemeriksaan1

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, Mommy dapat memantau kondisi bayi dan melakukan pemeriksaan dini bayi kuning.

Pemeriksaan mandiri

Mommy dapat memeriksa bayi kuning dengan menekan secara perlahan pada bagian dahi atau hidung bayi.

Bayi kuning. Jika kulit tampak kuning pada bagian yang ditekan, bayi kemungkinan mengalami penyakit kuning ringan.

Normal. Jika bayi tidak mengalami penyakit kuning, warna kulitnya akan terlihat sedikit lebih cerah dari warna kulit normalnya untuk sesaat.

Waktu. Pastikan Mommy memeriksa bayi Mommy dalam kondisi pencahayaan yang baik dan sebaiknya dilakukan di siang hari.

Pemeriksaan oleh dokter

Dokter akan melakukan pemeriksaan berdasarkan tampilan fisik bayi dan pemeriksaan laboratorium.

Pemeriksaan darah untuk melihat kadar bilirubin dalam darah sangat penting guna menentukan penanganan yang tepat.

Pemeriksaan lain. Dokter juga mungkin melakukan pemeriksaan urine atau darah tambahan, jika dicurigai adanya penyakit lain yang menyebabkan bayi kuning.

Komplikasi1

Jika tidak segera ditangani, kadar bilirubin yang sangat tinggi dapat menyebabkan komplikasi berbahaya.

Ensefalopati bilirubin akut

Bilirubin bersifat toksik untuk sel di otak. Kadar bilirubin yang terlalu tinggi berisiko masuk ke otak dan menyebabkan ensefalopati.

Bayi Mommy dapat mengalami tanda-tanda berikut.

  • Lesu
  • Sulit dibangunkan
  • Menangis dengan nada tinggi
  • Tidak bisa mengisap atau menyusu dengan baik
  • Leher dan tubuh melengkung ke belakang
  • Demam

Kernicterus

Kondisi terjadi ketika ensefalopati bilirubin akut menyebabkan kerusakan permanen pada otak bayi.

Tanda dan gejala yang mungkin dialami.

  • Pandangan ke atas yang menetap
  • Bayi melakukan gerakan yang tidak disengaja dan tidak terkontrol
  • Gangguan pendengaran
  • Perkembangan email gigi yang buruk

Tanda kedaruratan1

Memantau bayi. Mommy harus terus memantau bayi, khususnya antara hari ketiga hingga ketujuh setelah lahir, ketika kadar bilirubin mencapai puncaknya.

Berikut adalah tanda dan gejala bayi dengan peningkatan kadar bilirubin yang sangat tinggi.

  • Kulit bayi menjadi lebih kuning
  • Bagian putih mata bayi terlihat kuning
  • Kulit pada perut, lengan, atau kaki bayi tampak kuning
  • Bayi lesu, sakit, atau sulit untuk dibangunkan
  • Tidak ada penambahan berat badan pada bayi
  • Bayi tidak mau atau sulit menyusu
  • Bayi menangis dengan nada tinggi

Penanganan1

Kebanyakan bayi yang lahir antara usia kehamilan 35 minggu hingga cukup bulan tidak membutuhkan pengobatan untuk penyakit kuning.

Penyakit kuning ringan biasanya hilang dengan sendirinya dalam 2 hingga 3 minggu. Namun untuk penyakit kuning sedang atau berat harus mendapatkan penanganan khusus oleh dokter.

Berikut beberapa penanganan untuk menurunkan kadar bilirubin dalam darah bayi.

Meningkatkan nutrisi

Dokter mungkin merekomendasikan Mommy untuk meningkatkan asupan susu bayi.

Tujuan. Memastikan bayi menerima nutrisi yang cukup serta mencegah penurunan berat badan.

Fototerapi

Pada fototerapi, bayi Mommy akan ditempatkan di bawah lampu khusus yang memancarkan cahaya dalam spektrum biru-hijau.

Tujuan. Cahaya tersebut akan mengubah bentuk dan struktur molekul bilirubin, sehingga dapat dikeluarkan dari tubuh bayi baik melalui urine atau feses.

Persiapan. Selama menjalani fototerapi, bayi Mommy hanya menggunakan popok dan penutup mata pelindung.

Pemberian immunoglobulin 

Pemberian immunoglobulin ditujukan untuk bayi kuning yang disebabkan oleh perbedaan golongan darah antara ibu dan bayi.

Tujuan. Transfusi immunoglobulin dapat mengurangi kadar antibodi dari Mommy yang menyebabkan kerusakan sel darah merah bayi.

Persiapan. Transfusi dilakukan di rumah sakit melalui pembuluh darah.

Pencegahan1

Mommy dapat melakukan pencegahan bayi kuning dengan memberikan asupan yang memadai.

ASI. Bayi yang mendapatkan ASI harus disusui 8 hingga 12 kali sehari selama beberapa hari pertama kehidupannya.

Susu formula. Bayi yang mendapatkan susu formula, biasanya harus mengonsumsi 30 hingga 60 ml setiap 2 hingga 3 jam untuk 1 minggu pertama.

Bayi kuning merupakan kondisi yang wajar dan sering kali ditemukan pada bayi baru lahir. Meskipun begitu, selalu pantau kondisi bayi. Jika ada tanda yang berbahaya, segera berkonsultasi dengan dokter.

FREQUENTLY ASKED QUESTION

Bayi kuning merupakan hal yang wajar terjadi pada bayi baru lahir. 

Namun, Mommy dapat melakukan pencegahan agar bayi tidak kuning dengan memberikan asupan nutrisi yang cukup.

Pastikan Mommy memberikan ASI atau susu formula yang cukup untuk mencegah bayi dehidrasi dan mengalami penurunan berat badan.

Mommy dapat melakukan pemeriksaan mandiri dengan menekan bagian dahi atau hidung bayi secara perlahan. Bila bayi kuning, kulit yang Mommy tekan tampak berwarna kuning.

Kelebihan bilirubin dalam darah merupakan penyebab utama bayi Mommy menjadi kuning.

Biasanya disebabkan oleh fungsi hati yang masih belum sempurna. Kondisi ini disebut ikterus fisiologis.

Selain itu, bayi kuning juga dapat disebabkan penyakit lain.

  • Infeksi
  • Perdarahan
  • Ketidakcocokan antara darah Mommy dan bayi
  • Kerusakan organ hati
  • Biliary atresia
  • Kekurangan enzim
  • Kelainan sel darah merah

Biasanya bayi yang mengalami penyakit kuning ringan hilang dengan sendirinya dalam 2 hingga 3 minggu.

Namun, untuk peningkatan bilirubin yang parah, bayi harus mendapatkan penanganan oleh dokter.

Ditulis oleh : apt. Novita, S.Farm., M.Farm. – Tim penulis Mommy 101 disadur dari berbagai sumber

Sumber

  1. Mayo Clinic. Infant Jaundice [Internet]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infant-jaundice/symptoms-causes/syc-20373865
  2. Newborn Jaundice [Internet]. Available from: https://www.nhs.uk/conditions/jaundice-newborn/

Komentar

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa